Kuasa Hukum Pikir-pikir Banding Vonis 8 Bulan Penjara Rizieq Dkk Rizieq Shihab (tengah depan) dan lima terdakwa lainnya saat sidang putusan kasus kerumunan Petamburan di PN Jakarta Timur, Kamis (27/5/2021). ANTARA/Yogi Rachman

MerahPutih.com - Tim kuasa hukum masih mempertimbangkan banding atas vonis majelis hakim yang dijatuhkan terhadap terdakwa Rizieq Shihab dan lima terdakwa lain atas kasus kerumunan Petamburan, Jakarta Pusat.

"Secara tim bersama HRS kita masih pikir-pikir," ujar tim kuasa hukum terdakwa kasus Petamburan, Aziz Yanuar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (27/5).

Azis menganggap, vonis yang dijatuhkan terhadap kliennya itu tidak adil. Karena menurutnya, Rizieq dan kelima lainnya tidak bersalah melanggar protokol kesehatan (prokes) dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad serta pernikahan putri ke-4 Rizieq Shihab di Petamburan.

Baca Juga:

Rizieq Shihab Divonis Denda Rp 20 Juta di Kasus Kerumunan Megamendung

"Kita masih menganggap hal yang dilakukan HRS dan kawan-kawan adalah bukan suatu kejahatan sehingga tidak patut dikenakan hukuman kurungan badan," paparnya.

Meski kliennya divonis 8 bulan bui, Azis memiliki dua catatan yang patut disyukuri oleh pihaknya.Pertama majelis hakim menyatakan, acara Maulid Nabi Muhammad bukan merupakan kejahatan. Sehingga, harusnya hal-hal tersebut tidak patut dijadikan objek tindak pidana.

"Yang kedua adalah pasal 160 atau penghasutan yang dituduhkan kepada HRS dan kawan kawan alhamdulillah tidak terbukti," papar dia.

Suasana saat sidang Rizieq Shihab. Foto: MP/Asropih
Suasana saat sidang Rizieq Shihab. Foto: MP/Asropih

Sebelumnya, majelis hakim memvonis terdakwa Rizieq Shihab dkk 8 bulan penjara atas kasus kerumunan Petamburan, Jakarta Pusat.

Hakim menyatakan, terdakwa Rizieq dan lima lain bersalah melanggar protokol kesehatan kegiatan Maulid Nabi Muhammad serta pernikahan putri ke-4 Rizieq.

Baca Juga:

Rizieq Shihab dan 5 Terdakwa Divonis 8 Bulan Bui di Kasus Kerumunan Petamburan

Lima terdakwa iru yakni Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Al-Habsyi, dan Maman Suryadi.

Keenam terdakwa tersebut melanggar pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 8 bulan," ujar ketua hakim kasus kerumunan Petamburan, Suparman Nyompa, saat membacakan surat putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur melalui virtual, Kamis (27/5). (Asp)

Baca Juga:

PN Jakarta Timur Siarkan Sidang Putusan Rizieq Shihab Lewat YouTube

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tegaskan Tolak Legalisasi Miras, PKB: Jangan Adat Tertentu Jadi Alasan
Indonesia
Tegaskan Tolak Legalisasi Miras, PKB: Jangan Adat Tertentu Jadi Alasan

legalisasi minuman keras meski hanya dalam wilayah tertentu sudah mencederai Bangsa Indonesia

Satgas COVID-19 Soroti Potensi Penyebaran COVID-19 di Klaster Pengungsian
Indonesia
Satgas COVID-19 Soroti Potensi Penyebaran COVID-19 di Klaster Pengungsian

Semoga bencana banjir yang sedang dihadapi beberapa provinsi dapat segera teratasi

Tak Bawa STRP, Sejumlah Pengendara Diputar Balik di Pos PPKM Daan Mogot
Indonesia
Tak Bawa STRP, Sejumlah Pengendara Diputar Balik di Pos PPKM Daan Mogot

Sejumlah pengendara yang hendak melintasi posko penyekatan Jalan Daan Mogot, Batuceper, Kota Tangerang, diputar balik. Mereka dilarang melintas karena belum memiliki surat tanda registrasi pekerja (STRP), Senin (12/7).

 Operasional RS Darurat Corona TNI AD di Solo Tertunda
Indonesia
Operasional RS Darurat Corona TNI AD di Solo Tertunda

Sementara itu, operasional RS darurat TNI AD belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena tenaga kesehatan masih dalam tahap adaptasi peralatan baru.

Tiba di Jakarta, Pemudik Jalani Tes Swab di Polsek Gambir
Indonesia
Tiba di Jakarta, Pemudik Jalani Tes Swab di Polsek Gambir

Sejumlah warga yang baru saja pulang mudik langsung menjalani tes swab di Polsek Metro Gambir, Jakarta Pusat. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya penyebaran virus COVID-19.

Komnas HAM Apresiasi Sikap Kooperatif Kapolda Metro Jaya
Indonesia
Komnas HAM Apresiasi Sikap Kooperatif Kapolda Metro Jaya

Komnas HAM akan mendalami lagi satu per satu dari berbagai aspeknya

27 Warga Positif COVID-19, Tiga RT di Bambu Apus Disemprot Disinfektan
Indonesia
27 Warga Positif COVID-19, Tiga RT di Bambu Apus Disemprot Disinfektan

Sebanyak 27 warga di RW 03 Kelurahan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur terkonfirmasi COVID-19.

Ketersediaan Lapangan Kerja Bikin Optimisme Kian Meningkat
Indonesia
Ketersediaan Lapangan Kerja Bikin Optimisme Kian Meningkat

Keyakinan konsumen membaik di 14 kota yang disurvei dengan kenaikan tertinggi di kota Bandar Lampung, diikuti oleh DKI Jakarta, dan Denpasar.

[HOAKS atau FAKTA]: Pakai Masker Picu Penyakit Staph
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pakai Masker Picu Penyakit Staph

Postingan ini telah dikomentari sebanyak 231 kali dan disebarkan kembali sekiatr 1100 kali.

 Masuk Zona Subduksi, Warga Jatim Selatan Harus Waspadai Gempa
Indonesia
Masuk Zona Subduksi, Warga Jatim Selatan Harus Waspadai Gempa

Pemprov Jatim melalui BPBD Jatim terus melakukan mitigasi bencana secara kontinyu dan berkoordinasi dengan kepala BMKG.