Merawat Ingat
Lahirnya Kementerian Agama untuk Semua, tanpa Embel-Embel Khusus Menteri Agama Pertama RI, Haji Mohammad Rasjidi. Foto: Komunitas NuuN)

SAAT ini mungkin tak banyak orang tahu, Indonesia tidak memiliki kementerian yang mengurusi masalah agama ketika kabinet pertama terbentuk 2 September 1945. Sejarah hadirnya Kementerian Agama (Kemenag), yang dahulu bernama Departemen Agama (Depag), membawa nafas toleransi dari para bapak pendiri bangsa. Kementerian yang kini bertugas mengurusi enam agama resmi dan aliran kepercayaan di tanah air itu baru lahir saat pemerintahan Kabinet Perdana Menteri Sjahrir II, diatur dalam Penetapan Pemerintah No 1/S.D pada 3 Januari 1946.

Baca Juga:

Profil Fachrul Razi, Kalangan Militer Pertama yang Pimpin Kementerian Agama

Kemenag sebetulnya sudah diusulkan Muhammad Yamin sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945, saat Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) 11 Juli, tetapi dianggap belum mendesak. Wacana ini kembali bergema dalam sidang Pleno Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) 25-27 November 1945, diusung K.H. Abu Dardiri, K.H.M Saleh Suaidy, dan M. Sukoso Wirjosaputro, utusan KNI Banyumas dari Masyumi. Secara aklamasi, 224 anggota KNIP menerima dan menyetujui usulan. Meski diskusi awal diusulkan khusus mengurusi agama mayoritas di Indonesia dengan nama Kementerian Agama Islam, para pendiri bangsa akhirnya sepakat nama 'Kementerian Agama', tanpa embel-embel lain. Tujuannya agar negara hadir menjamin kepentingan semua agama dan kepercayaan di Indonesia, serta pemeluk-pemeluknya secara adil, tanpa ada satupun yang lebih diprioritaskan.

Kemenag
Gedung Kementerian Agama RI di di Jalan Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta. Foto: www.kemenag.go.id

Kala itu, Presiden Sukarno melantik tokoh Muhammadiyah dari kalangan Islam modern Haji Mohammad Rasjidi, sebagai Menteri Agama RI pertama. Berlokasi di Jalan Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta, seberang Hotel Borobudur itu, tercatat pernah dipimpin 26 tokoh, termasuk pejabat Plt Menteri hingga terakhir Yaqut Cholil Qoumas dilantik sejak 23 Desember 2020. Sejarah mencatat, kementerian yang bertanggung jawab terhadap Dana Haji Rp 141,32 triliun dan Dana Abadi Umat Rp3,58 triliun (Data Audit BPK Desember 2020) itu seharusnya menjadi tonggak utama toleransi beragama di tanah air. Sayang, lembaga yang diharapkan sebagai rujukan akhlak moral republik itu beberapa kali tersandung kasus korupsi. Publik tentu masih merawat ingat kasus korupsi pengadaan Alquran (2011-2012). Atau kelakuan dua orang nomor satu kementerian, Suryadharma Ali (2016) dan Said Agil Husin Al Munawar (2006) divonis bersalah pengadilan karena membancak uang rakyat ketika menjabat Menteri Agama. (Frs)

Baca Juga:

Begini Jatah Uang Korupsi Alquran Dibagi-bagi ke Sejumlah Politisi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Begini Sejarah Sabun Colek B29
Indonesiaku
Begini Sejarah Sabun Colek B29

Lelaki 16 tahun perantau asal Mojokerto, Jawa Timur, melihat peluang besar dari kelangkaan juga mahalnya Tjap Tangan.

Di Belakang Layar Film Dokumenter Eksperimental Kantata Takwa
Indonesiaku
Di Belakang Layar Film Dokumenter Eksperimental Kantata Takwa

Gitaris Kantata Takwa sekaligus pengusaha ternama tanah air tersebut meminta Erros mendokumentasikan konser Kantata di Gelora Bung Karno

Wisata Alam Jadi Favorit Pelancong Liburan ke Yogyakarta
Travel
Wisata Alam Jadi Favorit Pelancong Liburan ke Yogyakarta

Tren pelancong mengunjungi wisata alam kini dikombinasi dengan kegiatan olahraga seperti bersepeda, memancing dan jogging.

Kopi Arang Panas Khas Negeri Aing
Kuliner
Kopi Arang Panas Khas Negeri Aing

Kopi hitam dalam gelas yang ditambahkan arang yang masih membara. ini terkenal dengan nama kopi Jos atau kopi Joss

Kopi Sontoloyo di Batu, Nasi Lodehnya Juara
Kuliner
Kopi Sontoloyo di Batu, Nasi Lodehnya Juara

Kopi Sontoloyo menghadirkan nuansa masa lampau.

Kapal Selam Senior KRI Nanggala-402 Sudah Berbakti Sejak 1981
Indonesiaku
Kapal Selam Senior KRI Nanggala-402 Sudah Berbakti Sejak 1981

Nanggala-402 merupakan kapal selam tipe 209/1300.

Tips Traveling Aman COVID-19 Ala Nicholas Saputra
Travel
Tips Traveling Aman COVID-19 Ala Nicholas Saputra

Bintang Ada Apa Dengan Cinta itu menyarankan untuk menentukan destinasi yang lebih sepi dan tema wisata sebelum berpergian.

Mengenal Google Doodle Hari ini, Pelopor Batik Indonesia KRT Hardjonagoro
Indonesiaku
Mengenal Google Doodle Hari ini, Pelopor Batik Indonesia KRT Hardjonagoro

Ia merupakan putra sulung dari keluarga Tionghoa di Kota Solo.

Nasi Kapau Juragan, Nikmatnya Kuliner Khas Nagari Kapau yang Melegenda
Kuliner
Nasi Kapau Juragan, Nikmatnya Kuliner Khas Nagari Kapau yang Melegenda

Kelezatan kuliner khas Bukittinggi bisa kita nikamti di Nasi Kapau Juragan Bintaro, Tangerang Selatan.

Panduan Memahami Sebutan Kain Nusantara Kala Lampau
Tradisi
Panduan Memahami Sebutan Kain Nusantara Kala Lampau

Berita tentang pemberian hadiah berupa kain tersebut telah berlangsung sejak masa dinasti Sung berkuasa (960-1279).