Kurir Paket Multivendor, Si Gila Kerja Kurir paket multivendor di negeri aing punya ciri khas tersendiri. (Foto: Instagram/@mudyafriandy_pb95)

DIKEJAR waktu sudah biasa. Tancap gas motor tanpa rem ialah makanan sehari-hari. Begitulah 'job desc' profesi kurir paket yang saat ini semakin banyak ditekuni orang.

Pembayaran yang dihitung perpaket membuat mereka makin semangat untuk mengejar target nominal yang diinginkan. Mereka juga saling akrab dengan sesama kurir karena nongkrong bareng setelah antar paket.

Baca juga:

Sandal Paling Nyaman Buat Nongkrong Di Pantai

Ketika kamu ikut gabung ngobrol di tongkrongan kurir paket, pasti ada beberapa dari mereka yang mempunyai lebih dari satu gadget dan bekerja di perusahaan lain juga. Hal ini biasa disebut Multivendor. Pekerjaannya sama-sama mengantar paket, hanya perusahaannya yang berbeda.

Kegiatan multivendor beberapa kurir ini biasa dilakukan karena ada tujuan ke depan yang ingin dicapai, entah mau naik haji, ingin menikah, atau urusan keluarga.

Menjalani pekerjaan kurir paket multivendor tidak semudah yang dibayangkan. Taruhannya kesehatan karena waktu istirahat berkurang gara-gara waktu banyak terpakai untuk antar paket.

Praktik ini juga terbilang sembunyi-sembunyi karena ada beberapa perusahaan yang tidak memperbolehkan karyawannya bekerja dengan lebih dari satu perusahaan. Ciri-ciri profesi kurir paket multivendor juga berbeda dengan kurir pada umumnya, misalnya:

1. Gadget lebih dari Satu

Mempunyai lebih dari satu gadget menjadi hal yang wajar buat kurir paket multivendor. (Foto: unsplash/Daniel Romero)

Kurir paket multivendor pada umumnya memiliki gadget lebih dari satu, bisa dua atau tiga. Bisa jadi, gadget pertama dikhususkan untuk pribadi, sedangkan gadget kedua atau ketiga digunakan untuk orderan masuk vendor yang berbeda.

Ada waktunya ketika keduanya bunyi secara bersamaan, dan hal tersebut membuat mereka mempertimbangkan untuk memilih salah satu atau kalau bisa diambil dua-duanya.

2. Jaket dan helm lebih dari satu

Jaket dan helm biasanya akan diganti di tengah perjalanan pengiriman paket, tergantung mendapat order dari perusahaan yang mana. (Foto: Instagram/@rezayanrez)

Setiap kurir paket pasti memiliki jaket dan helm dari perusahaannya. Tetapi untuk kurir multivendor, jaket dan helm mereka pasti lebih dari satu. Biasanya jaket disimpan di jok motor sedangkan helm dimasukkan ke tas berwarna gelap dan digantung di motor.

Baca juga:

Cara Nyeleneh TikTokers agar Masuk FYP

Untuk penggunaannya sendiri, tergantung dari orderan dari perusahaan mana. Sebelum sampai di lokasi customer, biasanya mereka ganti jaket dan helm di tengah perjalanan. Sehingga tidak ketahuan mereka bekerja di dua perusahaan yang berujung pelaporan nantinya.

3. Kadang dikucilkan kurir lain karena gila kerja

Mampu bekerja di multivendor bukan sebuah prestasi. Terkadang pekerjaan ini menjadi bahan ejekan oleh pekerja kurir lain yang hanya satu perusahaan saja. Mereka sering disebut gila kerja atau bisa juga serakah pekerjaan. Ya, seharusnya pekerjaan tersebut dapat dipakai orang lain yang menganggur.

Meski begitu, melakukan multivendor pasti ada alasan tertentu yang tidak bisa diungkapkan pada orang lain. Mungkin setahun ke depan ia ingin mengejar target yang belum dicapai. Ini persis dengan pribahasa “berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian".

