Kurang Maksimal Bekerja, Kelik Mundur dari Kadis Perumahan Gabung TGUPP Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) DKI, Chaidir memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Kamis (27/2) (MP/Asropih)

MerahPutih.Com - Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) DKI, Chaidir membocorkan alasan Kelik Indriyanto mengundurkan dari Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta.

Menurut Chaidir, Kelik cabut dari jabatannya karena kinerjanya kurang maksimal di program Rumah DP 0 Rupiah yang menjadi program andalan Gubernur Anies Baswedan dalam saat kampanye Pilkada DKI 2017 lalu.

Baca Juga:

Anies Tak Masalah Subejo Mundur dari Kepala BPBD Saat Jakarta Dilanda Banjir

Salah satu contohnya lesunya pemasaran hunian rumah tanpa DP itu bagi warga DKI. Fakta di lapangan dari 780 unit rumah Dp 0 persen di Klapa Village Jakarta Timur saat ini baru laku 225 unit sisanya masih belum laku.

Menurut Kepala BKD DKI, kinerja Kelik Indriyanto sebagai kepala dinas sangat buruk
Kepala BKD DKI Jakarta Chaidir (MP/Asropih)

"Ada beberapa mekanisme perjanjian kontrak kinerjanya yang memang tidak maksimal. (Rumah DP Rp 0) bagian dari mekanisme itu. Itu kan bagian dari kontrak kinerja," ujar Chaidir di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (27/2).

Chaidir menuturkan, dalam kontrak perjanjian kerja, Kelik memang melempem. Target yang ditetapkan tak sampai 100 persen.

"Salah satu target Perkin (perjanjian kinerja) tahun lalu tidak tercapai 100 persen," kata dia.

Chaidir menerangkan, dari sejumlah kepala dinas yang dievaluasi, kinerja Kelik sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman merupakan yang terburuk.

"Yang paling sangat signifikan ya baru pak Kelik yang kita evaluasi kinerjanya. Yang lain masih diatas angka rata-rata lah. Masih bisa ditoleransi, artinya masih bisa berlanjut," jelasnya.

Atas kinerjanya yang dinilai kurang baik itu BKD lalu mengevaluasi Kelik, ia diberi dua pilihan. Tetap bertahan sebagai Kadis dengan berbagai persyaratan yang disodorkan BKD atau mengundurkan diri dan memilih jabatan lain.

Tapi Kelik memilih bergabung dengan Tim gubernur untuk percepatan pembangunan (TGUPP). Ia menjabat bidang prasarana.

Baca Juga:

Diduga Terkait Banjir Jakarta, Dua Anak Buah Anies Mundur

Artinya Kelik turun jabatan. Posisinya sebagai kadis, setara pegawai negeri eselon II sedangkan di TGUPP dia tak punya eselon tapi tunjangannya setara eselon III.

“Ketika kinerja enggak jalan, pasti kita tanyakan," tutup Chaidir.(Asp)

Baca Juga:

Pengamat Kritik Penanganan Banjir di Jakarta Bertolak Belakang dengan Ucapan Anies

Kredit : asropih


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH