Ladeni Kicauan Menteri Susi, Pemprov DKI Langsung Sebar Rilis Permukaan waduk Pluit tertutup eceng gondok sehingga air tak tampak (Foto: antaranews)

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI langsung menyebar rilis klarifikasi meladeni kicauan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang menyebut ada pendangkalan di Waduk Pluit.

Pemprov beralasan yang terjadi bukan pendangkalan, tetapi muncul lapisan sedimen di Waduk Pluit, Jakarta Utara yang merupakan peristiwa biasa terjadi saat tidak hujan.

"(Lapisan sedimen yang terlihat) itu hal yang wajar karena kita lagi tidak hujan. Ini cuacanya mendung dan sewaktu-waktu bisa hujan," kata Kepala Seksi Pemeliharaan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin, melalui keterangan tertulis, Selasa (11/6).

Taman Waduk Pluit pada era Gubernur Ahok
Taman Kota Waduk Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (26/9). (Foto: MerahPutih/Bartolomeus Papu)

BACA JUGA: Disorot Lantaran Tak Terurus, Pemprov DKI Mulai Lakukan Pengerukan di Waduk Pluit

Meski demikian, Ika mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan pengerukan sendimentasi di Waduk Pluit tersebut. Menurut dia, Waduk Pluit memang sengaja dikosongkan saat tidak hujan. Menurut dia, hal itu dilakukan untuk memudahkan pengerukan waduk.

"Kenapa? Kalau tiba-tiba terjadi hujan, (Waduk Pluit) bisa menampungnya. Secara SOP, kami kosongkan. Karena kami dalam pengosongan, waduknya di-maintenance sambil dikeruk supaya pada saat hujan deras datang, waduk siap nampung," tutup pejabat Pemprov DKI itu.

Untuk diketahui, kondisi pendangkalan menjadi perbincangan hangat di masyarakat saat ini. Karena pendangkalan itu Waduk Pluit menimbulkan lapisan sedimen. Pendangkalan Waduk Pluit itu juga mendapat perhatian oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Melalui akun Twitter-nya @susipudjiastuti, Susi mengunggah tautan sebuah postingan tentang kondisi terkini Waduk Pluit pada Senin siang kemarin. (Asp)

BACA JUGA: Menteri Susi Masuk Daftar 100 Pemikir Global Versi Majalah Foreign Policy

Kredit : asropih


Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH