Laju Ekonomi Terendah dalam 19 Tahun, Bamsoet Minta Jokowi Jangan Diam Saja Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) (Foto: antaranews)

MerahPutih.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mengalami laju selama 19 tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal pertama hanya mencapai 2,97% sebagai dampak dari pandemi COVID-19.

Politikus Golkar itu meminta Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak tinggal diam. Menurut dia, pemerintah perlu membuat beberapa skenario strategi dalam menentukan kebijakan ekonomi, baik dalam jangka pendek dan jangka menengah.

Baca Juga:

LIPI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Turun 0,29 Persen Akibat Corona

"Karena pandemi COVID-19 masih belum diketahui kapan akan selesai, sehingga menyebabkan situasi ekonomi dan sosial dunia mengalami ketidakpastian," kata Bamsoet, sapaan akrabnya dalam rilis resminya, Jakarta, Rabu (6/5).

Bamsoet juga mendesak pemerintah agar terus berupaya untuk menangkal dampak negatif dari pandemi covid-19, terutama di sektor ekonomi dan kesehatan. Caranya, dengan memantau kinerja ekspor dan impor yang menjadi komponen Produk Domestik Bruto/PDB.

"Sehingga tidak memperburuk keadaan ekonomi Indonesia saat ini," tegas petinggi partai beringin itu.

jokowi
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta. ANTARA/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden/pri. (ANTARA/Biro Pers, Media, dan In

Saran lainnya, kata dia, pemerintah perlu memberikan bantuan dan asuransi sosial kepada seluruh masyarakat, terutama kelompok yang paling rentan. Pemerintah juga perlu melakukan relokasi anggaran yang sebelumnya diperuntukkan untuk program-program lain yang saat ini menjadi tidak terlalu urgen, untuk membantu penanganan COVID-19.

Baca Juga:

Hantaman Resesi Global di Depan Mata, Begini Ikhtiar Jokowi

Menurut Bamsoet, sektor pangan juga memerlukan perhatian khusus karena jumlah produksi pangan yang diperdagangkan semakin terbatas, baik dalam negeri maupun perdagangan internasional, terutama beras.

"Pemerintah dan Bank Indonesia menjaga suku bunga dan inflasi, karena hal tersebut merupakan salah satu wujud nyata pemulihan ekonomi," tutup Bamsoet.

Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2020 hanya mencapai 2,97%. Angka ini jauh di bawah target pemerintah yang memproyeksi pertumbuhan mencapai 4,5%.

Baca Juga:

Ketua MPR: Potensi Krisis Ekonomi Indonesia Bisa Lebih Parah Dibanding 98

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, perekonomian mengalami kontraksi sehingga tumbuh jauh lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama yang masih mencapai 5,07%. Namun, dia menambahkan perlambatan pertumbuhan ekonomi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi semua negara secara global.

"Memang pandemi Covid-19 ini membuat ekonomi global terkontraksi dan terjadi di seluruh negara. Ini memang sudah terjadi di China dan beberapa negara lainnya," tutup orang nomor satu di BPS itu. (Knu)

Baca Juga:

Hadapi Pandemi COVID-19, Ini Prioritas Ekonomi Jokowi



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH