KUHP Anyar Mendesak Disahkan

MerahPutih.com - Penerapan KUHP anyar mendesak dilakukan mengingat KUHP yang ada saat ini sudah usang. Padahal, upaya dalam melakukan perubahan terhadap UU KUHP telah berlangsung selama 60 tahun, namun belum berhasil.

"Pentingnya resultante baru pada KUHP yang telah digunakan sejak jaman kolonial Belanda," ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD dalam keterangannya, Kamis (4/3).

Baca Juga:

Pemerintah Tarik RUU KUHP Dari Prolegnas 2021

Mahfuf menegaskan, ada beberapa penyebab ketidakberhasilan dalam pengesahan RUU KUHP. Membuat sebuah hukum, yang sifatnya kondifikasi dan unifikatif itu tidak mudah di dalam masyarakat Indonesia yang begitu plural.

Padahal, hukum berubah sesuai dengan perubahan masyarakat (ubi societas ibi ius). Oleh sebab itu, sudah saatnya UU hukum pidana yang sudah berumur lebih dari 100 tahun ini diubah.

Saat proklamasi, tegas Mahfud, berarti terjadi perubahan masyarakat kolonial menjadi masyarakat merdeka. masyarakat jajahan menjadi masyarakat yang tidak terjajah lagi.

"Nah makanya hukumnya harus berubah seharusnya. Jadi harus melakukan agregasi untuk mencapai kesepakatan atau resultante," katanya.

Sidang Pidana. (Foto: Antara)
Sidang Pidana. (Foto: MP/Ponco)

Ia menyatakan, tetap memiliki keyakinan RUU KUHP bisa segara disahkan dengan membuat resultante baru.

"Kesepakatan baru. Ini sudah tinggal sedikit lagi," katanya.

Mahdud berharap, jika terdapat hal-hal yang masih perlu diperbaiki dalam RUU KUHP, bisa ditempuh melalui legislative review atau judicial review. "Yang penting ini formatnya yang sekarang sudah bagus, soal beberapa materinya tidak cocok bisa diperbaiki sambil berjalan," katanya. (Knu)

Baca Juga:

ICJR Bingung DPR Ngotot Bahas RUU KUHP di Tengah Wabah Corona

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ini Alasan Uji Coba Vaksin COVID-19 di Bandung Makan Waktu 6 Bulan
Indonesia
Ini Alasan Uji Coba Vaksin COVID-19 di Bandung Makan Waktu 6 Bulan

Uji coba tahap akhir ini bertujuan menguji seberapa lama sistem pertahanan tubuh yang dihasilkan vaksin yang diproduksi Sinovac Biotech Ltd

BPIP Sebut Generasi Milienial Jadi Pelaku Utama Perpecahan dan Radikalisme
Indonesia
BPIP Sebut Generasi Milienial Jadi Pelaku Utama Perpecahan dan Radikalisme

"Gerakan Terorisme seperti terbukti pada kasus terorisme di Katedral Makassar dan Mabes Polri yang para pelakunya berusia relatif muda, di bawah 30 tahun dan meeupakan generasi muda/milenial," jelas Benny

Polisi Bongkar Pabrik dan Peredaran Ganja Sintetis Yang Libatkan Anak Muda
Indonesia
Polisi Bongkar Pabrik dan Peredaran Ganja Sintetis Yang Libatkan Anak Muda

Ada sejumlah barang bukti yang diamankan. Diantaranya puluhan bungkus ganja sintetis, penyemprot tembakau, handpone dan timbangan.

Kimia Farma Jual Vaksin COVID-19 Individu, DPR: Seharusnya Gratis
Indonesia
Kimia Farma Jual Vaksin COVID-19 Individu, DPR: Seharusnya Gratis

"Kalau dijual bebas seperti itu, apa nanti malah tidak akan terjadi komersialisasi? Bukankah vaksinasi itu semestinya gratis? Ini yang saya kira perlu diperjelas," ujar Saleh

Hasil Tes Swab Nakes yang Mesum di RSD Wisma Atlet
Indonesia
Hasil Tes Swab Nakes yang Mesum di RSD Wisma Atlet

Oknum nakes tersebut tetap harus melakukan isolasi di RSD Wisma Atlet

Pangkat Tertinggi Penyerangan Polsek Ciracas Sersan Mayor
Indonesia
Pangkat Tertinggi Penyerangan Polsek Ciracas Sersan Mayor

Sejauh ini sudah ada 31 oknum TNI AD yang kini dalam proses penyelidikan atas insiden penyerang markas polisi itu.

Jokowi: Mudik Tidak Dilarang Lonjakan COVID-19 Bisa 140 Ribu Kasus Per Hari
Indonesia
Jokowi: Mudik Tidak Dilarang Lonjakan COVID-19 Bisa 140 Ribu Kasus Per Hari

Saat ini, angka kasus harian COVID-19 berada di kisaran 4.000 hingga 5.000, atau jauh menurun bila dibandingkan pada Januari-Februari lalu yang masih di atas 10 ribuan.

Hadiri Deklarasi KAMI, Dubes Palestina Dinilai tak Etis
Indonesia
Hadiri Deklarasi KAMI, Dubes Palestina Dinilai tak Etis

“Alasan Dubes Palestina ini tidak masuk akal. Seorang dubes itu pasti punya staf atau analis politik,” kata Stanislaus

Lemhanas Diminta Bikin Kajian Komperehensif Soal Papua
Indonesia
Lemhanas Diminta Bikin Kajian Komperehensif Soal Papua

Ada 11-13 operasi militer yang dilakukan pada era Orde Baru sehingga melahirkan trauma

Pilkada Bisa Jadi Klaster COVID-19 Baru Jika Strategi dan Settingnya Keliru
Indonesia
Pilkada Bisa Jadi Klaster COVID-19 Baru Jika Strategi dan Settingnya Keliru

Tito tidak bosan-bosannya menyampaikan bahwa pelaksanaan pilkada momentum yang tidak bisa terpisahkan