Kasus COVID-19 Kembali Meningkat, Restoran New York Hanya Sediakan Area Outdoor Menjaga jarak sosial dan memakai masker tidak maksimal. (Foto: Unsplash/Luca Bravo)

MENYANTAP makan di restoran New York tidak bisa dalam ruangan. Karena kasus COVID-19 meningkat, hanya area outdoor saja yang dibuka untuk pengunjung restoran.

The Big Apple tadinya berada di fase 4 dan ingin menuju fase 3 dalam menanggapi COVID-19. Namun, peningkatan kasus COVID-19 membuat Gubernur Andrew Cuomo membatalkan rencana itu.

Baca juga:

Gelombang Baru Kasus COVID-19, Melbourne kembali Lockdown

Cuomo memutuskan hal itu karena khawatir penyebaran COVID-19 di negara lain meningkat. Selain itu, banyak pula warga kota yang tidak patuh dengan imbauan menjaga jarak dan memakai masker. "Ini akan ditunda sampai fakta berubah dan lebih bijaksana untuk membuka kembali," kata Cuomo

1
Masih melihat tingkat kepatuhan warga. (Foto: Unsplash/Robert Hoffmann)

Sebelumnya, pada 22 Juni New York sempat memasuki fase 2 penanganan COVID-19. Hal ini membuat sejumlah restoran boleh menyediakan fasilitas menyantap makanan di area outdoor. Toko, salon, hingga taman bermain juga kembali dibuka selama fase 2.

Di sisi lain, beberapa daerah lain di negara bagian telah pindah ke fase 3. Beberapa bahkan masuk ke fase 4, yang artinya situasi penyebaran virus semakin genting.

Fase 3 biasanya akan memungkinkan restoran di dalam ruangan dibuka kembali. Lalu kapasitas pengunjung dibatasi 50 persen. Namun, di negara bagian AS lainnya tetap membolehkan restoran membuka area indoor untuk pengunjung walau berada di fase 3.

Baca juga:

New York akan Mengizinkan Bersantap di Ruang Terbuka Mulai Besok Senin

2
Restoran dan bar telah merugi secara finansial. (Foto: Unsplash/Nicolai Berntsen)

Keputusan itu diambil ketika New York terus mengalami penurunan dalam kasus baru, rawat inap, dan kematian. Secara total, kota ini telah mencatat lebih dari 212.000 kasus terkonfirmasi dan lebih dari 18.400 kematian terkonfirmasi, demikian menurut Departemen Kesehatan kota. "Bersantap di dalam ruangan saat ini menjadi masalah," ujar Walikota Bill de Blasio.

Andrew Rigie, direktur eksekutif Aliansi Perhotelan Kota New York mengatakan kepada T + L pada hari Rabu pentingnya memperluas tempat bersantap luar ruangan dari sudut pandang ekonomi. "Kami menghormati keputusan pemerintah dan pejabat kesehatan masyarakat untuk menunda pembukaan kembali ruang makan dalam ruangan yang dijadwalkan pada tanggal 6 Juli," ujar Rigie.

New York tidak sendirian dalam menunda kebijakan bersantap di dalam ruangan. New Jersey melakukan hal yang sama awal pekan ini. Menunda bersantap di dalam ruangan yang semula seharusnya dilanjutkan pada tanggal 2 Juli.

New York, bersama dengan New Jersey dan Connecticut, telah menerapkan karantina wajib bagi siapapun memiliki “tingkat infeksi tinggi” COVID-19, yang saat ini mencakup 16 negara. (lgi)

Baca juga:

New York City Membuka Lockdownnya

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Leonard G.I

LAINNYA DARI MERAH PUTIH