Kurangi Korban Corona di Jakarta, PA 212 Desak Pemerintah Berlakukan Lockdown Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin berpendapat, sudah seharusnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil kebijakan untuk lockdown Indonesia akibat wabah virus corona (COVID-19).

Menurutnya, Indonesia wajib lockdown karena penyebaran virus corona kian meluas dan korban pun makin banyak berjatuhan.

Baca Juga:

Daerah-Daerah Mulai Berlakukan Lockdown Tanpa Koordinasi, Pemerintah Pusat Bertindak

"Indonesia sudah sangat wajib lockdown karena korban corona bertambah terus secara signifikan dan sekarang sudah mencapai 893 kasus dan mati 78 jelas sudah gawat," kata Novel kepada wartawan di Jakarta, Jumat, (27/3).

Novel Bamukmin desak pemerintah segera lockdown Jakarta
Novel Bamukmin desak pemerintah segera lockdown Jakarta (Foto: antaranews)

Novel menambahkan, jika Indonesia tidak lockdown dan warga tidak mematuhi instruksi Gubernur Anies, maka korban meninggal akibat wabah corona bisa meningkat drastis.

"Kalau sudah begini pantas kalau para pakar medis ada yang berani menyatakan untuk sekarang ini siapkan kuburan massal saja. Karena juga upaya upaya tidak maksimal yang dilakukan pemerintah pusat," jelas dia.

Selain itu, tokoh Front Pembela Islam (FPI) ini menyebut bahwa warga juga harus sadar untuk mengisolasi diri sendiri dan mengikuti instruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca Juga:

Masyarakat Langgar Social Distancing, Kemungkinan Lockdown Akan Diberlakukan

"Dan seharusnya warga Indonesia sadar dengan benar-benar secara menyeluruh melockdown diri sendiri dan juga mengikuti intruksi Anies Baswedan sebelumnya sudah jelas, sehinga kesempatan 14 hari sudah memutus mata rantai penyebaran virus corona," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, hingga Jumat (27/3) jumlah pasien positif terinfeksi virus Corona bertambah menjadi 1.046 orang. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 87 orang.(Knu)

Baca Juga:

Cegah Penyebaran COVID-19, Pemerintah Minta Masyarakat Tunda Mudik Lebaran

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tanggap Darurat Diperpanjang, DIY Siapkan Rusunawa Buat OTG COVID-19
Indonesia
Tanggap Darurat Diperpanjang, DIY Siapkan Rusunawa Buat OTG COVID-19

DIY menambah lokasi karantina bagi pasien OTG dan menambah APD bagi nakes serta melakukan tes cepat masal.

Lumpur Lapindo Kandung Unsur Bahan untuk Baterai
Indonesia
Lumpur Lapindo Kandung Unsur Bahan untuk Baterai

Tanah lumpur Lapindo Sidoarjo nyatanya didominasi kandungan lithium yang cocok untuk material baterai.

Landasan Pacu Sempat Banjir, Bandara Semarang Kembali Dibuka
Indonesia
Landasan Pacu Sempat Banjir, Bandara Semarang Kembali Dibuka

Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Kota Semarang, Jawa Tengah, kembali dibuka dan beroperasi pascabanjir yang menggenangi landasan pacu.

Pemerintah Diminta Segera Alokasikan Dana COVID-19 ke Pesantren
Indonesia
Gubernur Khofifah Minta Masyarakat Tak Anggap Sepele COVID-19
Indonesia
Gubernur Khofifah Minta Masyarakat Tak Anggap Sepele COVID-19

“Kepada seluruh masyarakat Jawa Timur, saya mohon untuk tetap mematuhi protokol kesehatan," jelas dia.

Vaksinasi dan Patuh Pada Prokes Syarat Utama Ekonomi Pulih
Indonesia
Vaksinasi dan Patuh Pada Prokes Syarat Utama Ekonomi Pulih

“Kami menyambut baik pemerintah yang telah memesan dan akan memulai vaksinasi dalam waktu dekat," kata Ferry.

Komnas HAM Temukan Pelanggaran Prokes Saat Pilkada Serentak 2020, Apa Saja?
Indonesia
Panglima TNI Mutasi 50 Perwira Tinggi, Ini Daftarnya
Indonesia
Panglima TNI Mutasi 50 Perwira Tinggi, Ini Daftarnya

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melakukan kembali mutasi, kini sebanyak 50 perwira tinggi (Pati) TNI dari tiga matra dimutasi, yakni TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara

Ibu Hamil, Balita hingga Lansia Dilarang Masuk Ancol
Indonesia
Ibu Hamil, Balita hingga Lansia Dilarang Masuk Ancol

Selama masa transisi ini pun Manajemen akan memberlakukan penyesuaian kegiatan operasional.

Dukung Paslon Ma-Ju, Tenaga PMK Langsung Dipecat
Indonesia
Dukung Paslon Ma-Ju, Tenaga PMK Langsung Dipecat

Salah satu anggota Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya langsung dipecat karena mendukung pasangan calon wali.