Berbahan Alami, Resep Obat ini Dipercaya Ampuh Sejak Dahulu Bahan-bahan alami yang dipercaya bisa menyembuhkan. (foto: pixabay/monicore)

SAAT sakit, semisal flu, Anda mungkin akan memilih menggunakan ramuan tradisional ketimbang minum obat kimia. Ya, beberapa ramuan tradisional dari bahan-bahan alami memang bisa dijadikan obat untuk sejumlah penyakit.

Berikut bahan-bahan alami untuk kesehatan yang diwariskan secara turun-temurun.

1. Ampas kencur untuk kaki terkilir atau pegal

kencur
Kencur. (foto: youtube)

Secara turun-temurun rimpang kencur dikenal sebagai obat untuk menghilangkan rasa sakit akibat gangguan otot. Bahkan rimpang kencur juga diakui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam Peraturan Menteri Kesehatan tentang Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia sebagai sumber tanaman Indonesia yang digunakan untuk pegal linu dan terkilir.

Biasanya kencur akan dihaluskan bersama beras dan air secukupnya. Lalu ramuan itu ditempelkan pada bagian yang sakit dan dibiarkan hingga kering. Larutan air yang mengandung kencur itu sering juga disebut dengan param beras kencur.

Kencur ternyata memang ampuh untuk mengatasi nyeri akibat terkilir atau merasa pegal-pegal sebab kencur memiliki sifat antiradang dan juga bersifat menghangatkan bagian yang sakit.

Selain itu, kandungan minyak astiri dalam kencur memiliki daya analgesik, yakni berfungsi mengurangi rasa nyeri.

2. Jus jambu agar cepat sembuh dari DBD

jus jambu
Jus jambu kayak vitamin C. (foto: pixabay/rosalinda222)

Penyakit demam berdarah dengue alias DBD banyak ditemukan di negara-negara tropis seperti Indonesia. Nah, kalau ada yang kena DBD, hampir semua orang akan menyarankan Anda minum jus buah jambu. Bukan hanya mitos lo. Ternyata bahan alami untuk kesehatan ini benar-benar membantu.

Kandungan vitamin C buah jambu biji cukup besar. Vitamin C memiliki peran sebagai senyawa antioksidan yang dapat memperbaiki kerusakan membran sel akibat serangan radikal bebas.

Zat lain yang tidak kalah penting ialah quercetin dalam jambu biji. Quercetin berfungsi mengobati kerapuhan pembuluh darah kapiler manusia dan memiliki efek antiploriferatif DNA. Dengan efek tersebut, jambu biji bisa menghambat perkembangbiakan virus dengue yang ada di dalam tubuh penderitanya.

Jika perkembangan virus itu terhambat, tingkat keparahan serangan virusnya akan berkurang. Perdarahan yang sering dikhawatirkan dalam kasus DBD pun bisa dicegah. Nah, ternyata anggapan orangtua dari zaman dahulu itu memang secara ilmiah terbukti benar dalam membantu pengobatan penyakit DBD.


3. Kulit manggis untuk kolesterol

manggis
Xanthones dalam manggis hancurkan radikal bebas. (foto: pixabay/4537668)

Anda mungkin sering mendengar bahwa manggis merupakan salah satu bahan alami untuk kesehatan yang manjur. Ada yang diolah menjadi air rebusan kulit manggis, dicampurkan dalam teh, diseduh jadi minuman, dibuat menjadi jus, maupun diekstrak.

Pada dasarnya, manggis mengandung xanthones. Xanthones merupakan zat polifenol yang memberikan efek antioksidan kuat. Xanthones di dalam tubuh dengan kuat akan menghancurkan radikal bebas yang dapat menyebabkan peradangan dan penyakit lainnya.

Selain itu, xanthones dapat menghambat proses pembentukan kolestrol atau yang disebut dengan kolesterogenesis sebelum berlanjut menjadi kolesterol.

Penelitian yang dituliskan dalam Jurnal Ilmiah Kedokteran pada 2015 menunjukkan bahwa pemberian kulit manggis dalam bentuk ekstrak dapat menurunkan kadar kolesterol total serum dan kolesterol LDL.


4. Minum kunyit untuk maag

kunyit
Antioksidan dalam kunyit redakan refluks. (foto: pixabay/stevepb)

Maag jadi salah satu penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Salah satu penyebab munculnya maag ialah penyakit yang berkaitan dengan asam lambung, contohnya infeksi bakteri di perut, refluks asam lambung (GERD), atau tukak lambung.

Orangtua zaman dahulu berpesan bahwa konsumsi kunyit bagus untuk maag. Bahkan enggak maag saja, tetapi juga gangguan pencernaan lainnya.

Dikutip dari laman Healthline, kunyit sendiri pada dasarnya merupakan tanaman yang kaya akan zat antiradang dan antioksidan. Kunyit mengandung senyawa curcumin yang merupakan sumber antivirus, antibakteri, dan antikanker alamiah.

Berdasarkan penelitian dalam Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition, kondisi refluks asam lambung memerlukan zat antioksidan dan antiradang untuk meredakannya. Zat itu dapat ditemukan dalam kunyit, yaitu curcumin.

Penelitian lain juga menunjukan bahwa kunyit mampu mencegah peradangan di saluran pencernaan akibat bakteri atau virus. Zat antibakteri dan antivirus juga bisa ditemukan dalam kunyit.

Nah, itulah mengapa secara ilmiah konsumsi kunyit saat memiliki gejala maag atau peradangan dalam sistem pencernaan memang benar bisa membantu.

5. Minum sari kencur untuk obat batuk

kencur
Kencur amat disarankan untuk mengobati batuk. (foto: Instagram @kandiana)

Selain mengatasi pegal sebagai param, kencur juga sering dianjurkan untuk mengatasi batuk. Sejak zaman nenek moyang mungkin kamu sering mendengar anjuran untuk minum air perasan kencur sebagai obat batuk.

Faktanya, rimpang kencur memang merupakan tumbuhan yang bersifat ekspektoran, yakni bersifat mengeluarkan dahak atau lendir. Oleh karena itu, kencur dapat membantu mengeluarkan dahak yang masih terhambat.

Bagaimana, tak ragu lagi kan mencoba resep alami nenek moyang untuk menghalau sakit.(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH