Kurang Vitamin D Dua Kali Lebih Mungkin Terkena Virus Corona Penting untuk fungsi kekebalan tubuh. (Foto: Unsplash/Michele Blackkwell)

SESEORANG yang menderita kekurangan vitamin D kurang dari 20 nanogram per mililiter dan tidak diobati, mungkin hampir dua kali lebih besar untuk tertular COVID-19. Berbanding terbalik dengan orang yang mendapatkan dosis vitamin sinar matahari yang cukup, sebuah penelitian kecil yang diterbitkan Kamis di JAMA Network Open menemukan.

Penelitian dari UChicago Medicine, mengamati 489 orang yang diuji untuk COVID-19 dan telah mengukur kadar vitamin D mereka dalam setahun.

Baca juga:

Antibodi Virus Corona Mampu Bertahan Selama Empat Bulan

1
Kurang bitamin D berakibat infeksi virus bisa lebih parah. (Foto: Unsplash/Brian McGowan)

Temuan tersebut mendukung penelitian sebelumnya yang mengaitkan kadar vitamin D yang rendah dengan infeksi virus corona yang lebih parah dan risiko kematian yang lebih tinggi akibat penyakit tersebut. Terlepas masih belum ada bukti bahwa vitamin tersebut dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit.

"Vitamin D penting untuk fungsi sistem kekebalan dan suplemen vitamin D sebelumnya telah terbukti menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan akibat virus," kata penulis utama Dr. David Meltzer, kepala pengobatan rumah sakit di UChicago Medicine. "Analisis statistik kami menunjukkan bahwa ini mungkin benar untuk infeksi COVID-19."

Diperlukan lebih banyak penelitian, tambahnya, untuk lebih memahami apakah ada hubungan sebab-akibat antara melengkapi dengan vitamin D dan menurunkan risiko COVID-19.

Penemuan di masa depan bisa sangat bermanfaat bagi orang Amerika Kulit Hitam dan Hispanik, populasi yang berisiko lebih besar untuk kekurangan vitamin D dan COVID-19 yang parah.

"Memahami apakah mengobati kekurangan vitamin D mengubah risiko COVID-19 bisa menjadi sangat penting secara lokal, nasional dan global," kata Meltzer dalam rilisnya. "Vitamin D tidak mahal, umumnya sangat aman dikonsumsi, dan dapat ditingkatkan secara luas."

Baca juga:

Cuma Butuh 10 Menit, Mendiagnosis Serangan Jantung lewat Air Liur

2
Vitamin D tidak mahal dan mudah didapat. (Foto: Unsplash/pixpoetry)

Vitamin D dikenal memperkuat kemampuan tubuh untuk melawan virus, namun ini bukan obat ampuh. Jika terlalu banyak dikonsumsi bisa berbahaya.

Bagaimana vitamin D memengaruhi risiko dan keparahan virus corona telah menarik perhatian para peneliti dan profesional kesehatan sejak awal pandemi.

Satu studi di Italia bulan lalu menemukan bahwa setelah 10 hari dirawat di rumah sakit, sekitar setengah dari 42 pasien dengan defisiensi vitamin D parah meninggal. Sementara hanya 5% pasien dengan kadar cukup vitamin D yang meninggal.

Penelitian lain dari seluruh dunia menemukan bahwa tingkat vitamin D yang lebih tinggi berkorelasi dengan penyakit yang lebih ringan. Dan bahwa negara-negara yang memiliki tingkat vitamin D yang tinggi juga cenderung memiliki tingkat kematian yang lebih rendah akibat COVID-19.

Kaitannya masuk akal karena vitamin D diketahui memperkuat kemampuan tubuh untuk melawan virus, dan dapat membantu memadamkan badai sitokin, atau ketika sistem kekebalan bereaksi berlebihan terhadap invasi virus. Sesuatu yang memengaruhi banyak pasien dengan COVID-19 parah, lapor Susie Neilson dari Business Insider.

Namun variabel lain bisa jadi berperan; misalnya, orang yang tinggal di perumahan yang padat atau bekerja berjam-jam di dalam ruangan melakukan pekerjaan penting, keduanya cenderung tidak mendapatkan cukup vitamin D dari sinar matahari dan lebih mungkin terpapar COVID-19.

Tetap saja, mendapatkan cukup walau tidak terlalu banyak, vitamin D baik dari sinar matahari, suplementasi, atau makanan tertentu seperti ikan berlemak, penting tidak hanya untuk potensi perlindungannya terhadap virus corona, namun juga untuk kesehatan secara keseluruhan.

Kekurangan vitamin D juga terkait dengan penyakit jantung, diabetes, gangguan sistem kekebalan tubuh, jenis kanker tertentu, dan masalah tulang seperti osteoporosis. (lgi)

Baca juga:

Suntik Botox Kecantikan Dapat Mengurangi Depresi Secara Signifikan

Penulis : Leonard Leonard
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wuling Confero dan Cortez Dimodifikasi di IIMS 2021
Fun
Wuling Confero dan Cortez Dimodifikasi di IIMS 2021

Mobil merek Wuling tampil elegan di IIMS 2021.

Pintek Bantu UKM untuk Kebutuhan Pendidikan
Fun
Pintek Bantu UKM untuk Kebutuhan Pendidikan

Pintek menyediakan solusi keuangan dan membantu perputaran bisnis.

Periode Post-Natal Harus Diperhatikan Ibu yang Baru Bersalin
Fun
Periode Post-Natal Harus Diperhatikan Ibu yang Baru Bersalin

periode ini yang paling diabaikan oleh sebagian orang.

3 Lagu Patah Hati yang Pas dengan Percintaan Milennial dan Gen Z
Hiburan & Gaya Hidup
3 Lagu Patah Hati yang Pas dengan Percintaan Milennial dan Gen Z

Biar makin mendalami rasanya patah hatimu.

Bantu Bersihkan Ingus si Kecil, ini Caranya
Hiburan & Gaya Hidup
Bantu Bersihkan Ingus si Kecil, ini Caranya

Lendir atau ingus yang menumpuk saat bayi flu akan membuat mereka rewel.

The Weeknd Bagikan Potongan Album Baru
ShowBiz
The Weeknd Bagikan Potongan Album Baru

Ia telah bekerja sejak September 2020.

'Spencer'  Premier di Venice Film Festival, Kristen Stewart Diganjar Standing Ovation
ShowBiz
'Spencer' Premier di Venice Film Festival, Kristen Stewart Diganjar Standing Ovation

Stewart sempat diragukan ketika dikabarkan akan memerankan Putri Diana.

Wattpad dan Webtoon Merger
Fun
Wattpad dan Webtoon Merger

Membuat Wattpad Webtoon Studios.

AMR21 Untuk Sebastian Vettel di Musim Balap 2021
Fun
AMR21 Untuk Sebastian Vettel di Musim Balap 2021

Ini adalah tim keempat Vettel selama berkarier di dunia balapan F1.