Kuasa Hukum Tegaskan Rahmat Kadir Siram Novel Secara Spontan erdakwa kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulett bersiap menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Utara, Kamis (19/3) Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

MerahPutih.com - Penasihat hukum Rahmat Kadir Mahulette, Widodo, menyebut tindakan kliennya menyiram Novel Baswedan dengan larutan asam sulfat dicampur dengan air sebagai tindakan spontan tanpa perencanaan.

Widodo menegaskan bahwa Rahmat tidak ada melakukan perencanaan penyiraman tapi bentuk spontanitas terdakwa terhadap saksi korban.

Baca Juga

Pengacara Sebut Rahmat Kadir tidak Bermaksud Celakai Novel Baswedan

Terdakwa mencari alamat, meminjam motor, dan melakukan survei tidak bisa dikatakan perncanaan tapi hanya aksi spontan karena terdakwa merasa muak dengan saksi korban.

"Sehingga spontan ambil mug dengan isi air aki bercampur air," kata penasihat hukum Rahmat Kadir di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (15/6).

Menurut pengacara, Rahmat juga mengalami gangguan tidur semalam sebelum 11 April saat terjadi peristiwa penyiraman. Terdakwa malam harinya tidak bisa tidur karena keadaan gelisah. Ini menunjukkan tidak ada rencana dalam diri terdakwa karena rencana memiliki faktor yang diniati.

"Ahli Prof Hamdi Muluk telah mengobservasi karakter terdakwa dan menyatakan terdakwa berjiwa pelaut sehingga agresif dan ingin melakukan sesuatu segera serta impulsif," tambah dia.

Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, Ronny Bugis menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Utara, Kamis (19/3). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, Ronny Bugis menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Utara, Kamis (19/3). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Artinya Rahmat dinilai membenci Novel dan ketika ada kesempatan, dorongan impulsifnya pun keluar.

"Sifat impulsif itu muncul karena melihat Novel yang petantang-petenteng memojokkan anak buahnya dalam kasus pencurian sarang burung walet sehingga muncul kata pengkhianat ke saksi korban karena terdakwa membandingkan dengan atasannya yang loyal," kata Widodo.

Sifat terdakwa yang impulsif dan jauh obsesif dari Ronny Bugis menjadi dasar untuk memberi pelajaran kepada saksi korban.

"Artinya tidak ada perencanaan dalam peristiwa itu dan tidak ada maksud mencelakai dan mengakibatkan penganiayaan berat tapi hanya memberikan pelajaran," jelas Widodo.

Rahmat disebut tidak punya maksud atau "mens rea" untuk menciderai Novel.

"Peristiwa terhadap saksi korban adalah peristiwa yang sering terjadi dan dapat menimpa siapa saja tapi digiring oleh pihak tertentu maka menggelinding seolah-olah menyudutkan pihak kepolisian," ungkap Widodo.

Kuasa hukum dua anggota Brimob Polri itu lantas menduga kerusakan mata Novel itu akibat dari penanganan yang tidak benar. Mereka bahkan menuding bahwa hal itu juga disebabkan oleh ketidaksabaran Novel selaku korban terhadap tindakan medis.

"Melainkan diakibatkan oleh sebab lain, yaitu penanganan yang tidak benar atau tidak sesuai, di mana sebab lain itu didorong oleh sikap saksi korban sendiri yang tidak menunjukkan kooperatif dan sabar atas tindakan medis yang dilakukan oleh dokter-dokter di rumah sakit," ujarannya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette hanya satu tahun penjara. Mereka dinilai terbukti bersalah secara bersama-sama melakukan tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1).

Tuntutan tersebut pun menuai kritik dari sejumlah masyarakat. Pasalnya, hukuman tersebut dinilai tidak adil.

