Lampu Depan Mobil, Bagaimana Sebaiknya? Sinar lampu depan terlalu kuat menyilaukan pengemudi dari arah berlawan. (Foto: Pexels/Alfonso Escalante)

LAMPU depan sangat vital fungsinya untuk menembus gelapnya malam. Tak hanya itu selain menjadi panduan penerangan juga sebagai penanda kendaraan kamu untuk mobil yang berlawanan arah di malam hari.

Khususnya untuk penerangan pemilik mobil kemdian memodifikasi bohlam lampu yang berasal dari pabrik dengan lampu after market. Tujuannya adalah untuk lebih memberikan penerangan di jalan yang dilalui. Namun jangan sembarangan mengganti lampu mobil, alih-alih membuat jalan terang malah dapat ditangkap polisi.


Baca Juga:

Ini Arti Facelift, New dan All New pada Mobil Kamu

lampu
Dilarang menggunakan lampu LED di atas 6.000 Kelvin. (Foto: Pexels/Paulius Sapnovas)


Seperti contohnya lampu yang memakai jenis xenon umumnya memiliki ukuran paling besar 11 ribu Kelvin. Sebagai perbandingan 4.300 itu kuning dan 6.000 agak putih. Kemudian 11 ribu Kelvin itu umumnya digunakan untuk kontraktor pengerjaan jalan tidak dibenarkan untuk kendaraan.

Menurut Arief Hidayat dari Welty Indah Perkasa yang dibuat dalam laman KabarOto, bahwa pekerja itu butuh cahaya lebih terang. Tujuannya agar mata tidak sakit dan cepat lelah. Kalau dipakai di kendaraan yang justru malah berbahaya.

Penggunaan bohlam LED diatas 6.000 Kelvin tidak boleh dipakai karena ilegal. Bohlam seperti itu tidak bisa menerangi jalanan. Akibat paling buruk adalah sinarnya yang dapat menyilaukan kendaraan dari arah berlawanan.

kekurangan bohlam LED perlu memakai anti-overheating. Jika tidak ada maka bohlam LED umurnya pendek. Menurut Arief, konsumen di Indonesia lucu sekaligus membingungkan. Karena menurutnya konsumen membeli lampu LED tapi tidak pernah memperhatikan kualitas chip-nya. Konsumen kebanyakan berpatokan pada jumlah titik pada lampunya.


Baca Juga:

Lampu Motor Mati? Bisa Jadi ini Penyebabnya!

lampu
Lampu LED lebih awet. (Foto: Pexels/Derwin Edwards)


Bohlam LED adalah terobosan teknologi di dunia otomotif. LED jauh lebih efisien ketimbang bohlam HID. Sebagai perbandingan umumnya bohlan yang dipakai di kendaraan adalah bohlam HID dengan daya 35 watt namun LED maksimum 25 watt saja sudah memberikan penerangan yang lebih dari cukup. Kemudian usia pakai lebih panjang LED yang bisa mencapai 30 ribu jam, sementara HID hanya 3 ribu jam.

LED dinilai paling efisien dalam hal usia pakai dan kualitas cahayanya. Bagaimana cara mengetahui LED yang baik?

Pertama, ketika sinar LED itu mengenai obyek, maka sinar itu tidak menyilaukan, meminimalkan potensi bahaya. Kemudian obyek terkena sinar maka tidak akan mengubah warna dari cahaya itu sendiri. Artinya, warna yang dikeluarkan oleh bohlam LED harus sama dengan warna ketika sampai di obyek.

Sayangnya saat ini banyak merek LED yang beredar di pasaran dengan kualitas yang tidak memenuhi standar LED berkualitas baik. Salah satunya adalah misinformasi pada kemasan produk.

Arief menyarankan konsumen jangan tergiur dengan iklan produsen lampu. Umumnya mengiklankan produknya, memiliki usia paling panjang. Misalnya, dikatakan tahan 15 tahun, padahal frekuensi mengemudi dan kebiasaan individu berbeda-beda. Kemudian jangan mudah tergiur harga murah. (*)


Baca Juga:

Tips untuk Tetap Aman Ketika Berkendara saat Hujan, Nomor 3 Paling Penting!

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH