Kue-kue Suku Batak yang Wajib Dicoba Itak gurgur. (Foto: instagram.com/frankienapitupulu)

HIDANGAN Batak terkenal dengan olahan daging dan ikannya. Tapi jangan salah. Suku Batak juga punya banyak penganan khas atau camilan tradisional. Biasanya disajikan pada hari-hari spesial atau acara adat.

Sebagian penganan khas Batak dijadikan sebagai oleh-oleh khas. Ada juga yang sulit ditemukan atau ada hanya ketika acara keluarga atau acara adat saja.

Ciri khas penganan Batak yaitu pengolahan yang unik dengan unsur filosifi yang kental. Beberapa mencerminkan bagaimana kehidupan suku Batak masa lampau, dan kini masih bertahan.

Berikut Merahputih.com sajikan 5 penganan khas Suku Batak yang wajib kamu coba ketika melancong ke Sumatra Utara.

1. Cimpa

Kue cimpa dibentuk lonjong tanpa warna. (Foto: Instagram@bunga_viollet)
Kue cimpa dibentuk lonjong tanpa warna. (Foto: Instagram@bunga_viollet)

Cimpa merupakan penganan basah yang biasanya ada pada acara-acara adat dalam masyarakat Batak. Cimpa dibuat dari bahan utama beras ketan merah atau putih. Kemudian di dalamnya diberi campuran gula merah atau aren dengan kelapa parut.

Kue cimpa di daerah lain mirip dengan kue bugis ketan atau kue unti. Seperti di daerah lain kue bugis biasa ada di acara-acara adat, kue cimpa juga kue wajib untuk acara-acara pernikahan, kematian, dan acara adat medang merdem.

2. Lepet

Kue lapet khas Sumatera Utara. (Instagram @namoracrft)
Kue lapet khas Sumatra Utara. (Instagram @namoracrft)

Kue lapet dibuat dari bahan beras. Di Jawa Barat, ada kue sejenis lapet yaitu awug. Perbedaan lapet disajikan dalam daun pisang yang dibentuk kerucut, sedangkan awug hanya dipotong-potong sesuai selera setelah dikukus dalam tumpeng bambu.

Lapet dapat ditemui saat upacara-upacara perayaan, seperti pernikahan. Selain itu, lapet juga dijual sebagai jajanan pasar tradisional.

Kredit : zulfikar


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH