Lagu Baru Suga BTS Tuai Kontroversi, Big Hit Entertainment Minta Maaf Big Hit Entertainment rilis permintaan maaf untuk lagu baru Suga (Foto Big Hit Entertainment & Biography)

LAGU What Do you Think dari Suga BTS memantik kontroversi beberapa hari belakangan. Lagu itu merupakan track ketiga dalam mixtape keduanya, D-2, yang baru saja dirilis pada 22 Mei. Lead rapper BTS itu memang acap membuat lagu dengan lirik yang kontroversial. Namun, kali ini warganet tidak tinggal diam dan mengkritik kelancangan Suga.

Seperti dikutip laman AllKpop, masalah ini dimulai setelah Suga melakukan siaran live pada 29 Mei untuk membahas setiap lagu dalam mixtape terbarunya itu. Setelah acara itu, kritik mulai berdatangan. Di awal lagu What Do You Think?, Suga memasukkan sampel pengenalan dalam bahasa Inggris yang berbunyi, 'though you are dead, yet you shall live, and he that liveth and believeth shall never die. Faithful workers coming in night after night, giving me their heart, giving me the spirit of socialism'.

BACA JUGA: Warner Bros Dapat Hak Lanjut Syuting di Inggris

Di sinilah sumber masalahnya. Kata-kata itu ternyata merupakan penggalan pidato Jim Jones, pemimpin sekte Amerika yang kontroversial. Jones sendiri ialah seorang figur yang bertanggung jawab terhadap peristiwa bunuh diri massal yang dikenal sebagai Jonestown Massacre pada November 1978. Tragedi itu menewaskan lebih dari 900 orang. Sebanyak 200 di antaranya ialah anak kecil.

Warganet langsung mengkritik Suga dan menganggap bahwa secara tidak langsung, dengan memasukkan penggalan kutipan tersebut, Suga malah mendukung seorang tokoh yang punya sejarah buruk. Banyak warganet yang berkomentar bahwa Suga tidak melakukan penelitian terlebih dahulu sebelum memasukkan sampel dari pidato Jim Jones.

Jamestown masacre
Sejarah kelam Jonestown Massacre.(Foto NY Daily News)

Padahal, seperti dikutip AllKpop, Suga tidak menggunakan sampel tersebut untuk membicarakan tentang isu yang dibuat Jones. Ia membicarakan kerja kerasnya, kekayaannya, dan mental 'tidak pedulinya'. Selain itu, lagu What Do You Think ditujukan Suga untuk menyampaikan sindiran kepada haters-nya. Jadi sebenarnya tidak dimaksudkan untuk berhubungan dengan kaum minoritas, bunuh diri, pembunuhan, rasialisme, maupun tentang Jones yang antiorang Korea.

big hit entertainment
Pernyataan Big Hit Entertainment terkait lagu baru Suga. (Foto Big Hit Entertainment)

Saat menanggapi masalah tersebut, agensi pria yang memiliki nama asli Min Yoongi itu langsung angkat bicara mengenai kasus yang menimpa artis mereka. Menurut Big Hit Entertainment, mereka tidak sadar dengan sampel yang digunakan Suga. Produser yang mengerjakan lagunya pun tidak mengetahui siapa yang mengatakan kutipan tersebut. Menurut mereka, kutipan itu hanya dipilih karena dirasa cocok dengan suasana dalam lagu What Do You Think?.

big hit entertainment
Big Hit memohon maaf kepada semua pihak yang merasa tersakiti. (Foto Big Hit Entertainment)

"Kami memohon maaf kepada semua pihak yang tersakiti atau merasa tidak nyaman karena hal ini. Setelah mengetahui masalahnya, kami langsung menghapus bagian tersebut dan akan menerbitkan kembali lagu yang sudah direvisi," ujar mereka dalam sebuah pernyataan.


Mereka juga mengakui bahwa mereka kurang memahami situasi sejarah dan sosial dalam sampel itu. Suga sendiri juga merasa malu dan merasa sangat bertanggungjawab terhadap masalah ini. Di akhir pernyataan, Big Hit Entertainment berjanji akan belajar dari situasi ini dan di masa depan akan melihat lebih detail terhadap semua proses produksi.

Penggunaan sampel merupakan suatu teknik yang lumrah terjadi dalam dunia rap. Biasanya rapper mengunakan sampel dari seseorang yang mereka setuju atau tidak setuju dan menaruhnya dalam lagu. Apalagi jika sampel yang dipakai berkaitan dengan lagu atau genrenya. Jadi pemakaian sampel yang dilakukan Suga sebenarnya wajar saja. Sayangnya, sampel yang diselipkan dalam lagunya itu berasal dari seseorang yang sangat kontroversial.(sam)

BACA JUGA: BTS Pecahkan Rekor Baru


Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH