KULINERAN DI NEGERI AING Ilustrasi Kuliner Negeri Aing. (MP/Fikri)

CUMA di 'Negeri Aing' semua hal bisa digoreng. Mulai sayuran, buah, daging, umbi-umbian, biji-bijian, hama, sampai isu. Gorengan itu akan berfungsi sebagai camilan, lauk, atau camilan dijadikan lauk saat 'tanggal tua'. Masyarakat +62 memang butuh suara garing pada tiap suapan tapi bukan lawakan.

Saking keranjingan menggoreng, jika di negara asalnya fusilli, penne, spaghetti, maccheroni, dan linguine direbus lalu ditambah aneka saus dan daging, mungkin cuma di Indonesia semua itu digoreng garing lalu ditaburkan bubuk; cabai, bawang, garam, dan keju. Kudapan tersebut mudah dijumpai dijajakan di depan sekolah sampai gerai ternama mengusung nama beragam umpatan dengan level pedas bisa diatur.

Gorengan telah mendarah-daging. Bahkan bahan baku minyak goreng telah digolongkan sebagai salah satu dari sembilan bahan pokok (sembako) lantaran menjadi elan vital. Tak heran bila gorengan digoreng dadakan lima ratusan mudah dijumpai di setiap sudut tempat di Indonesia, dari tempat wisata sampai lokasi demonstrasi.

Meski gorengan sangat Indonesia banget, sesungguhnya kegiatan menggoreng merupakan teknik memasak paling belakangan dikenal masyakarat Indonesia. Teknik menggoreng, merunut Denys Lombard pada Nusa Jawa Silang Budaya, diperkenalkan orang Tionghoa dengan menggunakan peralatan, seperti kuali dan wajan wok. Tak cuma teknik memasak, persilangan bahan hingga sajian masakan dan kudapan Tionghoa dengan tradisi tiap daerah pun meramaikan ragam kuliner Nusantara.

Kuliner di Indonesia bukan semata sajian, melainkan kultur nan dinamis. Dua atau lebih entitas sekira susah bersatu bak air dan minyak ternyata jadi bahan utama tumisan di satu wajan. Bukan olahraga pembuat orang jadi sportif, tetapi kuliner karena lidah-meski mengenal beragam rasa-cuma punya satu bahasa; enak!

Disadari atau tidak, orang Indonesia sesungguhnya telah majemuk sejak dalam hidangan. Misalnya, sajian lebaran terdapat persentuhan tradisi India pada opor dan gulai, Tionghoa pada manisan dan dodol, serta Eropa pada kue kering kastangel dan nastar. Malahan persentuhan tersebut datang dari kebiasan 'hantaran' masing-masing keturunan Eropa, India, dan Tionghoa saat mengunjungi saudara muslim tanah air. Maka, kuliner itu bukan cuma tentang rasa tapi tentang kisah di dalamnya.

Di beberapa daerah, kuliner bisa berfungsi sebagai keperluan ritual atau justru ritual itu sendiri. Di dalam ritual daur hidup manusia, paling tidak ada hidangan ayam bekakak atau ingkung, tumpeng, bubur merah-putih, dan lainnya sebagai syarat mutlak. Bahkan, cara pengolahannya pun khusus sehingga membedakannya dari sajian biasa dimakan sehari-hari.

Sementara, di ranah kontemporer, banyak pakem dan kebakuan dilanggar ketika kuliner baru muncul. Bayangkan betapa orang Amerika terkaget-kaget saat melihat ayam goreng tepung asal negeri Paman Sam, justru jadi ayam geprek di Indonesia, orang Italia kebingungan begitu menyaksikan makaroni goreng, dan orang Tiongkok teraneh-aneh mendapati kecap manis. Begitulah kuliner menghapus sekat.

Kebanyakan orang malah punya semacam blessing in disguise pada makanan. Meski tahu dan sering jadi tontonan seolah 'investigasi' di layar kaca tentang pembuatan saus botolan, banyak orang ternyata tetap butuh dan tak lengkap saat makan bakso tanpa saus merah manis dan asin.

Di bulan kedua tahun 2021, merahputih.com mengetengahkan tema Kuliner Negeri Aing sebagai lonceng pengingat kembali belajar kemajemukan dari hidangan sehari-hari. Manusia Indonesia hari ini perlu menata ulang persatuan dari lidah sebagai indera perasa bukan pemroduksi kata. Sebulan penuh, redaksi akan memproduksi artikel berkait kultur, cerita, kebiasan unik, dan karakteristik kuliner di 'Negeri Aing' sebagai paling tidak dokumentasi.

Bila di masa lalu idiom 'makan enggak makan asal kumpul' sering didengung-dengungkan, maka kini tak lagi aktual sebab pandemi COVID-19 memaksa orang jaga jarak sosial. Makan boleh, dan harus. Kumpul sebisa mungkin jangan. Yang penting makan harus enak. Makan enggak makan asal maknyus! (*)

Bawang Bikin Bau Badan?
Fun
Makan Tanpa Sendok-Garpu Lebih Nikmat
Fun
Bawang Bikin Bau Badan?
Fun
Makan Tanpa Sendok-Garpu Lebih Nikmat
Fun
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
11 Gejala Dehidrasi, Tanda Harus Membatalkan Puasa
Fun
11 Gejala Dehidrasi, Tanda Harus Membatalkan Puasa

Dehidrasi bisa sangat berbahaya dan mengancam nyawa.

Mengintip Indahnya Fenomena 'Awan Pelangi' Langka di Jepang
Fun
Mengintip Indahnya Fenomena 'Awan Pelangi' Langka di Jepang

Sebuah awan mirip pelangi muncul di Jepang.

4 Prediksi Tren Fashion di 2021, Mana Favoritmu?
Fashion
4 Prediksi Tren Fashion di 2021, Mana Favoritmu?

Pakailah busana yang membuatmu tetap nyaman.

Divisi Baru Riot Games Hadirkan Game 'Ruined King'
Fun
Divisi Baru Riot Games Hadirkan Game 'Ruined King'

Game ini hadir berkat kerjasama para developer indie di divisi terbarunya, Riot Forge.

Kiat Efektif untuk Para Guru dalam Memberikan Tugas Sekolah selama PSBB
Fun
Kiat Efektif untuk Para Guru dalam Memberikan Tugas Sekolah selama PSBB

Ini kata Rizqy Rahmat Hani, knowledge coordinator Kampus Guru Cikal seputar tugas ketika pembelajaran jarak jauh

Bongkar Klaim Vitamin C Dapat Menyembuhkan COVID-19
Fun
Bongkar Klaim Vitamin C Dapat Menyembuhkan COVID-19

Apa benar vitamin C sangat ampuh untuk membasmi virus Corona?

WandaVision Resmi Tayang, Jadi Gerbang Pembuka Fase 4 MCU
ShowBiz
WandaVision Resmi Tayang, Jadi Gerbang Pembuka Fase 4 MCU

Beberapa serial Marvel dan Disney akan rilis ke depannya.

Mengintip Canggihnya PC Gaming Buatan Konami
Fun
Mengintip Canggihnya PC Gaming Buatan Konami

Hadir lengkap dengan keyboard dan headphone.

Selain Jadi Pro Player, Dunia Esports Punya Banyak Potensi Karier
Fun
Selain Jadi Pro Player, Dunia Esports Punya Banyak Potensi Karier

Tak hanya pro player saja, di dunia Esports banyak terdapat potensi karir lainnya yang menjanjikan

Dokumenter Sulli 'DocuPlex' Tayang Perdana di MBC
ShowBiz
Dokumenter Sulli 'DocuPlex' Tayang Perdana di MBC

Menghadirkan sang ibu dan Tiffany SNSD.