Kubu Prabowo-Sandi Klarifikasi Sejumlah Masalah Terkait Topik Debat Terakhir Ketua BPN Prabowo-Sandi Djoko Santoso memberikan keterangan kepada media di Hotel Sultan (MP/Kanu)

MerahPutih.Com - Kubu pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi kerap diserang dengan isu anti asing. Menanggapi hal itu, Ketua BPN Djoko Santoso menegaskan bahwa pihaknya tak sepenuhnya menolak kerjasama atau pihak asing dalam pembangunan nasional.

Khusunya terkait dengan debat terakhir yang mengangkat topik investasi, ekonomi dan perdagangan serta industri, Prabowo-Sandi tak memiliki strategi khusus dalam menghadapi Jokowi-Ma'ruf.

Menurut Djoko Santoso, pasangan Prabowo-Sandi akan menjelaskan pentingnya ketahanan pangan bagi masyarakat.

"Program jelas sesuai visi harus ketahanan pangan harus air bersih dan energi dan kemudian penataan kelembagaan dan pertahanan," kata Djoko di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4).

Pasangan Prabowo-Sandi saat debat capres-cawapres
Pasangan Prabowo-Sandi saat debat capres-cawapres (Foto: antaranews)

Masalah ketahanan pangan berkaitan erat dengan ketahanan nasional. Sebab masuknya pihak asing ke Indonesia dapat mengancam kedaulatan negara.

"Kita harus menyesuaikan memilah dan memilih setiap negara harus punya ketahanan nasional. Kalau dari asing bermanfaat kenapa tidak tapi kalau dari asing membuat ketahanan nasional kita turun yang kita berhentikan," jelas dia.

Pada kesempatan yang sama, Djoko Santoso mengapresiasi dukungan Ustaz Abdul Somad (UAS) kepada pasangan Prabowo-Sandi.

"Dukungan UAS akan meluas? Jelas lah, ada pasal 28 konstitusi kita mengatakan bahwa setiap warga negara punya hak untuk menyatakan pendapat baik tertulis maupun lisan. Dan, barang siapa menghalangi itu kena pidana," pungkas mantan Panglima TNI ini.(Knu)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH