Kwarnas Pramuka Sesalkan Insiden Tewasnya Sejumlah Pelajar saat Susur Sungai Petugas melakukan penyisiran lanjutan untuk mencari sejumlah anggota pramuka SMP N 1 Turi yang tenggelam di Kali Sempor. ANTARA/ Andreas Fitri Atmoko/hp.

MerahPutih.com - Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka menyesalkan tragedi tewasnya sejumlah siswa saat susur sungai pada kegiatan siswa-siswi SMP Negeri 1 Turi, Sleman, Yogyakarta, Jumat (21/2).

Kwarnas mengimbau seluruh pihak yamg bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan pramuka untuk menerapkan pengetahuan manajemen risiko dan bijak dalam membuat program.

Baca Juga:

DPR Kecam Pihak Sekolah atas Kasus Ratusan Siswa Terseret Banjir Bandang

"Kakak-kakak (pembina) agar selalu mempertimbangkan berbagai hal dan mengutamakan keselamatan semua peserta kegiatan seperti tertuang dalam SK Kwarnas No 227 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kebijakan Manajemen Risiko dalam Gerakan Pramuka," kata Kepala Pusat Informasi Nasional Gerakan Pramuka Guritno dalam keterangan resminya, kepada wartawan, Sabtu (22/2).

Guritno mengatakan, Kwarnas Pramuka saat ini sudah melakukan investigasi mendalam dengan menggandeng pihak-pihak di daerah.

"investigasi sudah berjalan sejak semalam (dilakukan oleh) Kwarnas, Kwarda DIY, Kwarcab Sleman. Hasilnya nanti diumumkan," ujar Guritno.

Tim SAR dan relawan melakukan evakuasi siswa yang hanyut diterjang banjir bandang di Yogyakarta. (Foto: MP/ BPBD DIY)
Tim SAR dan relawan melakukan evakuasi siswa yang hanyut diterjang banjir bandang di Yogyakarta. (Foto: MP/ BPBD DIY)

Atas kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan ini, ia tidak menutup kemungkinan akan jatuh sanksi berupa administratif bahkan pidana, bagi pihak-pihak yang nantinya terbukti melakukan kesalahan.

"Bisa dua-duanya (sanksi administratif dan pidana bagi pihak yang terbukti bersalah). "Atas peristiwa tersebut Kwarnas Gerakan Pramuka dengan ini menyatakan duka cita dan bela sungkawa yang mendalam," kata Guritno.

Baca Juga:

Susur Sungai Berujung Maut, Enam Siswa SMP di Sleman Meninggal Diterjang Banjir Bandang

Guritno mengatakan, Kwarnas Gerakan Pramuka juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penanganan dan pertolongan korban.

Kwarnas Gerakan Pramuka melalui Komisi Pengabdian Masyarakat terus melakukan koordinasi dengan tim di lapangan untuk mengetahui kabar terkini mengenai peristiwa tersebut.

Menurut dia, sebagai organisasi yang bertanggung jawab dalam mendidik dan membina kaum muda Indonesia, gerakan pramuka memiliki komitmen untuk mengelola risiko sebagai upaya untuk mencapai tujuan.

Selain itu, Gerakan Pramuka juga memaksimalkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program dan penyediaan pelayanan, dalam berhubungan dengan anggota, pembina, pelatih, pengurus, staf, majelis pembimbing, pemerintah, serta infrastruktur.

"Dalam lingkungan yang aman dan praktis, dirancang untuk mencegah kerusakan, kerugian, luka atau kehilangan pada gerakan pramuka atau pihak-pihak lain yang terkait dengannya," jelas dia. (Knu)

Baca Juga:

Susur Sungai Berujung Maut, Pencarian Siswa SMP Turi Sleman Berlanjut hingga Dini Hari


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH