Kuasa Hukum Protes Jumhur Hidayat tak Dihadirkan, Sidang Ditunda Petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat (layar bawah) mengikuti sidang kasus penyebaran berita bohong di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (29/3). (ANTARA/G

MerahPutih.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menunda sidang petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jumhur Hidayat.

“Kita lanjut (sidang) hari Senin, 5 April, dan supaya berjalan efektif sebelum itu silakan koordinasi (antara penuntut umum dan penasihat hukum mengenai mekanisme sidang, Red),” ucap Hakim Ketua Agus Widodo di PN Jakarta Selatan, Senin (29/3).

Baca Juga

Bom Palsu di Depan Rumah Petinggi KAMI Diduga Berisi Serbuk Petasan

Majelis Hakim memutuskan menunda jalannya sidang karena tim penasihat hukum keberatan Jumhur tidak dihadirkan secara langsung sebagaimana telah disepakati bersama pada sidang Kamis minggu lalu (25/3).

Majelis Hakim pada sidang sebelumnya juga telah memerintahkan penuntut umum menghadirkan Jumhur di ruang sidang. Namun, penuntut umum beralasan pihaknya tidak dapat menghadirkan Jumhur karena ada risiko penularan COVID-19 di ruang sidang.

Jaksa juga menegaskan pihaknya tidak berupaya untuk menghambat jalannya persidangan. Oleh karena itu, Jumhur pun mengikuti sidang dari rumah tahanan di Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Rutan Bareskrim Polri).

Akan tetapi, alasan penuntut umum itu tidak dapat diterima oleh tim kuasa hukum. Menurut pengacara Jumhur, kehadiran Jumhur di persidangan tinggal menunggu izin dari kejaksaan.

“Seminggu yang lalu, saya juga komunikasi ke Bareskrim. Tidak ada hambatan untuk mengeluarkan terdakwa, asal ada surat dari JPU. Di persidangan ini, kami mempertanyakan lagi apa ada surat dari penuntut umum,” kata salah satu penasihat hukum Jumhur, Oky Wiratama saat sidang.

Jumhur
Jumhur hidayat

Ia lanjut menegaskan sidang yang berlangsung pada Senin (29/3) juga berisiko jadi tempat penyebaran COVID-19 sehingga ada atau tidaknya Jumhur bukan jadi faktor utama yang menjadikan terdakwa tidak dapat dihadirkan ke ruang sidang.

“Persidangan ini (harus menghormati) hak-hak terdakwa,” tutur Oky ke penuntut umum dan Majelis Hakim.

Terkait perdebatan itu, Majelis Hakim pun mengingatkan jaksa bahwa mereka harus melayangkan surat resmi berisi alasan tidak dapat menghadirkan Jumhur ke ruang sidang. Pasalnya, jaksa hanya menyampaikan secara lisan sehingga baik penasihat hukum dan Majelis Hakim tidak dapat menanggapi secara resmi alasan tersebut.

Ia pun meminta jaksa jika memang tidak dapat menghadirkan terdakwa pada sidang berikutnya agar dapat mengirimkan surat resmi ke Majelis Hakim dan tim penasihat hukum agar pengacara Jumhur dapat mengirim surat keberatan dan nantinya hakim yang akan memutuskan bagaimana sidang akan berlanjut.

Dalam kesempatan itu, hakim menawarkan solusi jika memang terdakwa tidak dapat dihadirkan, maka sebagian dari jaksa dan tim kuasa hukum ikut sidang di Bareskrim bersama terdakwa demi memudahkan koordinasi dan sesi konsultasi.

“Kalau seandainya sidang nanti terdakwa tidak bisa dihadirkan, jalan keluarnya sebagian penasihat hukum dan JPU ada di tempat terdakwa. Itu (salah satu) solusinya,” ujarnya dikutip Antara

Hakim juga mengingatkan agar JPU dan kuasa hukum tidak membuang-buang waktu karena masih banyak agenda pemeriksaan yang harus dilalui dalam persidangan.

Jumhur Hidayat didakwa oleh jaksa dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong yang menimbulkan kericuhan. Jumhur, menurut jaksa, menyebarkan kabar bohong itu lewat akun Twitter pribadinya.