Baca Juga

Tim Kuasa Hukum Minta Dua Penyerang Novel Dibebaskan

Hanya saja, JPU berdalih bahwa pertimbangan pihaknya menuntut kedua terdakwa hanya satu tahun lantaran berdasar fakta persidangan kedua terdakwa tidak terbukti memiliki niat atau adanya unsur kesengajaan untuk melukai Novel sebagaimana yang tertera dalam Pasal 355 KUHP.

"Jadi gini Pasal 355 dia harus mempersiapkan untuk melukai orang itu sudah ada niat dari awal. Sedangkan di fakta persidangan dia tidak ada niat untuk melukai," kata jaksa Fedrik Adhar. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Perpanjangan PPKM, Industri Hotel Makin Terpuruk
Indonesia
Pemerintah Perpanjangan PPKM, Industri Hotel Makin Terpuruk

penerapan PPKM selama dua pekan mulai 11-25 Januari 2020 telah membuat sektor hotel semakin terpuruk. Ia pun tidak setuju perpanjangan PPKM.

44 Formasi CPNS Kemenag Aceh Bakal Diperebutkan 3.808 Pelamar
Indonesia
44 Formasi CPNS Kemenag Aceh Bakal Diperebutkan 3.808 Pelamar

Jadwal yang telah ditetapkan Badan Kepegawaian Negara bahwa Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem Computer Asisted Test (CAT) akan dilaksanakan pada 25 Agustus hingga 4 Oktober 2021.

Gibran Minta Bawaslu Berikan Teguran Jika Terbukti Melanggar
Indonesia
Gibran Minta Bawaslu Berikan Teguran Jika Terbukti Melanggar

Petugas tersebut bisa memberikan teguran langsung jika terbukti ada pelanggaran protokol kesehatan.

Diduga Terlibat Mafia Tanah, Oknum Pengacara Ditangkap
Indonesia
Diduga Terlibat Mafia Tanah, Oknum Pengacara Ditangkap

"Satu di antaranya adalah seorang pengacara berinisial ADS yang mengerahkan para pelaku untuk mengancam warga," kata Burhanuddin

Begini Tanggapan Pemprov DKI Influencer Terima Vaksin Ketiga di DPRD
Indonesia
Begini Tanggapan Pemprov DKI Influencer Terima Vaksin Ketiga di DPRD

Pemprov DKI Jakarta menanggapi polemik soal adanya seorang influencer yang mengaku telah mendapatkan jatah vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster Moderna di gedung DPRD.

Komjen Listyo Sigit Diminta Bereskan Para Jenderal yang Menumpuk
Indonesia
Komjen Listyo Sigit Diminta Bereskan Para Jenderal yang Menumpuk

Mereka yang sudah menempuh pendidikan tinggi mestinya diberikan posisi yang sesuai kapasitasnya

Banjir Bandang Hanyutkan 29 Rumah di Bolaang Mangondow
Indonesia
Banjir Bandang Hanyutkan 29 Rumah di Bolaang Mangondow

Berdasarkan data sementara, banjir bandang berdampak pada 1.032 kepala keluarga atau 3.188 jiwa.

Pemprov DKI Disemprot Satgas COVID-19 karena Lonjakan Kasus Tak Terkendali
Indonesia
Pemprov DKI Disemprot Satgas COVID-19 karena Lonjakan Kasus Tak Terkendali

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menekan angka kasus positif corona di daerahnya.

Simpatisan Rizieq di Petamburan Diingatkan Protokol Kesehatan
Indonesia
Simpatisan Rizieq di Petamburan Diingatkan Protokol Kesehatan

2.500 massa yang mengikuti aksi disana

Pemerintah Optimistis Cetak 500 Ribu Eksportir di 2030
Indonesia
Pemerintah Optimistis Cetak 500 Ribu Eksportir di 2030

“Suksesnya ekspor suatu negara tidak bergantung pada satu pihak, namun yang penting adalah peranan dari private sector dan berbagai elemen pendukungnya,” kata Menkeu.