Kubu Jokowi Duga Rencana Pemindahan Posko BPN Prabowo-Sandi Hanya Gimik Politik Romahurmuziy bersama KH Ma'ruf Amin (Foto: Twitter @MRomahurmuziy)

MerahPutih.Com - Rencana pemindahan posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ke Jawa Tengah mendapat tanggapan berbeda dari kubu Jokowi yang diwakili Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy.

Gus Romy menilai pemindahan posko BPN ke Jawa Tengah bukan upaya strategis untuk mendongkrak suara Prabowo-Sandi di wilayah yang menjadi basis PDIP tersebut namun lebih kepada sebuah gimik politik atau political gimmick.

Menurut Romahurmuziy rencana BPN Prabowo-Sandi itu lucu lantaran Jawa Tengah sudah lama menjadi basis partai politik tertentu yang nota bene pendukung loyal Jokowi.

"Saya melihat itu strategi 'political gimmick' saja karena kita tahu persis, ketika Partai Demokrat berkuasa 10 tahun tidak mampu menjadi pemenang di Jateng," kata Romahurmuziy atau Rommy di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/12).

Ketua Umum DPP PPP bersama KH Ma'ruf Amin
Romahurmuziy saat menerima KH Ma'ruf Amin di Kantor DPP PPP, Jakarta (Foto: Twitter @MRomahurmuziy)

Dia menilai "political gimmick" itu untuk membuat atau memancing Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf tidak berkonsentrasi di basis Prabowo-Sandi yaitu di Jawa Barat, Banten, dan beberapa provinsi di Sumatera.

Ketua Umum parpol termuda itu mengatakan pihaknya akan melihat pergerakan di lapangan apakah yang mereka siapkan sebagai basis pertahanan untuk penetrasi dari Jateng dan itu serius atau sekadar main-main.

"Kalau hanya sekadar menyewa rumah untuk dijadikan sebuah pusat pemenangan, itu bukan berarti keseriusan. Itu hanya bagian dari penyempurannan gimik," ujarnya.

Romahurmuziy menilai wilayah Jateng dari dulu sudah memiliki kedekatan ideologis dengan parpol tertentu. Selain itu, menurut dia, PDI Perjuangan dan PKB sebagai parpol pemenang urutan pertama dan kedua di Jateng pada Pemilu 2014 berada di pihak Jokowi.

"Kalau Prabowo-Sandi menyampaikan hal itu mengacu pada hasil perolehan Pilkada Jateng, itu sangat salah karena mereka mendapatkan kemenangan disebabkan PKB bergabung dalam koalisi yang mengusung Sudirman Said-Ida Fauziyah," ujarnya.

Dia mengatakan saat ini PKB berada di pihak Jokowi, bersama PDI Perjuangan, PPP, dan Golkar yang memiliki suara besar di Jateng.

Menurut Gus Romi sebagaimana dilansir Antara, dalam setiap peperangan, tidak harus menang di setiap medan sehingga kalau ada 34 provinsi, lalu ada dua atau empat provinsi yang belum berhasil dimenangkan Jokowi, itu hal biasa.

Saat ini TKN Jokowi-Ma'ruf lebih berkonsentrasi pada provinsi-provinsi besar seperti Jabar dan Banten karena NTB, Kalimantan Selatan, serta Gorontalo situasi politik sudah berbalik yaitu mendukung Jokowi.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Penerbitan Paspor Elektronik Kini Diperluas Jadi 27 Kantor Imigrasi



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH