Pilgub Sumbar 2020
Langkah Paslon Mulyadi-Ali Kembalikan SK PDIP Dinilai Tepat Calon Gubernur Sumbar Mulyadi (tengah) memegang surat dukungan dari PDI Perjuangan. Foto: Antara

MerahPutih.com - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Mulyadi-Ali Mukhni memilih mengembalikan Surat Keputusan (SK) dukungan PDIP karena adanya desakan dari berbagai pihak imbas pernyataan Puan Maharani.

Pengamat politik Universitas Andalas Padang, Edi Indrizal mengatakan, bahwa langkah tersebut tepat karena dukungan partai banteng bisa menjadi beban bagi Mulyadi-Ali yang didukung oleh Partai Demokrat dan PAN ini.

Baca Juga

Daftar ke KPU Tangsel, Benyamin-Pilar Kompak Jalan Kaki

"Mencermati dinamika politik pada detik-detik terakhir hingga pendaftaran Pilgub Sumbar ditutup langkah paslon Mulyadi-Ali Mukhni yang akan mengembalikan SK PDIP ini merupakan sikap tepat dan strategis," ujarnya di Padang, Minggu (6/9)

Ia menilai dukungan PDIP bisa semakin menjadi beban Mulyadi-Ali Mukhni karena bagaimana pun juga realitas politik lokal Sumbar dalam hubungannya dengan pusat terdapat semacam resistensi terhadap PDIP.

Pengamat Politik Unand Edi Indrizal. (Antara/Istimewa)
Pengamat Politik Unand Edi Indrizal. (Antara/Istimewa)

"Hal ini akan semakin sensitif jika menyinggung soal ideologi, sebagaimana terlihat jelas berpengaruh pada pilpres dan pileg serentak 2019, dan residunya pun hingga kini masih kental tersisa," katanya dilansir Antara

Ia menyayangkan PDIP tampaknya belum juga memahami akar permasalahan itu. Edi memahami rencana pasangan Mulyadi-Ali Mukhni mengembalikan dukungan itu.

"Politisi PDIP Puan pasti juga tidak bermaksud sengaja mengeluarkan pernyataan yang menyinggung warga Sumbar, tapi karena keceplosan yang namanya politik itu soal persepsi, semoga ke depan lebih berhati-hati," paparnya.

Sebelumnya, melalui siaran pers yang diterima ANTARA, pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Mulyadi-Ali Mukhni mengembalikan SK dukungan dari PDIP Perjuangan karena dampak pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani ketika membacakan deklarasi terhadap mereka.

Ali Mukhni mengaku dirinya bersama Mulyadi tidak jadi menerima dukungan dari partai penguasa sejak 2014 itu karena desakan dari masyarakat Sumbar, baik di kampung halaman maupun perantauan.

Dengan demikian, Mulyadi-Ali Mukhni hanya diusung oleh Demokrat dan PAN. Koalisi kedua partai tersebut mengantongi 20 kursi karena masing-masing partai sama-sama mempunyai 10 kursi di DPRD Sumbar. Jumlah kursi koalisi Demokrat-PAN itu sudah melebihi batas minimal kursi DPRD Provinsi Sumbar untuk mengusung pasangan cagub-cawagub, yakni 14 kursi.

Sebelumnya, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya menginginkan Pancasila dibumikan, tidak hanya di Sumbar, tetapi juga di seluruh wilayah di Indonesia.

Baca Juga

Berkas Pendaftaran Benyamin Davnie-Pilar Dinyatakan Lengkap

Oleh karena itu, kata dia, hal yang dimaksudkan Puan Maharani itu, soal pembumian Pancasila di Sumatera Barat tersebut, lebih kepada aspek kebudayaan, nasionalisme, dan menyentuh seluruh hal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pandemi COVID-19, Pasangan Muda Diminta Tunda Kehamilan
Indonesia
Pandemi COVID-19, Pasangan Muda Diminta Tunda Kehamilan

BKKBN tidak menyarankan penundaan kehamilan pada perempuan yang usianya sudah 34 tahun. karena kehamilan di atas usia tersebut lebih berisiko bagi kesehatan bagi ibu dan janin.

Gerindra Persilakan Warga Gugat Pemprov DKI akibat Banjir
Indonesia
Gerindra Persilakan Warga Gugat Pemprov DKI akibat Banjir

Gerindra mempersilakan warga untuk menggugat melalui mekanisme class action ke pemprov bila merasa dirugikan atas banjir.

Pemerintah Sebut Tak Semua Orang Ditest Corona Massal
Indonesia
Pemerintah Sebut Tak Semua Orang Ditest Corona Massal

Rapid test atau pemeriksaan secara massal telah dimulai oleh pemerintah sejak sore ini.

[HOAKS atau FAKTA]: Jalan Tol di Sumatra Membelah Kebun Kurma
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jalan Tol di Sumatra Membelah Kebun Kurma

“Kanan kiri pohon kurma...???? Yg kemarin nggak butuh jalan Tol, nggak usah lewat sini yah..????”.

Kemenag Solo Imbau Warga Salat Idulfitri di Rumah
Indonesia
Kemenag Solo Imbau Warga Salat Idulfitri di Rumah

Pelaksanaan salat Idulfitri di rumah di tengah pandemi COVID-19 tidak dilarang secara agama.

Tetap Waras Bagi Ibu Rumah Tangga: Bisnis Minuman Herbal Beromset Rp5 Juta
Indonesia
Tetap Waras Bagi Ibu Rumah Tangga: Bisnis Minuman Herbal Beromset Rp5 Juta

"Karena bangsa kita punya segala macam sumber daya alam untuk dijadikan obat. Minuman ini bukan untuk menyembuhkan COVID tapi untuk menyehatkan orang," terang Rina.

Dapat Dukungan dari SBY Maju Pilwalkot Solo, Gibran: Tunggu Rekomendasi Dulu
Indonesia
Dapat Dukungan dari SBY Maju Pilwalkot Solo, Gibran: Tunggu Rekomendasi Dulu

Gibran tetap menyambut baik semua dukungan yang diberikan kepadanya.

 PKS dan Nasdem Sepakat Kebijakan Pemerintah Jangan Dilakukan Serampangan
Indonesia
PKS dan Nasdem Sepakat Kebijakan Pemerintah Jangan Dilakukan Serampangan

Oleh karenanya, PKS melalui Nasdem menitipkan pesan supaya pemerintah merumuskan omnibus law secara baik dan tidak boleh serampangan.

KSPI Tuntut Pemerintah Berikan BLT Bagi Buruh
Indonesia
KSPI Tuntut Pemerintah Berikan BLT Bagi Buruh

“Dengan kata lain, usia 45 tahun ke bawah bukan jaminan kebal dengan corona,” ujarnya

 Saat Ditangkap, Lucinta Luna Ternyata Tengah Pakai Narkoba Bersama Pacar Perempuannya
Indonesia
Saat Ditangkap, Lucinta Luna Ternyata Tengah Pakai Narkoba Bersama Pacar Perempuannya

"Jadi ini seorang wanita yang diakui sebagai pasangannya, kemudian yang 2 lainnya adalah pasangan suami istri yang bekerja kepada LL," kata Audie di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (11/2).