Kunjungi Pasar Tradisional di Surabaya, Anggota DPR Ini Bantah Pengakuan Jokowi Presiden Jokowi dan Ibu Negara saat di pasar tradional di Papua. (FB/Presiden Joko Widodo)

MerahPutih.com - Pernyataan Presiden Jokowi yang menyebutkan daya beli masyarakat naik dianggap tidak sesuai kenyataan. Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo Soekarnoto saat melakukan sidak di pasar-pasar tradisonal di Surabaya.

"Jadi, ketika kami tanyakan ke pedagang, ternyata semua jawabnya sama. Daya beli masyarakat itu sudah turun sekitar 40 persen. Ini fakta," terang Bambang saat di Pasar Genteng Surabaya.

Bambang pun mempertanyakan pernyataan Presiden Jokowi yang mengacu pada pembelian yang banyak beralih pada sistem online.

"Persoalannya, banyak ibu-ibu yang tidak bisa online. Kalau pun bisa mengunakan ponsel, daging mentah dan rempah rempah lainnya apa ya bisa dibeli online. Kalau bisa, bagaimana nasib pasar tradisional," katanya.

Dari hasil sidak, kata Bambang, ada beberapa faktor yang menyebabkan pasar tradisonal mulai sepi pengujung. Salah satunya adalah faktor kebersihan.

"Ternyata pasarnya begitu kumuh. Pasar baru dibersihkan ketika ada kunjungan pejabat yang datang. Ini kan aneh, ngapain melayani pejabat. Seharusnya pasar tiap hari dibersihkan, agar ibu-ibu betah belanja di pasar. Ketika banyak transaksi, berati pasar tidak mati," ujarnya.

Bukan hanya itu, lanjut Bambang, selain kumuh, fasilitas juga tidak mendukung. Mulai dari alat pemadam yang tidak pernah dicek kelayakan fungsinya, serta tidak ada tim medis di pasar.

Oleh sebab itu, Bambang Haryo menekankan kepada pemerintah agar benar-benar memperhatikan pasarnya, tidak hanya sekadar membenahi pasar saat ada pejabat.

"Untung saya tadi sidak sendiri, jadi akhirnya tahu semua. Ternyata pasar tradisonal kita itu seperti ini. Kumuh, tidak menunjang," tutupnya. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Budi Lentera, kontributor merahputih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Menolak Kebijakan Baru, Pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi Mogok Dagang

Kredit : budilentera


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH