Kubu Jokowi Jangan Buru-Buru Curigai Reuni 212 Aksi 212 (MP/Derry Ridwansyah)

MerahPutih.com - Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, meminta kubu Jokowi-Ma'ruf tidak memberikan stigma negatif terhadap acara Reuni Akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang akan digelar di kawasan Monas, Jakarta 2 Desember mendatang.

"Kegiatan itu jangan terburu-buru dicurigai apalagi diberi stigma negatif. Lihat aspek positifnya kemudian optimalkan aspek positif itu oleh semua stakeholder kebangsaan," kata Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo-Sandiaga, Suhud Aliyudin kepada MerahPutih.com, Senin (26/11).

Menurut Direktur Pencapresan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, kegiatan Reuni Akbar PA 212 hanya pertemuan biasa dari elemen keumatan untuk membangun kebersamaan dalam menyikapi kondisi bangsa.

"Kita tidak bisa membatasi aspirasi masyarakat. Kita salah satu negara demokrasi terbesar di dunia, biarkan kegiatan itu dilaksanakan asal dilakukan secara bertanggungjawab dan tidak memicu kegaduhan," ujar Suhud.

Suhud menyebut pelarangan kegiatan yang dihelat untuk memperingati aksi bela Islam 2 Desember 2016 lalu itu justru berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

"Pelarangan maupun pembatasan kegiatan justru dikhawatirkan berpotensi memicu kegaduhan yang tidak perlu," pungkas Suhud.

Aksi 212 (MP/Rizki Fitrianto)

Sebelumnya politisi PDI Perjuangan, Kapitra Ampera mengatakan reuni 212 yang digelar minggu (2/12) sudah disusupi kepentingan politik. Bahkan, Kapitra menyebut reuni 212 bentuk penistaan agama.

"Ini jelas waktunya konstalasi politik, jadi ini bungkusan politik yang dominan, agama di bawa ke kegiatan politik ini penistaan agama sesungguhnya ya," kata Kapitra kepada awak media, Jumat (23/11).

Kapitra memprediksi, reuni 212 akan menimbulkan resistensi dari masyarakat. Alasan pertama, reuni 212 saat ini sudah berbeda konteks. Di mana saat aksi 212 lalu, massa jelas membela agama.

"kedua konteks timing tidak tepat karena ini masa kampanye politik," terang Kapitra.

Sehingga, masyarakat akan mengaitkan seolah-olah reuni 212 itu milik kelompok capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Padahal mereka tidak punya track record membela Islam. Kenapa tiba-tiba dukungan ke sana, sudah keluar konteks lalu mendukung mereka itu resistensi dari masyarakat," tukasnya. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH