Kunjungi Tulungagung, Kepala BNPT Temui Umar Patek dan Ingatkan Bahaya Internet Kepala Komjen Pol. Suhardi Alius saat mengunjungi Lapas kelas 1, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (15/8). (Dok BNPT)

MerahPutih.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Suhardi Alius menyambangi mantan bomber Umar Patek di Lapas kelas 1, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Kunjungan menemui narapidana kasus terorisme (napiter) yang juga dikenal sebagai salah satu perakit bom terbaik di dunia ini merupakan program BNPT dalam penanganan masalah terorisme dari hulu sampai hilir.

Selain menemui Umar Patek, Kepala BNPT juga mengunjuni Ismail Yamsehu, Asep Jaya dan Samsudin alias Fathur pada Selasa (15/8) kemarin. Ketiganya merupakan napiter kasus Ambon.

“Kami dari BNPT mempunyai program untuk mendatangi lapas-lapas, khususnya untuk mendatangi para narapidana kasus terorisme. Di mana kami berharap dengan kedatangan kami ke lapas-lapas mereka (napiter) bisa berubah selama dalam masa penahanannya,” ujar Suhardi Alius dalam keterangannya.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNPT terlibat diskusi dan sharing dengan para napiter. Suhardi juga memberikan imbauan agar menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara.

“Saya ingatkan mereka bahwa kita boleh punya masa lalu, tapi kita juga punya masa depan. Lupakan masa lalu. Mari kita merajut hal-hal yang baik," ujar alumni Akpol tahun 1985 ini.

Usai dari Lapas Porong, Kepala BNPT dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Tulungagung untuk menghadiri acara silaturahim yang diselenggarakan lembaga pembelajaran Alquran, Institute of Quran Reading and Application (IQRA), di Hotel Crown, Tulungagung.

Di acara tersebut Suhardi mengingatkan akan kerentanan generasi muda terhadap pupusnya nilai kebangsaan dan paham radikalisme. Lebih lanjut, beliau mengingatkan akan penyebaran ideologi berbahaya dalam konten yang tersebar di internet.

“Kita perlu perkuat lagi resonansi kebangsaan anak muda, ingatkan lagi mereka akan nilai-nilai persatuan kebangsaan kita. Perkembangan teknologi dan globalisasi juga mempengaruhi anak-anak kita,” ujar kepala BNPT mengakhiri. (*)


Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH