Kupas Tuntas Alasan Tidak Boleh Mengisi Daya Baterai Ponsel Semalaman Biasakan mengisi daya hingga 80 persen dan jangan dibiarkan hingga dibawah 20 persen. (Foto: Unsplash/Steve Johnson)

JANGAN asal mengisi daya baterai ponsel. Banyak orang mungkin sudah memiliki beberapa kebiasaan buruk saat mengisi daya ponsel, misalnya membiarkan pengisian baterai saat tidur. Padahal hal tersebut sangatlah tidak bagus untuk kesehatan baterai pada ponsel.

Apalagi ketika pengguna sedang mengisi daya hingga 100 persen dan ponsel tetap terhubung. Ini artinya pengguna sedang menggunakan baterai secara berlebihan dan memaksanya mengeluarkan energi saat tidak diperlukan.

Baca Juga:

Baterai Ponsel Pintar Masa Depan Bisa Awet 5 Tahun

Menurut laman Make Use Of, baterai isi ulang seperti yang ada pada ponsel secara bertahap akan kehilangan kapasitas seiring waktu (bahkan saat tidak digunakan). Pengguna akan melihat penurunan kapasitas setelah tahun pertama penggunaan. Bagi banyak orang, melewati satu hari penuh dengan sekali pengisian daya adalah hal yang mustahil di luar batas dua tahun.

Pengisian daya yang lama juga menyebabkan peningkatan suhu, yang secara tidak sadar menyebabkan menurunnya daya baterai. Hal tersebut sangat berbahaya dalam kasus-kasus ekstrem seperti menyimpan ponsel di bawah bantal. Karena kurangnya aliran udara tidak hanya dapat merusak baterai, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran.

Ponsel dan tablet menggunakan variasi baterai Li-Ion yang disebut Lithium-Ion Polymer. (Foto: Unsplash/Mika Baumeister)

Pengguna pun tidak seharusnya menggunakan ponsel secara ekstrem. Suhu di bawah 0 derajat Celcius dan di atas 70 derajat Celcius menurunkan masa baterai Li-Ion lebih cepat. Oleh karena itu, jangan berjemur jika ponsel sudah memanas dan jangan meninggalkan ponsel di dalam mobil saat cuaca panas dan dingin.

Biasanya produsen telah menentukan harapan hidup ponsel melalui 'siklus pengisian baterai'. Siklus pengisian daya didefinisikan sebagai pengisian baterai dari 0 hingga 100 persen dan kemudian dikosongkan kembali hingga 0 persen. Jumlah siklus pengisian daya yang diharapkan akan memberi tahu pengguna berapa banyak siklus penuh yang dapat ditangani baterai sebelum mulai kehilangan kapasitas secara nyata.

Baca Juga:

Penjualan Ponsel Huawei di Tiongkok Kalah Saing dengan Oppo dan Vivo

Baterai Lithium-Ion (Li-Ion) digunakan di sebagian besar teknologi pengisian daya. Baterai tersebut memiliki beberapa bentuk seperti ponsel, alat penguap, laptop, kendaraan listrik dan bahkan gergaji mesin. Baterai Li-Ion yang paling populer adalah 18650, yang dapat memakan waktu antara 300 dan 500 siklus pengisian penuh sebelum kapasitas turun menjadi sekitar 75 persen. Saat itulah kelemahan utama mulai berkembang.

Masa pakai baterai akan mengalami penurunan kapasitas setelah tahun pertama penggunaan. (Foto: Make Use Of)

Ponsel dan tablet menggunakan variasi baterai Li-Ion yang disebut Lithium-Ion Polymer (Li-Poly). Versi tersebut lebih aman, lebih kecil dan mengisi daya lebih cepat. Aturan masa pakai yang berlaku untuk baterai tersebut sama seperti baterai Li-Ion. Jika pengguna mengisi daya lebih dari 80 persen secara teratur dan membiarkannya turun di bawah 20 persen, maka baterai akan cepat rusak.

Kemudian pengguna juga harus menghindari pengisian ekstrem untuk memperpanjang masa pakai baterai. Pengisian dan pengosongan sebagian yang digabungkan hingga 100 persen dihitung sebagai satu siklus penuh. Jadi ketika pengguna mengisi dan mengosongkan sebagian antara 20 dan 80 persen, maka pengguna bisa mendapatkan 1.000 siklus penuh atau lebih sebelum mencapai penurunan kapasitas.

Hal tersebut terjadi dikarenakan baterai terdiri dari lapisan lithium cobalt oxide dan lapisan grafit. Ion litium berpindah dari grafit ke litium cobalt oksida untuk melepaskan energi. Ketika baterai tersebut diisi, maka ion-ion ini kembali ke lapisan grafit. (frs)

Baca Juga:

Mengecas Baterai Ponsel lewat Udara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Single ‘Suar’ Jadi Pengingat untuk Pendengar dari Payung Teduh
ShowBiz
Single ‘Suar’ Jadi Pengingat untuk Pendengar dari Payung Teduh

Payung Teduh kembali dengan single baru berjudul Suar.

5 Akal-Akalan Putusin Pacar, Kesel Banget Enggak Sih?
Fun
5 Akal-Akalan Putusin Pacar, Kesel Banget Enggak Sih?

Akal-akalan klasik biar bisa putus sama pacar.

Konser Hologram Whitney Houston Digelar di Las Vegas
ShowBiz
Konser Hologram Whitney Houston Digelar di Las Vegas

Hologram Whitney Houston akan membawakan sejumlah lagu hits-nya.

Cara Milenial Kaya Mengubah Industri Keuangan
Fun
Cara Milenial Kaya Mengubah Industri Keuangan

3,8 persen dari semua miliarder di dunia didominasi oleh milenial.

Siasat AFTECH Berantas Menjamurnya Pinjol Ilegal
Fun
Siasat AFTECH Berantas Menjamurnya Pinjol Ilegal

Dengan kemudahan yang dijanjikan di awal namun menjerat masyarakat di akhir.

Selain 'The Medium', 5 Film Horor Thailand ini Dijamin Bikin Merinding
ShowBiz
Selain 'The Medium', 5 Film Horor Thailand ini Dijamin Bikin Merinding

Jauh sebelum The Medium, film horor Thailand memang sudah terkenal dengan kengerian yang sukses bikin penonton merinding.

Tips Merawat Ban Mobil Agar Aman Dipakai di Musim Hujan
Fun
Tips Merawat Ban Mobil Agar Aman Dipakai di Musim Hujan

Merawat ban mobil sangat penting, khususnya di musim hujan, agar aman dan nyaman saat berkendara

Juara di TI 10 Dota 2, Team Spirit Bawa Pulang Rp 253 Miliar
Fun
Juara di TI 10 Dota 2, Team Spirit Bawa Pulang Rp 253 Miliar

Kali pertama Team Spirit bergabung di The International Dota 2 Championship.

Bahaya Optimisme yang Tidak Realistis dalam Hadapi COVID-19
Fun
Bahaya Optimisme yang Tidak Realistis dalam Hadapi COVID-19

Data ilmiah yang muncul menunjukkan pola pikir optimisme tidak realistis ber hubungan dengan meremehkan kemungkinan terkena COVID-19

Tembus Perguruan Tinggi di Korea Selatan walau Belajar Santai
Fun
Tembus Perguruan Tinggi di Korea Selatan walau Belajar Santai

Tembus perguruan tinggi di Korea Selatan sangat mudah.