4. Jarang nongkrong bareng kurir lain

Padatnya jam kerja,membuat para kurir paket multivendor tidak punya banyak waktu untuk nongkrong bareng teman sesama profesi. Terkadang pekerjaan yang digeluti dari pagi hingga malam. Waktu pulang hanya untuk istirahat dan tidur. Besok pagi berangkat kembali. Pokoknya kerja, kerja, kerja.

Ketika sudah bertemu hari libur dan ingin nongkrong bareng teman tongkrongannya, mungkin teman-teman yang lain tidak libur. Soalnya hari libur mereka berbeda-beda dan hanya ada di hari biasa. Begitu pula sebaliknya.

Tetapi, jika beruntung, mereka bisa bertemu di jalan ketika mengantar paket dan mampir ngopi bareng di starling (tukang kopi keliling). (rzk)

Baca juga:

Kelakuan 'Sok Eksis' Tongkrongan Selebgram Hits Negeri Aing

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sambut Hari Jadi Ke-50, Disney World Hadirkan Berbagai Atraksi Baru
Fun
Sambut Hari Jadi Ke-50, Disney World Hadirkan Berbagai Atraksi Baru

Mulai Oktober 2021 hingga 18 bulan kedepan, pengunjung akan diperkenalkan dengan atraksi, merchandise, dan tampilan karakter baru.

Fitur Baru Facebook Memungkinkan Lima Profil dalam Satu Akun
Fun
Fitur Baru Facebook Memungkinkan Lima Profil dalam Satu Akun

Fitur ini akan membantu pengguna menyesuaikan pengalaman berdasarkan minat dan koneksi.

K-Drama 'My Name' Berpotensi Saingi Kesuksesan 'Squid Game'
ShowBiz
K-Drama 'My Name' Berpotensi Saingi Kesuksesan 'Squid Game'

Debut pada Jumat 15 Oktober 2021, My Name sudah menduduki peringkat 9 di chart Netflix AS.

Berjalan Ringan Setelah Makan dapat Kurangi Risiko Diabetes dan Masalah Jantung
Fun
Berjalan Ringan Setelah Makan dapat Kurangi Risiko Diabetes dan Masalah Jantung

Berjalan ringan setelah makan dapat mengurangi kadar gula darah dan insulin.

Pasanganmu Asertif, Baca 5 Tandanya
Fun
Pasanganmu Asertif, Baca 5 Tandanya

Memutuskan sesuatu secara tegas tetapi tetap bisa menghargai pendapat orang lain.

Ibu Kantin, Sang Jagoan Bagi Siswa Kala Perut Lapar
Hiburan & Gaya Hidup
Ibu Kantin, Sang Jagoan Bagi Siswa Kala Perut Lapar

Selalu dirindukan setiap datang ke sekolah.

Disleksia Bukanlah Kelainan tetapi Bagian dari Evolusi Budaya Spesies
Fun
Disleksia Bukanlah Kelainan tetapi Bagian dari Evolusi Budaya Spesies

Sebaiknya disleksia jangan dianggap sebagai kelainan.

Mengintip Turnamen Esports yang Ada di Indonesia
Fun
Mengintip Turnamen Esports yang Ada di Indonesia

Esport bukan tak pernah main-main membuat turnamen.

Pikir Ulang Sebelum Renovasi Rumah Supaya Nilainya Tidak Merosot
Fun
Pikir Ulang Sebelum Renovasi Rumah Supaya Nilainya Tidak Merosot

Beberapa renovasi rumah yang pada akhirnya dapat merusak nilai bang

Limbah Jeans Naik Kelas Jadi Tas dan Topi Fesyen
Fashion
Limbah Jeans Naik Kelas Jadi Tas dan Topi Fesyen

Tak mau kalah dari para peneliti, seorang wanita asal kota Blitar turut mengubah limbah tekstil.