Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia Sejalan Cita-Cita UUD 1945 Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Kamis, (30/6). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan misi perdamaian dengan mengunjungi dua negara yang tengah berkonflik, yaitu Ukraina dan Rusia.

Langkah yang ditempuh oleh Jokowi ini dianggap tidak efektif oleh sebagian pihak. Pasalnya, setelah kunjungan tersebut, Rusia masih melancarkan serangan ke Odessa, Ukraina.

Baca Juga:

Vladimir Putin Puji Jokowi yang Informatif saat Berdialog

Meski demikian, langkah Jokowi mendapatkan banyak apresiasi. Di antaranya dari Anggota DPD RI, Hilmy Muhammad. Menurutnya, langkah orang nomor satu di Indonesia itu sudah tepat karena merupakan bagian dari impelentasi nilai-nilai yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.

“Langkah Presiden sudah tepat dan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan. Beliau sangat memahami dan menjunjung tinggi UUD NRI 1945 yang di dalamnya menyatakan bahwa Indonesia harus berperan dalam mewujudkan perdamaian dunia. Itu dasar hukum negara kita. Dan Presiden mempraktikkannya dengan sangat baik,” kata Hilmy dalam keterangannya, Minggu (3/7).

Pria yang akrab disapa Gus Hilmy tersebut menambahkan, yang terpenting adalah usahanya. Mengenai hasilnya, Gus Hilmy mengajak seluruh masyarakat mendoakan perdamaian itu terwujud.

“Seluruh masyarakat, kami harap turut mendukung langkah Presiden ini. Hasil itu nomor dua, yang penting sudah diusahakan maksimal. Semoga dunia bisa kembali berdamai,” ujar Senator asal Yogyakarta itu.

Anggota Komite I DPD ini juga mengingatkan bahwa apa yang dilakukan Presiden Jokowi bukan untuk kepentingan Indonesia, melainkan untuk perdamaian dunia. Gus Hilmy pun optimis, bahwa nantinya perdamaian dapat terwujud.

“Kita bisa melihat bagaimana antusiasme Presiden Putin atas kedatangan Presiden Jokowi, sehingga menghasilkan berbagai kesepakatan. Keduanya tampak lebih mesra dibanding pemimpin negara lain, karena Presiden Jokowi tulus dengan proposalnya,” kata dia.

Baca Juga:

Kunjungan Jokowi ke Ukraina-Rusia Torehkan Sejarah dalam Menjaga Perdamaian Dunia

Katib Syuriah PBNU tersebut juga mengajak negara-negara lain mengikuti langkah Presiden Indonesia ini. Sejauh ini masih ada negara-negara yang sengaja membuat suasana di antara kedua negara tersebut semakin panas.

"Kita akan dapat melihat peradaban dunia yang indah jika para pemimpin dunia dapat bersikap seperti Presiden kita dalam mewujudkan perdamaian. Kalau tidak bisa membuat perdamaian, setidaknya jangan memancing peperangan terus terjadi,” ajak Gus Hilmy.

Melihat sejarah, perdamaian dalam peperangan tidak serta-merta dapat terhenti seketika meski sudah ada pihak yang berusaha mendamaikan. Kedua kepala negara yang berkonflik harus bertemu dan membuat kesepakatan.

Hal ini pulalah yang terjadi antara Indonesia dengan Belanda dulu. Kedua negara bertemu dan menandatangi perjanjian kedaulatan hingga akhirnya Indonesia benar-benar terlepas dari penjajahan dan perang pun berakhir.

Demikian pula dengan Rusia dan Ukraina. Dengan Presiden Jokowi mendatangi sekaligus mengundang langsung kedua presiden yang tengah berkonflik tersebut, ada harapan G20 menjadi momentum duduk bersama untuk membicarakan perdamaian.

"Masa depan perdamaian terlihat lebih cerah dan mudah. Di antaranya persetujuan Putin soal distribusi pangan. Oleh karena itu, kita tunggu, momentum penting Indonesia menunjukkan perannya dalam mewujudkan perdamaian dunia menjelang akhir tahun ini,” tutup Gus Hilmy. (Pon)

Baca Juga:

Jokowi Kenang Tjahjo Kumolo sebagai Politisi dengan Pengabdian Tinggi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cerita Keluarga Nakes tentang Monumen Pejuang COVID-19
Indonesia
Cerita Keluarga Nakes tentang Monumen Pejuang COVID-19

Rohaetin terkonfirmasi positif COVID-19 ketika ia mulai melahirkan

Kasus Positif COVID-19 di SMA Warga Solo Bertambah Jadi 21 Orang
Indonesia
Kasus Positif COVID-19 di SMA Warga Solo Bertambah Jadi 21 Orang

Dari hasil tersebut sebanyak sembilan orang dinyatakan positif COVID-19. Dengan demikian total ada 21 orang positif corona di SMA Warga Solo.

Kabar Gembira Bagi ASN, Jokowi Naikkan Tunjangan PNS Humas Pemerintah
Indonesia
Kabar Gembira Bagi ASN, Jokowi Naikkan Tunjangan PNS Humas Pemerintah

Jokowi melihat nominal tunjangan dalam Perpres lama sudah tidak sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan terkini PNS

[HOAKS atau FAKTA] Masyarakat dengan Komorbid Tidak Bisa Naik KRL
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Masyarakat dengan Komorbid Tidak Bisa Naik KRL

PT KCI mengklarifikasi lewat akun twitternya

Polantas Minta Sekarung Bawang Bakal Dibui
Indonesia
Polantas Minta Sekarung Bawang Bakal Dibui

Propam masih menggali motif Aipda PDH meminta sekarung bawang ke pengemudi truk yang ditilangnya

10 Kawasan Ditutup Saat Malam Tahun Baru Mulai Pukul 22.00 WIB
Indonesia
10 Kawasan Ditutup Saat Malam Tahun Baru Mulai Pukul 22.00 WIB

Yang tidak boleh yang mau merayakan tahun baru saja ya

Luhut Janjikan Bangun Solar Cell 100 MW di Proyek Citarum Harum
Indonesia
Luhut Janjikan Bangun Solar Cell 100 MW di Proyek Citarum Harum

Pemerintah akan membangun panel solar cell di atas air Danau Retensi Cieunteung yang memiliki luas 8,7 hektare dan Danau Andir seluas 4,7 hektare.

Ombudsman RI Minta Pelayanan Publik Cantumkan Informasi Jelas Soal Tarif
Indonesia
Ombudsman RI Minta Pelayanan Publik Cantumkan Informasi Jelas Soal Tarif

Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih mendorong kepada seluruh penyelenggara pelayanan publik untuk mencantumkan informasi yang jelas kepada masyarakat untuk menghindari maladministrasi dan pungli.

Hujan Deras di Puncak Merapi, Dua Truk Pasir Terjebak Lahar Dingin
Indonesia
Hujan Deras di Puncak Merapi, Dua Truk Pasir Terjebak Lahar Dingin

Sedikitnya dua truk pasir terjebak di Kali Woro akibat terkena lahar dingin Gunung Merapi, Selasa (19/4). Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Hanya saja, truk yang terjebak lahar dingin mengalami kerusakan berat.

Mulai Besok, Penumpang KRL Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin
Indonesia
Mulai Besok, Penumpang KRL Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin

"Karena harus menunjukkan sertifikat vaksin,” jelas VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan persnya, Selasa (7/9).