Jumhur pun dijerat dengan dua pasal alternatif, yaitu Pasal 14 ayat (1) juncto Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 KUHP atau Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU No.19/2016 tentang Perubahan UU No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (*)

Baca Juga

Benda Mencurigakan di Depan Rumah Petinggi KAMI Dipastikan Bom Palsu

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wali Kota Solo Pastikan Tidak Ada Nakes Kirim Surat Tolak Vaksin
Indonesia
Wali Kota Solo Pastikan Tidak Ada Nakes Kirim Surat Tolak Vaksin

Jumlah vaksin Sinovac yang datang ke kota Solo mencapai 10.609 vaksin. Padahal dari data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, jumlah nakes di kota Solo mencapai 10.620 orang.

Uji Coba Belajar Tatap Muka, 426 Siswa dan Guru Ikuti Rapid Test
Indonesia
Uji Coba Belajar Tatap Muka, 426 Siswa dan Guru Ikuti Rapid Test

Sesuai aturan dan persetujuan orang tua siswa, KBM tatap muka hanya diikuti 50 persen. Kalau ada siswa hasil rapid test menunjukkan reaktif mereka tidak boleh ikut KBM tatap muka.

Jokowi Minta Relawan Satgas COVID-19 Fokus Promosikan Protokol Kesehatan di Delapan Provinsi
Indonesia
Jokowi Minta Relawan Satgas COVID-19 Fokus Promosikan Protokol Kesehatan di Delapan Provinsi

Salah satu tugas relawan adalah melakukan upaya untuk mempromosikan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan

Dalam Tiga Bulan Kemenkeu Janji Rampungkan Audit TMII
Indonesia
Dalam Tiga Bulan Kemenkeu Janji Rampungkan Audit TMII

Selain aset BMN, di TMII juga terdapat aset milik daerah dan pihak lain yang berkerja sama dengan Badan Pelaksana Pengelolaan dan Pengusahaan TMII (BP3 TMII).

Pemulung Temukan Bayi Laki-laki dalam Kondisi Hidup dan Dikerubungi Semut
Indonesia
Pemulung Temukan Bayi Laki-laki dalam Kondisi Hidup dan Dikerubungi Semut

Bayi laki-laki tersebut ditemukan dalam kondisi hidup dan dikerubungi semut.

LPSK Kembali Tegaskan Siap Lindungi Saksi Peristiwa KM 50
Indonesia
LPSK Kembali Tegaskan Siap Lindungi Saksi Peristiwa KM 50

Sejauh ini sebanyak enam orang saksi dalam kasus penembakan laskar (FPI) telah meminta perlindungan

Siswi SD di Surabaya Buat Face Shield dari Botol Bekas Air Mineral, Dijual Rp3 Ribu
Indonesia
Siswi SD di Surabaya Buat Face Shield dari Botol Bekas Air Mineral, Dijual Rp3 Ribu

Kreasi ini berawal dari teman sepermainannya mengenakan face shield.

Gunung Raung Kembali Keluarkan Suara Gemuruh
Indonesia
Gunung Raung Kembali Keluarkan Suara Gemuruh

PVMBG menyatakan bahwa suara gemuruh kembali terdengar dari Gunung Raung di Jawa Timur pada periode pengamatan Rabu pukul 00.00-06.00 WIB.

Polisi Gerak Cepat Tangkap Pelaku Vandalisme di Masjid Tangerang
Indonesia
Polisi Gerak Cepat Tangkap Pelaku Vandalisme di Masjid Tangerang

Polresta Kabupaten Tangerang telah menangkap seorang pelaku berinisial S. Pelaku ini, merupakan warga yang tinggal tak jauh dari masjid yang terletak di kawasan Pasar Kemis tersebut.

Jatim Masih Rangking Satu Penyebaran COVID-19
Indonesia
Jatim Masih Rangking Satu Penyebaran COVID-19

Tercatat kasus COVID-19 mengalami penambahan 1.560 kasus baru Corona (COVID-19) di Indonesia. Sehingga total tercatat ada lebih dari 109 ribu kasus COVID-19.