Kunjungi Kampung Akuarium, Anies Gendong Anak Bernama Anies Sandi Anies sempat menggendong seorang bocah berusia 1 tahun yang merupakan warga Kampung Akuarium. Foto: MP?Asropih

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan pada acara peringatan dua tahun penggusuran paksa Kampung Akuarium di Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu (14/4).

Usai memberikan sambutan, Anies sempat menggendong seorang bocah berusia 1 tahun yang merupakan warga Kampung Akuarium.

Suami dari Fery Farhati Ganis ini sempat tertawa melihat tingkah bocah kecil itu yang sempat mondar-mandir di depan panggung saat acara. Yang menarik lagi, ternyata bocah itu bernama Muhammad Anies Sandi atau Asa.

Diketahui, Asa merupakan anak keenam dari seorang ibu bernama Supiyati. Anies sempat tak menyangka kalau nama bocah itu dinamakan nama dirinya dan nama koleganya Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

Kampung Akuarium. Foto: ANTARA

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun mengucapkan terima kasih dan hal tersebut merupakan sebuah kehormatan baginya.

"Dan bagi saya, yang penting adalah anak ini suatu saat bisa seperti kita semua. Bisa sehat, sekolah itu yang penting. Dan mudah-mudahan ibu, nanti di masa tuanya mudah-mudahan dirawat yang baik ya," ujar Anies.

Pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat ini pun memanjatkan doa kepada anak itu. Ia pun berharap Asa, panggilan bocah tersebut bisa segera memiliki rumah lagi.

"Insya Allah anak ini jadi tanda bahwa ia lahir di puing-puing, dan Insya Allah saat dia jadi balita, puing-puingnya jadi rumah. Dia bisa bermain di tempat ini, jadi tempat yang menyenangkan. Dan lagi Insya Allah ke depan dia bisa seperti yang lain," tuturnya

Dengan begitu, Anuis berjanji akan segera menyelesaikan pembangunan Kampung Amuarium yang sebelumnya digusur pada masa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Kampung Akuarium. Foto: ANTARA

Sementara itu, Ibunda Asa, Supiyati menjelaskan kenapa anaknya diberi nama Anies, bukan Ahok yang saat itu menjabat menjadi Gubernur DKI.

Supiyati mengaku trauma mendengar nama itu. Sebab, ia masih ingat saat-saat tempat ia meneduh dari panas dan hujan digusur oleh Pemprov DKI Jakarta di masa Ahok.

"Gak mau lah. Trauma kampung saya digusur seenaknya gitu aja," kata Supiyati. (Asp)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH