Kubu Juliari Buka Suara Jelang Tuntutan Perkara Suap Bansos Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara (kiri) mendengarkan keterangan saksi pada sidang lanjutan kasus korupsi bantuan sosial (bansos) COVID-19 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/6). ANTARA FOT

MerahPutih.com - Pengacara mantan Manteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara, Maqdir Ismail mengharapkan tuntutan yang adil dari tim jaksa penuntut umum(JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Juliari akan menghadapi tuntutan dalam perkara suap pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

"Tentu dengan harapan Pak Juliari Peter Batubara akan dituntut secara adil," kata Maqdir dalam keterangannya, Rabu (28/7).

Baca Juga

Warga Gugat Eks Mensos Juliari Batubara

Maqdir menegaskan, selama proses persidangan, dakwaan jaksa terkait penerimaan Rp 14,7 miliar terhadap kliennya terbantahkan. Disebutkan, uang Rp 14,7 miliar yang diterima Juliari itu melalui Matheus Joko Santoso selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos dan Adi Wahyono selaku kuasa pengguna anggaran.

Menurutnya, dalam persidangan perkara ini, mantan Staf Ahli Juliari, Kukuh Ary Wibowo; Seretaris Pribadi Juliari, Selvy Nurbaety; dan Eko Budi Santoso selaku ajudan Juliari yang sempat dihadirkan sebagai saksi menyatakan tidak pernah meminta atau menerima uang terkait bansos.

"Ketiga saksi tersebut secara tegas dan terang membantah bahwa tidak ada uang yang mereka terima untuk kepentingan terdakwa Juliari Peter Batubara dari Matheus Joko Santoso melalui Adi Wahyono," tegas Maqdir.

Terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Batubara mengikuti sidang lanjutan kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) COVID-19 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/6). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Batubara mengikuti sidang lanjutan kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) COVID-19 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/6). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Selain dari kesaksian tiga orang tersebut, menurut Maqdir, kesaksian dari Harry van Sidabukke, Ardian Iskandar Maddanatja, Rocky Joseph Pesik, Raj Indra Singh, Mohammad Iqbal, Dino Aprilianto, Raka Iman Topan, Riski Riswandi, Irman Putra, Kuntomo Jenawi, Merry Hartini, dan Chandra Andriati secara tegas menyatakan tidak pernah ada niat untuk memberi uang kepada Juliari Peter Batubara.

"Tidak juga terlintas dalam pikiran mereka bahwa uang yang diberikan kepada Matheus Joko Santoso untuk kepentingan Pak Juliari Batubara," kata Maqdir.

Terlebih para saksi tersebut pernah bertemu secara langsung dengan Juliari yang saat itu menjabat sebagai Mensos. Terkecuali secara kebetulan Harry Van Sidabukke, menerangkan pernah bertemu dengan Juliari Batubara, ketika meninjau gudang.

Maqdir menyatakan, kliennya tidak pernah menerima hadiah atau janji yang terkait dengan kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya sebagai Mensos.

Baca Juga

Ihsan Yunus Mengaku Tidak Tahu Potongan Fee Paket Bansos untuk Juliari

Maqdir menyebut, pernyataan Juliari menerima uang hanya keluar dari mulut Matheus Joko. Menurut Maqdir, Matheus Joko sengaja berbohong untuk menyeret Juliari Batubara ke dalam pusaran kasus dugaan suap bansos. Terlebih, Matheus Joko yang saat ini mengajukan diri sebagai justice collaboratore dinilai hanya untuk mendapat keringanan hukuman.

"Saksi seperti yang ditunjukkan oleh saksi Matheus Joko Santoso ini adalah saksi jahat. Saksi seperti ini harus dihentikan, dengan cara memberi hukuman yang tinggi dan membebaskan orang yang dituding oleh saksi seperti Matheus Joko Santoso dari segala dakwaan," kata Maqdir. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Berencana Tinjau IKN Nusantara Besok
Indonesia
Jokowi Berencana Tinjau IKN Nusantara Besok

Jokowi berencana meninjau sejumlah pembangunan di wilayah IKN Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Nonton MotoGP Mandalika, WNA Wajib Punya Asuransi Kesehatan
Indonesia
Nonton MotoGP Mandalika, WNA Wajib Punya Asuransi Kesehatan

Aturan tersebut telah dituangkan dalam Surat Edaran Nomor Nomor 5 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Sistem Bubble

Berkah WSBK: Rumah Warga Disulap Jadi 'Homestay', Hotel dan Penginapan Full Booking
Indonesia
Berkah WSBK: Rumah Warga Disulap Jadi 'Homestay', Hotel dan Penginapan Full Booking

Artinya sebagian penonton ada yang menginap di luar Lombok Tengah

Nataru, TransJakarta Sesuaikan Layanan Pada Penumpang
Indonesia
Nataru, TransJakarta Sesuaikan Layanan Pada Penumpang

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat tidak kepadatan arus lalu lintas pada empat ruas tol keluar dan masuk Jakarta selama perayaan Natal 2021.

Anthony Albanese Dilantik Jadi PM Australia
Dunia
Anthony Albanese Dilantik Jadi PM Australia

Pemimpin Partai Buruh Anthony Albanese dilantik sebagai Perdana Menteri ke-31 Australia, Senin (23/5).

Ancaman Omicron, Peneliti Desak Pemerintah Perketat Pintu Masuk dari Luar Negeri
Indonesia
Ancaman Omicron, Peneliti Desak Pemerintah Perketat Pintu Masuk dari Luar Negeri

Omicron telah terdeteksi di tujuh negara di Afrika, yakni Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Mozambique, Lesotho, dan Eswatini.

Polda Metro Hentikan Penyelidikan Kasus Beras Bansos yang Dikubur di Depok
Indonesia
Polda Metro Hentikan Penyelidikan Kasus Beras Bansos yang Dikubur di Depok

Polda Metro Jaya menghentikan penyelidikan kasus beras bansos (bantuan sosial) yang dikubur di Kelurahan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

Meski Tengah Diselidiki KPK, Formula E Harus Tetap Digelar di Jakarta
Indonesia
Meski Tengah Diselidiki KPK, Formula E Harus Tetap Digelar di Jakarta

"Kita harus memanfaatkan apa yang sudah kita bayarkan ini di luar urusan hukumnya harus bermanfaat bagi kepentingan rakyat kita," ujar Bamsoet di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (28/11).

Polda Jateng Buru Pemasang Selebaran Terkait Sindiran Penanganan COVID-19
Indonesia
Polda Jateng Buru Pemasang Selebaran Terkait Sindiran Penanganan COVID-19

Polda Jawa Tengah saat ini sedang memburu pelaku penyebaran selebaran yang menyindir PPKM dan tersebar di beberapa titik di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Ayo Tetap Taat Prokes, Pasien RS Darurat Wisma Atlet Kembali Naik
Indonesia
Ayo Tetap Taat Prokes, Pasien RS Darurat Wisma Atlet Kembali Naik

Perawatan yang dilaksanakan insentif dapat mempercepat proses penyembuhan.