Kubu Prabowo: Hoaks Tujuh Kontainer Surat Suara Upaya Provokasi Ciptakan Kegaduhan Direktur Pencapresan PKS yang juga Jubir BPN Prabowo-Sandi Suhud Alynudin (Foto: Twitter/Suhud Alynudin)

MerahPutih.Com - Kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno buka suara menyikapi berita bohong atau hoaks soal penemuaan tujuh kontainer surat suara yang dicoblos.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhud Aliyudin, menyebut penyebaran hoaks tersebut sebagai bentuk upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan.

"Berita hoaks terkait tujuh kontainer surat suara itu kami melihatnya sebagai bentuk upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan," kata Suhud kepada merahputih.com, Kamis (3/1).

Menurut Direktur Pencapresan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini target yang ingin dicapai dari penyebaran berita hoaks itu adalah membangun saling kecurigaan antar-peserta Pemilihan Umum (Pemilu).

Prabowo-Sandi
Pasangan Nomor Urut Dua Prabowo-Sandiaga (Foto: Twitter @sandiuno)

"Dan ketidakpercayaan kepada aparat dan penyelenggara," imbuh politisi Partai Dakwah ini.

Karena itu Suhud meminta aparat mengusut tuntas kasus hoaks tersebut. Pasalnya, beredarnya informasi sesat tersebut berpotensi menciptakan kegaduhan.

"Harus diusut tuntas, karena siapa pun pelakunya jelas memiliki agenda untuk menciptakan kekacauan," tegas dia.

Lebih lanjut Suhud membantah bahwa Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief ikut menyebarkan hoaks tersebut. Andi, kata Suhud justru meminta pihak terkait untuk menyelidiki kabar tersebut.

"Kami kira tidak, karena Pak Andi Arief sendiri mendapat kiriman berita itu dan dia minta pihak terkait untuk menyelidiki. Di twitnya Pak Andi Arief tidak menyebutkan itu sebagai berita yg pasti. Dia menyebut "kabarnya."," pungkasnya.

Sebelumnya dikabarkan melalui rekaman yang beredar bahwa ditemukan tujuh kontainer yang berisikan surat suara Pilpres 2019 di Tanjung Priok Jakarta. Masing-masing konteiner berisikan 10 juta surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan nomor urut 01. Berdasarkan rekaman, tujuh kontainer itu ditemukan oleh TNI AL dan sudah disita KPU.

Kabar soal tujuh kontainer surat suara Pilpres 2019 yang sudah dicoblos, sempat disampaikan oleh Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief melalui akun Twitter-nya. Namun, cuitan Andi Arief di Twitter ini telah dihapus.

KPU dan Bawaslu pun langsung mengecek kabar tersebut ke Kantor Bea Cukai Tanjung Priok. Setelah dicek bersama petugas Bea Cukai, ternyata kabar tersebut tidak benar dan KPU sudah memastikan kabar tersebut merupakan hoaks. KPU sudah melaporkan pihak-pihak yang diduga terkait dengan hoaks ini ke Divisi Cyber Crime Mabes Polri.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Tim Khusus Polda Buru Dalang Dibalik Hoaks 7 Kontainer Surat Suara

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH