Lambat Move On Berefek pada Kesehatan Jantung Berlama-lama patah hati tak baik untuk kesehatan. (foto: pixabay/stocksnap)

TIDAK semua hubungan asmara berakhir indah. Ada beberapa orang yang mengakhiri hubungan dengan patah hati. Cepatlah move on. Kalau dibiarkan terlalu lama, patah hati tidak baik bagi kesehatan.

Mereka yang mengalami patah hati pasti akan stres. Kondisi itu bisa saja membuat nyeri di dada yang datang tiba-tiba (kerap disalahartikan sebagai serangan jantung). Hal itu biasa disebut sindrom patah hati.

Sindrom itu terjadi saat jantung bereaksi terhadap hormon stres sehingga tidak bisa memompa darah dengan baik untuk sementara waktu. Selain nyeri di dada, gejala itu kerap diikuti napas yang terengah-engah.

Meski jarang terjadi, sindrom itu bisa menjadi parah. Komplikasi yang bisa terjadi dari sindrom patah hati, yakni tekanan darah rendah, detak jantung abnormal, dan penumpukan cairan di paru-paru yang membuat sulit bernapas (edema paru).

Seperti dikutip Alodokter, sindrom patah hati lebih mungkin terjadi pada wanita ketimbang pria. Selain itu, orang yang mengalami kemarahan dan kesedihan berkepanjangan akibat patah hati juga lebih mungkin terkena penyakit jantung. Risiko itu setara dengan mereka yang mengidap diabetes, kanker, dan depresi.

Agar terhidar dari semua risiko itu, ayo segera move on. Kamu bisa terapkan cara-cara berikut agar cepat lepas dari 'hantu' mantan.


1. Hindari media sosial

media sosial
Jauhi media sosial. (foto: pixabay/firm bee)

Rasa sedih, marah, serta kesal bersatu saat kamu putus dari mantan. Ketika dalam kondisi itu Anda dihadapkan dengan media sosial, kata-kata amarah yang tidak disaring akal sehat bisa saja terlontar ke khalayak. Jadi tenangkanlah diri sejenak sebelum menuliskan sesuatu di media sosial.


2. Olahraga

olahraga, kesehatan jantung
Tubuh yang sehat membuat jiwa juga sehat. (foto: pixabay/tanjashaw)

Tidak hanya raga yang sehat, jiwa kamu juga bisa mendapat manfaat dengan rutin berolahraga. Olahraga yang bisa kamu lakukan semisal jalan santai, lari, bersepeda, berenang, yoga atau aerobik.


3. Lakukan hal positif yang memberikan kesenangan

Lakukan kegiatan yang bikin senang
Lakukan kegiatan yang bikin senang. (foto: pixabay/alfcermed)

Kamu bisa pergi bersama keluarga atau teman-teman ke tempat karaoke. Bernyanyi bisa meredakan stres bisa jadi pilihan. Ingat, hindari menyanyikan lagu-lagu galau atau lagu kenangan bersamanya. Tempat lain yang bisa kamu kunjungi yaitu bioskop, taman hiburan atau tempat favoritmu lainnya.


4. Pererat hubungan dengan keluarga dan teman-teman

Pererat hubungan dengan keluarga dan teman-teman
Cari teman biar enggak galau. (foto: pixabay/vivienvivo)

Di saat baru putus, jangan biarkan diri termenung sendiri. Kesendirian bisa membuat kamu teringat dengan mantan. Dekatkanlah diri dengan keluarga dan teman-teman yang bisa memberi energi positif kepada dirimu.

5. Berhenti mencari tahu tentang mantan

berhenti mencari tahu tentang mantan
Setop kepoin mantan. (foto: pixabay/jeshootcom)

Mungkin ada saatnya kamu merasa penasaran dengan kehidupan mantan, lalu dengan hanya sekali klik, kamu bisa langsung melihat kehidupannya di laman media sosialnya. Namun, terjadi ialah kamu malah melihatnya telah menjalin asmara dengan orang lain. Dada pun seketika bisa terasa sakit dan sesak kembali.


6. Cari pengganti

Cari Pengganti
Cari pengganti. (foto: pixabay/chenna)

Setelah putus, ada banyak ruang kosong di hati kamu. Isilah dengan kesenangan, harapan positif, dan pasangan baru. Namun, pastikan kondisimu sudah stabil ketika memutuskan untuk memasukkan orang baru ke kehidupanmu. Jangan menjadikannya sebagai pelarian belaka atau ajang pamer kepada mantan pasangan.

Jadi sudah siap move on kan? Jangan biarkan orang yang sudah pergi dari hidupmu justru menghancurkan hari-hari kamu ya.(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH