Lakukan Gelar Perkara Kedua Kebakaran Lapas Tangerang, Polisi: Akan Ada Tersangka Baru Jenazah korban kebakaran Lapas Klas 1 A Tangerang akan dikirim ke RS Polri Kramat Jati. (Foto: MP/Rizki Fitri)

Merahputih.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya akan kembali melakukan gelar perkara lanjutan. Gelar perkara untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus kebakaran Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang, Banten.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menjelaskan gelar perkara kedua ini akan berfokus pada Pasal 187 dan 188.

Baca Juga

25 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Sisa 16 Korban

"Rencananya untuk tindak lanjut kedepan sekitar Jumat malam atau di hari Sabtu, kita akan gelar perkara lagi. Karena nantinya akan ada tersangka baru," kata Yusri dalam keterangannya, Jumat (24/9).

Kalapas Klas I Tangerang Victor Teguh di Mapolda Metro Jaya (MP/Kanugraha)
Kalapas Klas I Tangerang Victor Teguh di Mapolda Metro Jaya (MP/Kanugraha)

Gelar perkara kedua yang fokus pada dua pasal tersebut merupakan tindak lanjut dari gelar perkara pertama. Dalam gelar pertama menghasilkan tiga orang pegawai Lapas berinisial RU, S, dan Y sebagai tersangka atas kealpaannya sesuai dengan Pasal 359 KUHP.

Sebagai informasi, sebelum melakukan penetapan tersangka, penyidik telah mengantongi tiga alat bukti yang cukup dari peristiwa yang menewaskan 49 warga binaan tersebut.

Salah satu dari tiga alat bukti tersebut merupakan dokumen CCTV di lokasi kejadian.

"Ada tiga alat bukti, pertama itu keterangan saksi, keterangan ahli, dan surat dokumen salah satunya dokumen tentang CCTV yang menentukan jam berapa mulai kebakaran, menentukan posisi petugas Lapas, dan lain sebagainya," kata Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penyuap Mantan Bupati Buru Selatan Segera Diadili
Indonesia
Penyuap Mantan Bupati Buru Selatan Segera Diadili

Berkas penyidikan Ivana dinyatakan lengkap. Penyidik juga sudah menyerahkan barang bukti Ivana ke tim Jaksa Penuntut Umum (JPU). Direktur Utama PT Vidi Citra Kencana (VCK) itu akan segera disidangkan.

Hari Toleransi Internasional, Menag Sebut Keragaman Adalah Kekayaan
Indonesia
Hari Toleransi Internasional, Menag Sebut Keragaman Adalah Kekayaan

Moderasi Beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama

Mobil Dinas Wali Kota Solo Jadi Ajang Branding ASEAN Para Games
Indonesia
Mobil Dinas Wali Kota Solo Jadi Ajang Branding ASEAN Para Games

Mobil dinas (Mobdin) Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Toyota Innova plat AD 1 A berubah gambar atau stiker branding.

KPK Serukan Pejabat Tidak Gunakan Fasilitas Negara untuk Mudik Lebaran
Indonesia
KPK Serukan Pejabat Tidak Gunakan Fasilitas Negara untuk Mudik Lebaran

Plt.Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan, Ipi Maryati Kuding, dalam keterangan tertulis di Padang, Rabu, mengatakan, fasilitas dinas seharusnya hanya digunakan untuk kepentingan terkait kedinasan.

KPK Limpahkan Berkas Eks Pejabat Adhi Karya ke Pengadilan Tipikor
Indonesia
KPK Limpahkan Berkas Eks Pejabat Adhi Karya ke Pengadilan Tipikor

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan atas nama terdakwa Dono Purwoko selaku mantan Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya (Persero) ke Pengadilan Tipikor Jakarta.

Kericuhan di Sleman, Polisi Bantah Ada Suporter Sepak Bola Meninggal
Indonesia
Kericuhan di Sleman, Polisi Bantah Ada Suporter Sepak Bola Meninggal

Kepolisian DIY memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa kericuhan yang diduga melibatkan oknum tersebut.

Respons Sandiaga Wisatawan di Malioboro Bayar Parkir Rp 350 Ribu
Indonesia
Respons Sandiaga Wisatawan di Malioboro Bayar Parkir Rp 350 Ribu

Sandi mengaku tengah beupaya agar usaha yang ada di dalam lingkup pariwisata dapat bangkit

Jepang Balas Pengusiran Diplomat
Dunia
Jepang Balas Pengusiran Diplomat

Persona non grata adalah suatu langkah dalam hubungan diplomasi di mana setiap negara berhak untuk menolak atau mengusir diplomat asing.

Ridwan Kamil Membela Anak-anak Citayam
Indonesia
Ridwan Kamil Membela Anak-anak Citayam

Remaja saat ini membutuhkan ruang untuk berekspresi. Dengan demikian sudah sewajarnya pemerintah mewadahi ekspresi positif tersebut.

Cerita Puan soal Bung Karno yang Bisa Menjembatani Hubungan Bangsa-Bangsa
Indonesia
Cerita Puan soal Bung Karno yang Bisa Menjembatani Hubungan Bangsa-Bangsa

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani menceritakan bagaimana Presiden Indonesia pertama Soekarno atau Bung Karno meraih gelar doktor Honoris Causa (HC) dari Universitas Berlin pada 23 Juni 1956.