Kurangi Kemacetan, BPTJ Minta MRT Terintegrasi Angkutan Umum Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencoba MRT Jakarta. Foto: @aniesbaswedan

MerahPutih.com - Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan mulai beroperasi pada akhir Maret ini. Pada fase I, MRT akan melayani warga ibu kota dari Bundaran HI sampai Lebak Bulus.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono mengatakan kehadiran kereta MRT di Jakarta harus terintegrasi dengan angkutan umum massal lainnya.

MRT Jakarta. Foto: ANTARA FOTO

Menurut dia, Jika tidak terhubung bisa menimbulkan kemacetan yang terjadi di setiap stasiun saat hilir mudik penumpang. Apalagi di jam sibuk kantor.

Adapun pengintegrasian MRT dengan angkutan massal lain seperti Bus TransJakarta, KRL, Jak Lingko.

"Kalau tidak tersedia layanan angkutan umum yang bersifat massal dan terintegrasi, kita khawatir stasiun-stasiun MRT akan menjadi titik kemacetan," kata Bambang melalui keterangan pers pada Jumat (15/3).

Lebih lanjut, Bambang menuturkan, integrasi antara MRT dengan feeder sebagai angkutan penumpan merupakan kunci untuk mengurai kemacetan di ibu kota.

Pekerja mengerjakan proyek pembangunan stasiun layang MRT di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, 9 Januari 2018. Fase I MRT Lebak Bulus-Bundaran HI memiliki panjang 15,7 kilometer. ANTARA/Hafidz Mubarak

"MRT yang berfungsi sebagai backbone tidak dapat berdiri sendiri," jelasnya. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH