Langgar Protokol Kesehatan, Cakada Tega Korbankan Nyawa Rakyat Massa pendukung Ery-Armuji larut dalam euforia saat mengantar dua paslon menuju kantor KPU Surabaya. (Andika Eldon/Jawa Timur)

MerahPutih.com - Direktur Eksekutif Para Syndicate, Ari Nurcahyo menyebut, terjadinya kerumunan massa saat pendaftaran peserta Pilkada menjadi bukti tidak bertanggungjawabnya para calon kepala daerah.

Ia menambahkan, hal ini menunjukkan bahwa sejatinya bakal calon kepala daerah hanya peduli pada kekuasaan, tidak pada keselamatan warganya di tengah pandemi.

"Calon pemimpin itu menurut saya tidak mencerminkan, tidak melakukan etika dan tanggung jawab publik. Mereka baru pasangan calon, tetapi dengan segala aturan terkait protokol kesehatan," kata Ari kepada wartawan di Jakarta, Rabu (9/9).

Baca Juga

Pengelola Bioskop Ajukan Proposal, Pemprov DKI: XXI Belum Revisi Protokol Kesehatan

Ari menyebut, para calom kepala daerah hanya mementingkan ambisi pribadi dibanding keselamatan diri dengan orang lain.

"Kebanyakan hanya peduli pada kuasa, peduli pada how to get the power," lanjutnya.

Pasangan Ipuk-Sugirah berjalan kaki saat mendaftar sebagai peserta Pilkada 2020 ke KPU Kabupaten Banyuwangi, Minggu (6-9-2020). ANTARA/HO-Tim Sukses Ipuk-Sugirah
Pasangan Ipuk-Sugirah berjalan kaki saat mendaftar sebagai peserta Pilkada 2020 ke KPU Kabupaten Banyuwangi, Minggu (6-9-2020). ANTARA/HO-Tim Sukses Ipuk-Sugirah

Ari menambahkan, para aktor politik di daerah harusnya ikut dalam penanganan COVID-19 di daerahnya tersebut. Dengan begitu, pelaksanaan pilkada bisa seiring dengan upaya menekan laju virus.

”Itu adalah ruang batasan sehingga terjadi diferensiasi pelaksanaan pilkada. Jadi, keserentakan oke, tahapan berjalan, tetapi realisasi pelaksanaan sangat tergantung dari kondisi di daerah itu, apakah statusnya hijau, kuning, atau merah. Itu jadi parameter,” kata Ari.

Selain itu, parameter ini juga bisa diterapkan secara lebih halus. Misalnya, jika di suatu daerah masuk kategori merah, tahapan kampanye hanya bisa dilaksanakan secara daring.

Namun, ketika daerah tersebut masuk kategori hijau, mereka bisa berkampanye secara tatap muka langsung tetapi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga

Produksi Obat Ilegal, Dokter Kecantikan di Tangerang Dicokok Bareskrim

”Sanksi yang tegas juga perlu disusun apabila pasangan calon atau parpol melanggar aturan-aturan tersebut,” kata Ari. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Operasi Patuh Jaya Dinilai Timbulkan Citra Negatif Polri di Masyarakat
Indonesia
Operasi Patuh Jaya Dinilai Timbulkan Citra Negatif Polri di Masyarakat

"Justru membuat masyarakat takut dan bergetar saat mengetahui Polri akan menggelar operasi," jelas Edison

Sejumlah WNA di Bali Disanksi karena Nekat Private Party saat Pandemi COVID-19
Indonesia
Sejumlah WNA di Bali Disanksi karena Nekat Private Party saat Pandemi COVID-19

Mereka diminta membuat surat pernyataan tak akan mengulangi perbuatannya.

Atasi Banjir di Jakarta, Pemprov Kerjakan Sodetan Kali Ciliwung
Indonesia
Atasi Banjir di Jakarta, Pemprov Kerjakan Sodetan Kali Ciliwung

Salah satu pengendalian banjir dengan pembangunan Sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur.

TNI AD Tugaskan Ormas hingga Pengelola Perkantoran Awasi Protokol Kesehatan
Indonesia
TNI AD Tugaskan Ormas hingga Pengelola Perkantoran Awasi Protokol Kesehatan

TNI AD memberikan tugas kepada sejumlah elemen masyarakat untuk membantu menekan angka penyebaram COVID-19

Saksi Pastikan Wawan Tak Pernah Beri Instruksi "Kondisikan" Proyek
Indonesia
Saksi Pastikan Wawan Tak Pernah Beri Instruksi "Kondisikan" Proyek

Lutfi bahkan menyebut Wawan tidak mengetahui soal pengkondisian proyek itu.

Penyidik Kejagung Periksa Tersangka Eks Politikus Nasdem Andi Irfan di KPK
Indonesia
Penyidik Kejagung Periksa Tersangka Eks Politikus Nasdem Andi Irfan di KPK

KPK fasilitasi tempat penahanan dan pemeriksaan tersangka

Kedaulatannya Diusik, Indonesia Diminta Lupakan Pertemanannya dengan Tiongkok
Indonesia
Kedaulatannya Diusik, Indonesia Diminta Lupakan Pertemanannya dengan Tiongkok

Indonesia jangan sampai melupakan sejarah bahwa telah kehilangan pulau Sipadan dan Ligitan

Waspada, Jakarta Dilanda Hujan Deras Disertai Angin Kencang Sore Ini
Indonesia
Waspada, Jakarta Dilanda Hujan Deras Disertai Angin Kencang Sore Ini

BMKG mngeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Jakarta, Selasa (18/8) sore.

Pemerintah Diminta Tak Bebankan Biaya Vaksin COVID-19 ke Rakyat
Indonesia
Pemerintah Diminta Tak Bebankan Biaya Vaksin COVID-19 ke Rakyat

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta seharusnya seluruh biaya vaksinasi COVID-19 ditanggung pemerintah.

 Tiga Bakal Calon Independen Maju di Pilwakot Solo, Satu Orang Eks Relawan Jokowi-Ma'ruf
Indonesia
Tiga Bakal Calon Independen Maju di Pilwakot Solo, Satu Orang Eks Relawan Jokowi-Ma'ruf

Isa Ansori berasal dari relawan Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) yang tak lain adalah kelompok relawan pendukung Jokowi- Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 lalu.