Kue Delapan Jam, Hidangan Khas Lebaran ala Palembang Kue delapan jam, sajian para bangsawan Palembang. (foto: Youtube)

NAMANYA kue delapan jam, sesuai dengan lama waktu memasak hingga kue ini bisa dihidangkan. Kue delapan jam merupakan salah satu kue khas dari Kota Palembang. Uniknya, kue yang satu ini dibuat tanpa tepung sama sekali. Hal itu amat berbeda dengan bahan pembuat kue pada umumnya yang pasti menggunakan tepung.

Kue delapan jam dibuat dari telur bebek, gula, mentega, dan susu kental manis. Teksturnya lembut, kenyal, dengan rasa manis nan legit.

BACA JUGA: Kue Manis Khas Asia ini Bisa Jadi Sajian Istimewa saat Lebaran

Meski kini kue delapan jam mudah ditemukan di toko oleh-oleh, dulunya kue ini hanya boleh dihidangkan dan dinikmati para bangasawan. Kue berwarna kecokelatan ini juga kerap hadir sebagai hantaran ataupun hidangan dalam upacara pernikahan tradisional Palembang. Kini, kue delapan jam selalu hadir di setiap rumah di kala Lebaran.

Kue delapan jam dibuat tanpa tepung. (foto: youtube)

Proses masak kue yang lama membuat rasa kue ini amat legit. Konon, waktu memasak tak boleh kurang dari delapan jam. Proses memasaknya dimulai dari mencampurkan telur bebek, gula, dan susu. Saat waktu pemasakan selama 8 jam, telur menjadi padat, sedangkan gula dan susu menjadi karamel. Gula menjadi bagian penting dalam kue ini karena selain memberi rasa manis, gula juga membuat kue awet dan tahan lama.

Kini, kue unik ini jadi buah tangan khas Palembang. (foto: tokopedia)

Konon, karena orang zaman dahulu tidak memiliki kulkas, bahan-bahan kue ini dibuat sedemikian rupa agar tahan lama. Dengan begitu, tanpa disimpan di kulkas, kue ini bisa bertahan 3 hingga 5 hari.

Wah, unik banget kan. Jangan lupa untuk membawa kue delapan jam saat pulang dari kunjungan ke Palembang ya.(dwi)

BACA JUGA: Camilan yang Sangat Digemari Masyarakat Indonesia


Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH