Kubu Ade Armando Segera Polisikan Sekjen PAN Dosen UI Ade Armando. (MP/Fadhli)

MerahPutih.com - Batas waktu somasi terhadap Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno sudah selesai. Dalam waktu 3 hari sejak 14 April 2022, Eddy Soeparno tidak memberikan klarifikasi dan permintaan maaf kepada Ade Armando

Kuasa hukum Ade Armando, Habib Muannas Alaidid mengatakan, pihaknya akan segera mengambil langkah hukum soal cuitan Eddy Soeparno di akun Twitter pribadinya tersebut.

"Tinggal tunggu saja kita mau ambil langkah hukum di antaranya laporan polisi," kata Muannas kepada wartawan, Senin (18/4).

Baca Juga:

MKD Pasang Badan Terkait Somasi Ade Armando ke Sekjen PAN

Muannas mengatakan, pihaknya sedang mematangkan barang bukti yang ada untuk melaporkan secara resmi Eddy Soeparno ke polisi.

Dugaan pelanggaran yang dilakukan Eddy adalah pencemaran nama baik dan fitnah termasuk dugaan menyebarkan berita bohong soal tuduhan Ade Armando dianggap menista agama padahal belum ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

"Bukti sedang kita siapkan untuk resmi melaporkan pencemaran nama baik dan fitnah termasuk dugaan menyebarkan berita bohong soal tuduhan Ade dianggap menista agama, padahal belum ada putusannya," ungkapnya.

Baca Juga:

Grace Tuding Pengeroyok Ade Armando Relawan Anies, Gerindra: Tuduhan Tanpa Bukti

Sebelumnya, Muannas mengirimkan somasi terhadap Sekjan PAN Eddy Soeparno terkait cuitan yang menuduh Ade Armando melakukan penistaan agama dan ulama dalam akun Twitter miliki Eddy.

Muannas meminta Eddy menghapus cuitan tersebut dan minta maaf kepada Ade Armando dalam waktu 3x24 jam.

"Apabila dalam tempo waktu 3x24 jam, Saudara (Eddy Soeparno) tidak menghapus cuitan tersebut dan (tidak) meminta maaf kepada klien (Ade Armando) kami melalui akun Twitter Saudara, maka kami akan melakukan gugatan/tuntutan baik pidana dan perdata," ujar Muannas dalam keterangannya, Sabtu (16/4). (Pon)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Kehadiran Ade Armando Rekayasa Polisi agar Demo Mahasiswa Bubar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tolak Bala, Alasan Pelaku Bagikan Makanan Ringan Isi Silet ke Anak-anak di Jember
Indonesia
Tolak Bala, Alasan Pelaku Bagikan Makanan Ringan Isi Silet ke Anak-anak di Jember

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa lima buah makanan wafer yang sudah diisi potongan benda tajam berbahaya, kemudian tiga buah gunting, 1 buah tang potong, 1 buah tang catut, 1 buah toples kecil berisi seng, kawat berapa jenis paku dan bahan besi lainnya, 2 buah korek api serta 1 buah kotak tempat membuat makanan.

44 Persen Jaringan Pipa Layanan Air Bersih di Jakarta Alami Kebocoran
Indonesia
44 Persen Jaringan Pipa Layanan Air Bersih di Jakarta Alami Kebocoran

Dari 44 persen pipa yang bocor, 80 persen di antaranya disebabkan oleh kebocoran fisik. Sementara, 20 persen sisanya adalah kebocoran komersial atau kebocoran yang disengaja.

Setelah Deflasi di Februari, BI Proyeksi Bulan Maret Alami Inflasi
Indonesia
Setelah Deflasi di Februari, BI Proyeksi Bulan Maret Alami Inflasi

BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19.

PSI Sebut Ajang Formula E Absurd
Indonesia
PSI Sebut Ajang Formula E Absurd

"Mahasiswa bikin acara jauh lebih jelas. Ketika menjual tiket, sudah ada informasi mengenai bintang tamu, venue, sponsor, denah. Masa ajang internasional absurd begini?," kata anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo di Jakarta, Kamis (17/2).

Dinkes DKI Laporkan Peningkatan Kasus Positif COVID-19
Indonesia
Dinkes DKI Laporkan Peningkatan Kasus Positif COVID-19

Terdapat peningkatan jumlah kasus positif virus corona pada beberapa pekan terakhir di Jakarta.

Naik Rp 75.915, Sultan Yogyakarta Perintahkan Tidak Ada Penundaan UMP
Indonesia
Naik Rp 75.915, Sultan Yogyakarta Perintahkan Tidak Ada Penundaan UMP

Keistimewaan DIY tidak pernah berdaya dalam membuat suatu sistem pengupahan daerah yang membawa kehidupan layak bagi buruh dan keluarganya.

BIN Lanjutkan Vaksinasi Pelajar dan Masyarakat di 10 Provinsi
Indonesia
BIN Lanjutkan Vaksinasi Pelajar dan Masyarakat di 10 Provinsi

Badan Intelijen Negara (BIN) melanjutkan kegiatan vaksinasi COVID-19 untuk pelajar dan masyarakat door to door (pintu ke pintu) secara serentak di 10 provinsi.

[Hoaks atau Fakta]: Pertamina Bagikan Bansos Rp 150 Juta
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Pertamina Bagikan Bansos Rp 150 Juta

Link yang disematkan dalam pesan tersebut mengarah pada link blogspot bukan lama resmi pertamina yaitu https://mypertamina.id/.

Pemprov DKI Bakal Tutup Perusahaan Suruh Karyawan Belum Vaksin Masuk Kerja
Indonesia
Pemprov DKI Bakal Tutup Perusahaan Suruh Karyawan Belum Vaksin Masuk Kerja

Memaksa karyawan belum divaksin masuk sama saja melanggar aturan prokes