Langgar PSBB, Bahar Smith Dibui Lagi Baru Boleh Bebas 18 November 2021 Bahar Smith menjalani tes kesehatan, sesaat setelah tiba di Lapas Klas IIA Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/5/2020) (ANTARA/HO - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan)

MerahPutih.com - Terpidana kasus penganiayaan remaja, Habib Bahar bin Smith baru bisa menghirup udara bebas November 2021 setelah hak asimilasinya dicabut karena melanggar aturan Pembatasan Berskala Besar (PSBB) dalam kondisi darurat COVID-19 Indonesia

"Bahar Smith dipenjara sampai 18 November 2021," kata Kepala Bagian Humas Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham Rika Aprianti, melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa (18/5).

Baca Juga:

Dakwah di Pesantrennya Sendiri, Bahar Bin Smith Kena Tegur Anak Buah Yasonna

Namun, Rika menjelaskan Bahar tidak dikenai pidana baru atas pelanggaran yang dilakukan selama asimilasi. "Tidak ada (pidana baru), karena pelanggaran yang dilakukan pelanggaran khusus, jadi yang bersangkutan menjalankan sisa pidananya saja," ucap dia.

Bahar sendiri sempat menjalankan hak asimililasi di rumah sejak Sabtu, 16 Mei 2020 pukul 15.30 WIB seusai dijemput keluarga dan pengacaranya dari Lapas Klas IIa Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Namun, saat menjalankan asimilasi Bahar melakukan pelanggaran yang dianggap telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Baca Juga:

Aniaya Dua Santri Hingga Bonyok, Bahar bin Smith Dijerat Pasal Berlapis

habib bahar bebas
Bahar bin Smith disambut oleh jemaahnya usai bebas melalui program asimilasi. (ANTARA/HO)

"Menghadiri kegiatan dan memberikan ceramah yang provokatif dan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah. Ceramahnya telah beredar berupa video yang menjadi viral, yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat," kata Dirjen PAS Kemenkumham Reynhard Silitonga.

Baca Juga

Habib Bahar bin Smith Kembali Ditangkap Polisi

"Melanggar aturan Pembatasan Berskala Besar (PSBB) dalam kondisi darurat COVID-19 Indonesia, dengan telah mengumpulkan massa (orang banyak) dalam pelaksanaan ceramahnya," imbuh pejabat eselon satu Kemenkumham itu.

Atas perbuatannya tersebut, maka kepada Bahar Smith dinyatakan telah melanggar syarat khusus asimilasi, sebagaimana diatur dalam pasal 136 ayat 2 huruf e Permenkumham nomor 3 tahun 2018. Kepada yang bersangkutan dicabut asimilasinya dan selanjutnya diperintahkan untuk dimasukkan kembali ke dalam Lembaga pemasyarakatan untuk menjalani sisa pidananya dan sanksi lainnya sesuai ketentuan. (Pon)

Baca Juga

Bahar bin Smith Ditempatkan di Sel Pengasingan 'One Man One Cell'

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tak Divaksin Dosis Kedua Gegara Demam, Wakil Wali Kota Depok Positif COVID-19
Indonesia
Tak Divaksin Dosis Kedua Gegara Demam, Wakil Wali Kota Depok Positif COVID-19

Ia berharap agar Pradi cepat dinyatakan sembuh dan pulih

Pemkab Boyolali Akan Buka Formasi 1.952 CPNS dan PPPK
Indonesia
Pemkab Boyolali Akan Buka Formasi 1.952 CPNS dan PPPK

"Totalnya untuk pengadaan CPNS dan PPPK tahun anggaran 2021 sejumlah 1.952,” kata Kepala Bidang Penataan dan Pengembangan Karier Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelantikan Daerah (BKP2D) Kabupaten Boyolali, Dono Fembriarto di Boyolali, Rabu (19/5).

Indonesia Beli Oksigen Konsentrator dari Singapura
Indonesia
Indonesia Beli Oksigen Konsentrator dari Singapura

Selain oksigen kosentrator, Luhut memaparkan, pemerintah juga akan membeli 7 unit oksigen generator dan 36.000 ton oksigen untuk 30 hari ke depan.

Jangan Lupa, Besok Ada Festival Air di Kota Cimahi
Indonesia
Jangan Lupa, Besok Ada Festival Air di Kota Cimahi

Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) menggelar Kirab Budaya Ngarak Cai dan Ngalokat Cai Cimahi. Kegiatan dengan judul utama Festival Air ini dilaksanakan pada Minggu (17/10)

Indonesia Pimpin G20, Pemerintah Tidak Toleransi Ancaman Yang Bakal Rusak Citra
Indonesia
Indonesia Pimpin G20, Pemerintah Tidak Toleransi Ancaman Yang Bakal Rusak Citra

Mahfud menegaskan, evaluasi terhadap situasi pandemi akan dilakukan dua bulan sebelum acara berlangsung. Tidak hanya itu, penyelenggara juga akan memastikan jumlah penduduk yang divaksin di Indonesia akan mencapai di atas 80 persen sebelum acara G20 berlangsung.

Polsek Jebres Tangkap Bocah 14 Tahun Gegara Lempari Kereta Api
Indonesia
Polsek Jebres Tangkap Bocah 14 Tahun Gegara Lempari Kereta Api

Polsek Jebres Solo, Jawa Tengah mengamankan seorang bocah 14 tahun dalam kasus pelemparan KA Bangunkarta. Lokasi kejadian berada di Km 258 + 4 Jembatan Jurug antara Stasiun Palur dan Stasiun Solo Jebres, Minggu (3/10).

Wagub Ahmad Riza Patria Berpotensi Jadi Pesaing Berat Risma dan Anies di Pilgub Jakarta
Indonesia
Wagub Ahmad Riza Patria Berpotensi Jadi Pesaing Berat Risma dan Anies di Pilgub Jakarta

Ariza memiliki pengalaman panjang bertarung secara elektoral, dua kali merebut kursi sebagai anggota DPR, dan didukung mesin politik Gerindra

Mohon Maaf Sudah Buat Gaduh, PKS Cabut Aturan Poligami
Indonesia
Mohon Maaf Sudah Buat Gaduh, PKS Cabut Aturan Poligami

"Kami memohon maaf jika anjuran ini membuat gaduh publik dan melukai hati sebagian hati masyarakat Indonesia." ujar Surahman

Mahfud MD: Hal Sepele tidak Harus Dibawa ke Pengadilan Selesai dengan Mediasi
Indonesia
Mahfud MD: Hal Sepele tidak Harus Dibawa ke Pengadilan Selesai dengan Mediasi

“Oleh sebab itu, hal-hal yang sepele-sepele tidak harus dibawa ke pengadilan, tapi diselesaikan dengan mediasi. Kalau agak serius, lindungi korbannya, itu 'restorative justice'," kata Mahfud MD

Penambahan Pasien COVID-19 Capai 7.751 Orang dalam 24 Jam
Indonesia
Penambahan Pasien COVID-19 Capai 7.751 Orang dalam 24 Jam

Terjadi penambahan 7.751 kasus baru COVID-19 di Indonesia yang tercatat pada Sabtu (19/12).