Kunjungi Korban Gempa Lombok, Mahfud MD Puji Relawan Asal Inggris Mahfud MD bersama relawan asal Inggris James Cameron Morris (tengah) di Lombok Utara (Foto: Twitter @mohmahfudmd)

MerahPutih.Com - Mahfud MD melewatkan akhir pekannya dengan mengunjungi para korban gempa Lombok di Dusun Cupek, Desa Sigar Penjalin, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menemui para pengungsi khususnya anak-anak yang terpaksa belajar di tenda-tenda darurat.

Kedatangan anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu untuk melihat secara langsung kondisi terkini warga, khususnya proses belajar siswa di tenda darurat pascagempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok, sejak akhir Juli hingga Agustus 2018.

Melihat kondisi tersebut, Mahfud mengaku proses belajar mengajar sangat penting bagi anak-anak korban karena sekaligus menjadi cara utama untuk pemulihan trauma.

Mahfud MD bersama anak-anak pengungsi
Mahfud MD bersama anak-anak pengungsi korban gempa Lombok (Foto: Twitter @mohmahfudmd)

"Yang paling pokok sekarang kalau untuk anak-anak trauma healing. Kemudian tempat penampungan belajar seperti ini. Sekolah darurat karena mereka belum bisa sekolah dengan normal," ujar mantan Menteri Pertahanan ini di Lombok Utara, Sabtu, (8/9).

Mahfud MD mengatakan, pemulihan trauma bagi korban gempa, khususnya para siswa di sekolah darurat tersebut, merupakan salah satu kebutuhan jangka pendek yang harus diterima korban gempa.

Melalui akun twitternya, @mohmahfudmd, Guru Besar UII Yogyakarta ini memuji salah seorang relawan asal Inggris yang membantu anak-anak pengungsi korban gempa Lombok.

"Rasa kemanusiaan tak mengenal sekat negara, ras, dan agama. Lihatlah James Cameron Morris (tengah) yg datang dari Inggeris utk menjadi relawan di lokasi gempa bumi di Cupek, Tanjung, Lombok. Dia mengajar di sekolah darurat utk anak2 korban gempa yg sekolah dan rumahnya hancur," cuit Mahfud MD.

Ia berharap, proses rehabilitasi gempa Lombok bisa berjalan cepat. Sebab, jika proses jangka pendek ini sudah berjalan baik, dan para siswa sudah bisa kembali bersekolah seperti sebelumnya dengan bangunan yang nyaman dan aman, maka masuk ke proses jangka panjang berupa rehabilitasi bangunan dan rumah warga.

"Untuk jangka panjang perlu bantuan-bantuan yang sifatnya materiil juga, baik untuk makanan maupun rehabilitasi rumah-rumah yang hancur," kata Mahfud sebagaimana dilansir Antara.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Provinsi Jawa Barat Ekspor Kopi dan Teh ke Inggris



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH