Lagi, Pembubaran Diskusi Warga Ahmadiyah, Setara Institute Minta Pemerintah Cabut SKB Konferensi pers SETARA Institute tentang kasus intoleransi (Foto MP/Fredy)

MerahPutih.Com - SETARA Institute mengecam keras pembubaran diskusi Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang digelar di Bandung, Jabar, Sabtu (5/1) lalu.

Mengatasnamakan UU gabungan ormas se-Bandung itu membubarkan peluncuran buku 'Haqiqatul Wahyi' yang diselenggarakan oleh Jamaah Ahmadiyah Indonesia di Masjid Mubarak, Bandung, Jawa Barat.

Direktur Riset SETARA Institute Halili menilai, aksi pembubaran kegiatan tersebut merupakan pelanggaran hak-hak konstitusional warga JAI atas kemerdekaan beragama, kebebasan berserikat dan berkumpul, serta kebebasan berekspresi dan berpendapat yang kesemuanya dijamin oleh UUD NKRI tahun 1945, UU No 39 tahun 1999 Tentang HAM, dan UU No 12 tahun 2005 Tentang Pengesahan Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik.

Terkait peristiwa itu, SETARA Institute mendorong Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, dan Kejaksaan Agung, hendaknya mengambil langkah-langkah progresif untuk mencabut SKB tersebut, misalnya dengan terlebih dahulu melakukan evaluasi komprehensif terhadap dampak buruk SKB dalam bentuk intoleransi, eksklusi sosial, persekusi, dan pelanggaran hak yang dialami oleh JAI sebagai warga negara dalam satu dekade terakhir.

Masjid Ahmadiyah disegel
Penyegelan masjid Ahmadiyah di Depok, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

"Sebab dalam pembubaran kemarin, massa intoleran mengklaim tidak melanggar HAM dan hanya menegakkan hukum yang diatur dalam SKB 3 Menteri Nomor 3 tahun 2008 dan Pergub Jawa Barat No 12 tahun 2011," kata Halili dalam keterangan persnya, Minggu (6/1).

Di samping itu, SETARA Institute juga mendesak Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, hendaknya melakukan agenda sistematis dan progresif untuk membatalkan Pergub No 12 tahun 2011 yang diduga menjadi pemicu aksi intoleran tersebut.

"SETARA Institute mendesak Gubernur Jawa Barat yang baru, Ridwan Kamil, hendaknya melakukan agenda sistematis dan progresif untuk membatalkan Pergub tersebut. Sebab sebagian besar gangguan terhadap warga Ahmadiyah terjadi di wilayah provinsi Jawa Barat," terangnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, panitia peluncuran buku memilih untuk ‘mengalah’ dengan cara membubarkan diri meski agenda tersebut mendapat pengawalan oleh aparat gabungan TNI/Polri.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Bukan Hanya Vanessa Angel, Diduga Masih Ada Artis Lain yang Terlibat

Kredit : fadhli


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH