Kunjungan Jokowi ke Ukraina-Rusia Torehkan Sejarah dalam Menjaga Perdamaian Dunia Presiden RI Joko Widodo (kiri) dalam konferensi pers bersama Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) di Istana Kremlin, Kamis (30/6/2022). (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi Ibu Negara Joko Widodo telah selesai mengunjungi dua negara yang sedang berperang, Ukraina dan Rusia, Rabu (29/6) dan Kamis (30/6).

Pengamat Pertahanan Anton Aliabbas berpendapat, Presiden Jokowi ingin menorehkan sejarah bagi bangsa Indonesia dalam upaya mendamaikan konflik antara Ukraina dan Rusia.

"Presiden Jokowi ingin juga menorehkan sejarah sebagai pemimpin bangsa yang ikut andil dalam mendamaikan konflik antarnegara," kata Anton menanggapi kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia di tengah situasi perang, di Jakarta, Jumat (1/7).

Baca Juga:

Jokowi Kenang Tjahjo Kumolo sebagai Politisi dengan Pengabdian Tinggi

Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) ini menyebutkan, pada lima tahun periode awal pemerintahan, Jokowi lebih banyak menghabiskan kepemimpinannya dalam penguatan diplomasi bilateral.

Namun, tersebut dikembangkan pada periode kedua dengan meningkatkan aktivitas pelaksanaan politik luar negeri dalam forum multilateral.

"Dan kunjungan ke Ukraina dan Rusia ini merupakan bentuk nyata dari pelaksanaan amanat pembukaan UUD 1945 yakni ikut serta dalam menjaga perdamaian dunia," ujarnya, dikutip Antara.

Langkah yang dilakukan Jokowi dengan mendatangi Kiev dan bertemu Presiden Ukraina Zelenskyy tidaklah bebas risiko.

Sebab, perang masih berlangsung dan belum ada tanda-tanda akan berhenti. Apalagi, Rusia masih aktif melakukan serangan ke sejumlah tempat.

"Apa yang dilakukan Jokowi mendatangi dua negara bertikai tentu saja merupakan rangkaian dari upaya untuk menengahi konflik tersebut," ujarnya.

Sikap imparsialitas yang ditunjukkan Jokowi dengan aktif menemui dua pemimpin bertikai memang dibutuhkan oleh pihak yang menawari diri sebagai potensial mediator.

"Karena dengan begitu, ide-ide awal yang diungkapkan para pemimpin bertikai dapat diolah untuk menjadi tawaran agenda perundingan perdamaian," kata Anton.

Sekalipun secara kekuatan politik relatif, Indonesia masih kalah dari Rusia, akan tetapi Indonesia tetap mempunyai peluang untuk menjadi mediator.

"Dan salah satu titik kuncinya adalah penerimaan dari dua pihak yang bertikai. Dan sikap pemimpin Ukraina dan Rusia yang menerima kunjungan Jokowi merupakan signal awal penerimaan Indonesia sebagai potensial mediator," katanya.

Baca Juga:

Jokowi Tegaskan Polri Hadir di Tengah Situasi Sulit

Meski misi perdamaian Jokowi sudah selesai, namun menurut Anton, sebenarnya saat ini bukan momentum yang tepat untuk mendorong adanya perundingan damai.

Hal itu dikarenakan, Rusia dan Ukraina belum berada pada posisi hurting stalemate atau titik lelah eskalasi konflik bersenjata.

"Di sisi lain, ripe moment atau masa yang matang untuk memaksa kedua belah pihak duduk di meja perundingan juga belum terbentuk," katanya.

Meski demikian, peluang untuk terjadinya perundingan damai tetap dapat terjadi. Salah satunya adalah melalui pendekatan yang intensif kepada para pihak bertikai untuk mau duduk berunding.

"Jokowi punya kans untuk memainkan peranan itu. Tinggal sejauh mana kesiapan dan keseriusan Indonesia untuk menawarkan diri sebagai mediator perundingan damai," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Anton juga berpendapat misi yang dibawa Presiden Jokowi itu sebenarnya tak lepas dari agenda Presidensi G-20 yang akan digelar di Bali pada November 2022 mendatang.

Di mana sebagai pemegang Presidensi G-20, ancaman walkout negara lain atau ketidakhadiran Rusia saat gelaran G-20 dapat berpengaruh terhadap kredibilitas Indonesia maupun keputusan yang akan dihasilkan.

"Jadi kunjungan (misi perdamaian) ini juga tidak bisa dilepaskan dari upaya melancarkan perhelatan G-20," katanya. (*)

Baca Juga:

Bertemu Putin, Jokowi Nyatakan Siap Jembatani Komunikasi Rusia dan Ukraina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda Metro dan Satpol PP DKI Gerebek Kafe Holywings di Tebet
Indonesia
Polda Metro dan Satpol PP DKI Gerebek Kafe Holywings di Tebet

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) dan Satpol PP DKI menggerebek kafe Holywings di Jalan Gatot Subroto, Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu (16/10) dini hari tadi.

Terungkap! Uang Suap dari Azis Syamsuddin untuk Sawer Biduan hingga Maju Pilkada
Indonesia
Terungkap! Uang Suap dari Azis Syamsuddin untuk Sawer Biduan hingga Maju Pilkada

Pengacara Maskur Husain mengaku menggunakan sebagian uang haram senilai total Rp 2,55 miliar yang diduga diterima dari Azis Syamsuddin dan politikus Partai Golkar Aliza Gunado untuk berbagai keperluan pribadi.

Angka Kematian Bayi di Bandung Masih Tinggi
Indonesia
Angka Kematian Bayi di Bandung Masih Tinggi

Untuk mencegah terjadinya kematian ibu maupun bayi, selama masa kehamilan harus rutin memeriksa kandungan ke dokter. Minimal 4 kali, biar terpantau kondisi ibu dan bayinya.

Belum Digeser dari Parlemen Kebon Sirih oleh PSI, Viani: Masih Sayang Kali Sama Saya
Indonesia
Belum Digeser dari Parlemen Kebon Sirih oleh PSI, Viani: Masih Sayang Kali Sama Saya

Setelah surat tersebut sudah diterima, nantinya akan ditindaklanjuti ke Ketua DPRD DKI

Ridwan Kamil Perintahkan Seluruh RS di Jawa Barat Siaga 1
Indonesia
Ridwan Kamil Perintahkan Seluruh RS di Jawa Barat Siaga 1

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil memerintahkan semua rumah sakit di wilayahnya untuk siaga 1 dengan penambahan kasur atau ruang pasien, ketersediaan tabung oksigen hingga obat-obatan.

Pemkot Yogyakarta Aktifkan Kembali Mobil Drive Thru e-KTP
Indonesia
Pemkot Yogyakarta Aktifkan Kembali Mobil Drive Thru e-KTP

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Yogyakarta mengaktifkan kembali layanan drive thru cetak kartu tanda penduduk elektronik keliling.

Jokowi Minta TNI Fokus Investasi Dibanding Belanja Pertahanan
Indonesia
Jokowi Minta TNI Fokus Investasi Dibanding Belanja Pertahanan

Kepala Negara juga meminta para prajurit TNI untuk selalu bersiap menghadapi berbagai ancaman

Pemprov DKI Belum Terima Permohonan Izin Konser Justin Bieber
Indonesia
Pemprov DKI Belum Terima Permohonan Izin Konser Justin Bieber

Pemerintah DKI Jakarta belum menerima surat permohonan izin kegiatan konser Justin Bieber di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK) pada 3 November 2022 mendatang. Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Disparekraf DKI Jakarta Iffan mengungkapkan, bahwa pihak promotor konser penyayi asal Kanada itu baru sekadar mengumumkan dengan tujuan promosi.

Densus 88 Selidiki Dugaan Aliran Dana Oknum ACT ke Organisasi Terlarang
Indonesia
Densus 88 Selidiki Dugaan Aliran Dana Oknum ACT ke Organisasi Terlarang

Pengusutan aliran dana mencurigakan dari oknuk yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) memasuki babak baru.

Bantu Warga Terdampak PPKM Level 4, Kementan Sediakan ATM Beras di Solo
Indonesia
Bantu Warga Terdampak PPKM Level 4, Kementan Sediakan ATM Beras di Solo

ATM beras ini stanby di lima koramil di Solo. Adapun teknisnya akan diserahkan ke Kodim 0735/Solo untuk distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan.