Kutip Trisila dan Ekasila Bung Karno, Teno Ingin Bumikan Gotong Royong Bukan Ubah Pancasila Calon Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo. (Foto: Tim Teno).

MerahPuti.com - Publik digegerkan dengan potongan vidio tentang Trisila dan Ekasila yang merupakan gagasan Sukarno saat menyampaikan pidato dalam rapat Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Zyunbi Tyoosa-kai pada 1 Juni 1945.

Trisila dan Ekasila tersebut disampaikan kembali Calon Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo, yang berpidato saat Deklarasi Damai yang digelar KPUD Kota Pasuruan. Teno saat itu menyampakan konsepsi tentang Gotong Royong untuk membangun kota dengan mengutip intisari pidato Bung Karno saat sidang BPUPKI tersebut.

Namun, beredarnya potongan vidio tersebut, disalah artikan dengan akan mengganti Pancasila. Padahal, tidak satu katapun yang terucap dari paslon nomor urut 2 itu tentang idenya mengganti Pancasila. Bahkan pidatonya tersebut, tidak memaparan visi dan misi tetapi mengajak warga Kota Pasuruanmenciptakan situasi yang aman, kondusif, dan adem ayem pada Pilkada Kota Pasuruan 9 Desember 2020.

Baca Juga:

KPU Ingatkan Kampanye Jangan Sampai Jadi Media Penyebaran COVID-19

Teno menegaskan, saat deklarasi kampanye damai yang diadakan KPU di Hotel Horison 26 September 2020, setiap paslon diberi kesempatan untuk sambutan, dirinya memilih konsepsi gotong royong sebagai dasar pembangunan Kota Pasuruan.

Konsepsi ini, tegas ia, tidak didapat di sembarang tempat. Konsepsi itu, merupakan pemikiran proklamator Indonesia.

"Hasil ekstraksi dari narasi besar kebangsaan. Gotong-royong menjadi sebuah pondasi besar bagi sumbangsih berbangsa dan bernegara. Karena gotong royong mengandung banyak unsur yang hidup di tengah masyarakat, ” jelasnya.

Calon Walikota Pasuruan
Calon Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo. (Foto: Tim Teno).

Dalam konsep gotong royong, tegas ia, bisa menemukan nilai nilai ketuhanan, kemanusian, kebangsaan dan nilai sosoal.

"Karena sekali gali, konsep gotong royong Bung Karno itu digali dari sejarah panjang peradaban bangsa Indonesia," ujarnya.

Ia menilai justri pihak-pihak yang menyerangnya dengan potongan vidio dan menghasut atau menuduhnya ingin mengubah Pancasila, merupakan pihak yang justru ingin mengubah dasar negara yang tidak senang masyarakat Kota Pasuruan hidup aman, nyaman, tentram, rukun, berdampingan dalam bingkai kebhinnekaan.

Baca Juga:

Gerindra Solo Datangkan Sandiaga Uno Sebagai Jurkam, Gibran: Pilkada Solo Makin Meriah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pasien yang Dirawat di RS Wisma Atlet Nyaris 1.000 Orang
Indonesia
KPU Gunung Kidul Optimistis Partisipasi Pemilih Capai 80 Persen
Indonesia
KPU Gunung Kidul Optimistis Partisipasi Pemilih Capai 80 Persen

Target tersebut selaras dengan target yang ditetapkan oleh KPU DIY untuk 3 wilayah yang melaksanakan Pilkada 2020.

Pasukan Dewinta Bahar Geruduk DPRD, Tuntut Cabut PSBB
Indonesia
Pasukan Dewinta Bahar Geruduk DPRD, Tuntut Cabut PSBB

Puluhan orang yang tergabung dalam Srikandi Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Srikandi Pekat IB) mendatangi DPRD DKI Jakarta, pada Senin (5/10) siang.

Cara Baru Tiongkok Biar Produk Vaksin COVID-19 Dilirik Negara Barat
Dunia
Cara Baru Tiongkok Biar Produk Vaksin COVID-19 Dilirik Negara Barat

Dengan mengurangi surat-surat yang dibutuhkan, Tiongkok berharap bisa meningkatkan daya tarik vaksinnya, yang belum disetujui oleh sebagian besar negara Barat.

Tim Pemburu Koruptor Tak Perlu Dihidupkan Lagi, Sudah Ada KPK Hingga Polisi
Indonesia
KPK Soroti Tiga Aset Bermasalah Pemkot Bengkulu
Indonesia
KPK Soroti Tiga Aset Bermasalah Pemkot Bengkulu

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti tiga aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu yang bermasalah, yakni tanah SD Negeri 62 di Kelurahan Sawah Lebar, tanah dan bangunan Pasar Pagar Dewa serta aset kendaraan dan mesin senilai Rp11,136 miliar yang tidak jelas keberadaannya.

Sederet Tantangan Berat yang Bakal Dihadapi Listyo Sigit Jika Jadi Kapolri
Indonesia
Sederet Tantangan Berat yang Bakal Dihadapi Listyo Sigit Jika Jadi Kapolri

Sementara, untuk tantangan jangka pendek yang dihadapi Listyo sebagai Kapolri nantinya yaitu pandemi COVID-19

Penyidik Polda Metro Rapat Tentukan Proses Hukum Kerumunan Acara Rizieq Shihab
Indonesia
Penyidik Polda Metro Rapat Tentukan Proses Hukum Kerumunan Acara Rizieq Shihab

Polda Metro Jayamenggelar rapat terkait penanganan dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kasus Corona Melonjak, Pemprov DKI Berencana Kembali Perketat PSBB
Indonesia
Kasus Corona Melonjak, Pemprov DKI Berencana Kembali Perketat PSBB

"Kalau (perkembangan kasus COVID-19) semakin memburuk, tidak mustahil kita kembali ke PSBB," ucap Riza

Diolok-olok tak Ngerti Bola, Begini Reaksi Gibran
Indonesia
Diolok-olok tak Ngerti Bola, Begini Reaksi Gibran

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku telah memaafkan warganet tersebut. Ia menegaskan tidak anti kritik dan tidak pernah melaporkan ke polisi jika ada yang melakukan dibully dan dihina.