Lagi-Lagi Novel Tuding Oknum Polri Terlibat, Begini Reaksi Polisi Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (tengah). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

MerahPutih.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan kembali menuding ada oknum jenderal anggota Polri yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras yang dialaminya setahun lalu. Lalu bagaimana pihak kepolisian merespons tudingan penyidik KPK itu?

"Kita belum dapat informasi. Kita proses berdasarkan berita acara. Kita tidak bisa berprasangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/4).

Menurut Argo, tudingan adanya keterlibatan oknum Polri itu tidak pernah tertuang dalam penyidikan polisi selama ini. Argo, dalam mengusut kasus Novel ini, penegak hukum selalu berpegang pada aturan hukum sesuai aturan yang berlaku di Indonesia saat ini.

Sejumlah aktivis anti korupsi melakukan aksi damai dan orasi dukungan untuk Novel Baswedan di Taman Pandang, depan Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/4). (ANTARA FOTO/ Reno Esnir)

"Kita pro justicia. Sampai sekarang kita ada progres dari awal, sehingga perbulan kita laporkan proses seperti apa terkait perkembangan kasus Novel tersebut," tandas perwira polisi berpangkat melati tiga itu.

Kemarin, Novel kembali menyebutkan dugaan ada oknum Polri yang terlibat dalam aksi teror yang dialaminya. Mantan anggota Polri berpangkat Kompol itu sempat mengungkapkan fakta yang sama kepada sejumlah media saat diwawancara ketika menjalani perawatan mata kirinya di Singapaura, beberapa bulan lalu.

Tak hanya menuding oknum kepolisian, Novel juga menduga kasus teror yang menimpanya melibatkan pemegang kekuasaan. "Ini terkait dengan orang-orang yang punya kekuasaan. Saya menduga bahwa ada oknum Polri juga yang terlibat di sini sehingga saya ingin menyampaikan bahwa saya menduga itu yang terjadi," kata Novel di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/4).

Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (kanan) didampingi Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kiri) bersiap memberikan keterangan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/4). Novel menyatakan kecewa terhadap pihak Kepolisian yang belum berhasil mengungkap kasus teror air keras yang dialaminya meskipun peristiwa tersebut telah setahun berlalu. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama/18
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (kanan) didampingi Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kiri) bersiap memberikan keterangan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/4). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Hingga kini, Novel meyakini tidak ada kemauan dari Korps Bhayangkara untuk menuntaskan kasus teror yang dialaminya. "Seingat saya lima bulan setelah saya di Singapura saya menyampaikan bahwa saya meyakini ini tidak akan diungkap. Apakah itu merupakan keengganan atau memang ada suatu kesengajaan saya tidak tahu," tutur dia

Kendati demikian, Novel masih enggan mengungkap oknum Polri atau pihak yang punya kekuasaan yang disebutnya terlibat dalam kasus teror ini. Novel mengaku menyampaikan hal tersebut pada pihak kepolisian atau Komnas HAM.

"Nanti kita lihat lagi. Saya tidak ingin menyampaikan lebih jauh karena Komnas HAM sekarang sudah bekerja dan tentunya kita berharap apa yang dilakukan Komnas HAM ke depan menjadi kekuatan juga untuk mendukung untuk agar tidak lagi teror teror kepada orang-orang yang memberantas korupsi telah terjadi," tandas Novel. (gms)



Wisnu Cipto