Kuasa Hukum Ungkap Penghasilan Pinangki Selain dari Gaji Pinangki Sirna Malasari dan kuasa hukumnya Aldres Napitupulu di PN Tipikor Jakarta, Rabu (4/11). Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Tim kuasa hukum Pinangki Sirna Malasari mengungkapkan kliennya memiliki penghasilan lain di luar gaji dari Kejaksaan Agung. Pasalnya, mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Jaksa Agung Muda Pembinaan juga berprofesi sebagai dosen di sebuah universitas.

Selain itu, pinangki juga mendapat warisan dari almarhum suaminya berupa aset dan uang dalam bentuk Banknotes mata uang asing.

"Tentunya mengenai gaji kami tidak membantah hal itu, karena memang gaji resmi yang diterima dari Pihak Kejaksaan. Gaji yang keluar dari kas Kejaksaan kepada ibu Pinangki," ujar tim kuasa hukum Pinangki, Aldres Napitupulu di PN Tipikor Jakarta, Rabu (4/11) malam.

Baca Juga

Pinangki Kembali Duduk di Kursi Pesakitan Dua Pekan Lagi

Aldres menuturkan, penghasilan Pinangki di luar profesinya sebagai jaksa tidak wajib dilaporkan kepada Kejagung. Sehingga, penghasilannya bukan hanya dari Korps Adhyaksa.

"Sementara mengenai penghasilan ibu Pinangki diluar pekerjaannya sebagai jaksa tidak wajib dilaporkan kepada bagian Jaksa tadi karena sebagaimana diketahui Ibu Pinangki juga berprofesi sebagai Dosen," tegasnya.

Aldres menyampaikan harta Pinangki juga berasal dari mendiang almarhum suaminya mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Djoko Budiharjo. Terakhir, Djoko Budiharjo menjabat sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan. Saat meninggal, suaminya meninggalkan banyak aset

"Semasa hidup almarhum menjabat sebagai Kajati Riau, Kajati Sulawesi Tenggara, Kajati Jawa Barat, terakhir sebagai Sesjamwas, kemudian setelah pensiun almarhum berpraktik sebagai advokat," katanya.

Terdakwa kasus suap dan gratifikasi pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra, Jaksa Pinangki Sirna Malasari (kiri) berjalan memasuki ruang sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (4/11/2020). Sidang itu beragenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
erdakwa kasus suap dan gratifikasi pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra, Jaksa Pinangki Sirna Malasari (kiri) berjalan memasuki ruang sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (4/11/2020). Sidang itu beragenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

Selama suaminya menjalani profesi sebagai jaksa maupun advokat itulah, ia menyimpan sejumlah uang yang diperuntukkan bagi Jaksa Pinangki. Sebab, sang suami menyadari tak bisa terus mendampingi Jaksa Pinangki karena terpaut umur puluhan tahun.

"Saat almarhum berprofesi advokat inilah Terdakwa mengetahui almarhum suami menyimpan uang dalam bentuk Banknotes mata uang asing, yang menurut almarhum adalah untuk kelangsungan hidup istrinya," imbuhnya.

Selain itu, Aldres pun mengungkapkan, terkait pertemuan kliennya dengan Djoko Tjandra di Malaysia, tidak pernah ada perintah untuk menangkap terpidana kasus hak tagih Bank Bali itu. Pasalnya, perintah eksekusi Djoko Tjandra baru ada pada 20 Mei 2020.

Baca Juga

Jaksa Pinangki Didakwa Terima 500 Ribu Dolar AS dari Djoko Tjandra

"Dari dokumen yang ada di Persidangan baru 20 Mei 2020 dan tidak pernah diperintahkan kepada ibu Pinangki untuk menangkap Djoko Tjandra. Jaksa juga mengatakan bahwa Jaksa tidak bisa melakukan penangkapan diluar negeri," tegasnya. (dka)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Izinnya Dicabut Anies, Manajemen Black Owl: Kurang Adil
Indonesia
Izinnya Dicabut Anies, Manajemen Black Owl: Kurang Adil

Faktanya tidak didapatkan barang bukti narkotika apapun di dalam lokasi usaha

KPU Bantul Libatkan Difabel pada Proses Lipat dan Sortir Surat Suara
Indonesia
KPU Bantul Libatkan Difabel pada Proses Lipat dan Sortir Surat Suara

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai melakukan kegiatan sortir dan lipat surat suara.

Wakil Ketua KPK Berkelit saat Citra Lembaganya Dianggap Menurun
Indonesia
Wakil Ketua KPK Berkelit saat Citra Lembaganya Dianggap Menurun

Hasil survei Indo Barometer yang menyebut kepercayaan publik terhadap lembaganya turun adalah terlalu dini.

Lagi, Tiongkok Tutup Pasar Ikan Setelah Ditemukan Kasus Baru Corona
Dunia
Lagi, Tiongkok Tutup Pasar Ikan Setelah Ditemukan Kasus Baru Corona

Dalian Kaiyang merupakan perusahaan berskala besar yang mengintegrasikan proses, penelitian, pengembangan, penjualan, penyimpanan, dan ekspor-impor ikan.

Belasan Nakes Positif COVID-19, Pemkab Bantul Tutup 3 Puskesmas
Indonesia
Belasan Nakes Positif COVID-19, Pemkab Bantul Tutup 3 Puskesmas

Banyaknya nakes yang terkena covid-19 disebabkan masifnya pemeriksaan Swab dan rapid test.

Polisi Kembali Panggil Pengacara Djoko Tjandra Jumat
Indonesia
Polisi Kembali Panggil Pengacara Djoko Tjandra Jumat

Dalam perkara tersebut, Anita Kolopaking dipersangkakan telah melanggar Pasal 263 Ayat 2 KUHP

Update Kasus Corona DKI Kamis (5/11): 109.411 Positif, 98.806 Orang Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Kamis (5/11): 109.411 Positif, 98.806 Orang Sembuh

Dengan positivity rate 9,9 persen, penambahan kasus positif perhari sebanyak 791 jiwa.

68 WNI dari Kapal Diamond Princes Dievakuasi Pakai Pesawat
Indonesia
68 WNI dari Kapal Diamond Princes Dievakuasi Pakai Pesawat

Evakuasi akan dilakukan setelah ada kesepakatan

Jokowi Bisa Perpanjang Masa Kerja Idham Azis, Calon Kapolri Baru Gigit Jari
Indonesia
Jokowi Bisa Perpanjang Masa Kerja Idham Azis, Calon Kapolri Baru Gigit Jari

Sejumlah nama pun mulai digadang-gadang gantikan Idham Azis

Jokowi Terbitkan PP 41/2020, Pegawai KPK Kini Berstatus ASN
Indonesia
Jokowi Terbitkan PP 41/2020, Pegawai KPK Kini Berstatus ASN

Pegawai lembaga antirasuah berstatus ASN nantinya memperoleh gaji dan tunjangan sesuai peraturan perundang-undangan