Kuasa Hukum Nasabah Jouska Sebut Kerugian Klien Bertambah Ilustrasi investasi bodong. Foto: ist

MerahPutih.com - Sejumlah nasabah Jouska menjalani pemeriksaan atau pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polda Metro Jaya, Kamis (12/11).

Kuasa Hukum nasabah PT Jouska Grup, Rinto Wardana menjelaskan, total kerugian yang saat ini dialami oleh nasabah Jouska meningkat hingga 100 persen dari bulan September 2020 lalu ketika laporan pertama kali dibuat ke Polda Metro Jaya.

Jumlahnya disebut mencapai Rp10 M. Menurut dia hal ini masih akan berubah. Rinto mengatakan, sejauh ini ada sebanyak 35 nasabah Jouska yang ditanganinya. Meski begitu, tidak semuanya hadir ke Polda Metro Jaya besok. Hal itu lantaran sebagian dari mereka harus bekerja.

Baca Juga

Ini Pendapat Ahli Keuangan Soal Kasus Jouska

"Untuk temuan-temuan kami sampaikan dalam konpers di Polda," ucap dia kepada wartawan, Kamis (12/11).

Ia lantas meminta polisi menahan bos PT Jouska Grup, yaitu Aakar Abyasa Fidzuno. Hal itu karena dikhawatirkan kalau Aakar berpotensi kembali mengulangi tindak pidana, menghilangkan barang bukti dan juga kemungkinan melarikan diri.

Untuk itu, dalam pemeriksaan beberapa nasabah yang jadi korban, Rinto menyerahkan surat permohonan agar AAF ditahan.

"Kekhawatiran itu sebelumnya telah disampaikan oleh klien saya bahwa kemungkinan besar ada potensi saudara Aakar Abyasa Fidzuno akan melarikan diri dan kalau bisa ada tindakan preventif untuk itu," jelas dia.

Menurut Rinto, ada beberapa nasabah lagi yang baru mau membuat laporan. Rencana tindak lanjut membuat laporan ini mungkin akan dilakukan pekan depan.

Sejauh ini, kata dia, total ada 35 nasabah yang telah membuat laporan. Di mana total kerugian ditafsir mencapai Rp13 M.

"35 korban dengan total kerugian sekitar Rp13.815.500.212, nah dengan kerugian terbanyak sebesar Rp3 miliar 100 juta. Sedangkan kerugian korban yang terkecil adalah Rp25.541.000, nah ini temuan kami setelah kami hitung seluruh total kerugian yang berdasarkan informasi dari para korban," kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, ada pasal baru yang dilaporkan dalam laporan baru nanti dari laporan sebelumnya. Di mana Aakar Abyasa Fidzuno dinilai melanggar juga Pasal 104 Undang-Undang Pasar Modal.

"Di dalam laporan baru itu akan saya selipkan Pasal tindak pidana insider trading itu soal Pasar modal di Pasal 104. Dan kemungkinan besar ada beberapa pasal-pasal undang-undang ITE karena didalam temuan saya kemarin saya sudah mendapatkan beberapa indikasi adanya pelanggaran Undang-Undang ITE terhadap informasi-Informasi yang diberikan oleh saudara AAF," kata dia.

Laporan perkara tersebut diterima dengan nomor polisi: LP/ 5.263/ IX/ YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, Tanggal 03 September 2020. Menurut Rinto, selain dugaan tindak pidana penipuan, AAF juga dilaporkan atas dugaan pencucian uang.

Baca Juga

Selesaikan Masalah Investasi, Jouska Minta Waktu Pada Klien

Hal tersebut juga sejalan dengan pasal yang tertera dalam laporan yang dibuat. Di mana dalam laporan, AAF dilaporkan atas Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3, 4, 5 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 08 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
IDI: Tidak Usah Ributkan Merek, Indonesia Butuh Banyak Vaksin
Indonesia
IDI: Tidak Usah Ributkan Merek, Indonesia Butuh Banyak Vaksin

Efikasi vaksin tidak memiliki dampak pada kesehatan. Kemudian, juga tidak akan meracuni penerima vaksin, sehingga vaksin tetap aman digunakan

Novel Baswedan Ungkap Alasan Laporkan Pimpinan KPK ke Komnas HAM
Indonesia
Novel Baswedan Ungkap Alasan Laporkan Pimpinan KPK ke Komnas HAM

Novel menegaskan pelaporan diajukan demi kepentingan bersama dalam upaya pemberantasan korupsi.

Warga Tangsel Sudah Banyak yang Kenal Benyamin
Indonesia
Warga Tangsel Sudah Banyak yang Kenal Benyamin

Publik lebih menginginkan pertemuan tatap muka dengan pasangan calon kepala daerah

Propam Minta Demokrat Buat Laporan Soal Intimidasi Polisi terhadap Kader
Indonesia
Propam Minta Demokrat Buat Laporan Soal Intimidasi Polisi terhadap Kader

Propam Polri sampai saat ini belum menerima laporan adanya dugaan oknum kepolisian di satuan intel polres yang diduga mengancam pengurus Partai Demokrat di tingkat kabupaten/kota.

Tingkat Kesembuhan COVID-19 Alami Penurunan
Indonesia
Tingkat Kesembuhan COVID-19 Alami Penurunan

Angka kesembuhan COVID-19 pada pekan ini mengalami penurunan sebesar 1,8 persen jika dibandingkan dengan pekan lalu.

Ditjen PAS: 124 Penghuni Lapas dan Rutan Positif COVID-19
Indonesia
Ditjen PAS: 124 Penghuni Lapas dan Rutan Positif COVID-19

Virus corona masuk ke lapas dan rutan lantaran adanya interaksi antara petugas dan narapidana (napi).

Kabareskrim Pastikan Paspor Jozeph Paul Zhang Bakal Dicabut
Indonesia
Kabareskrim Pastikan Paspor Jozeph Paul Zhang Bakal Dicabut

Menurut Agus, jika paspor Jozeph nantinya telah dicabut maka akan mempersempit geraknya.

Anak Buah Anies Diklaim Bantu Keuangan Anak-Anak Tertolak PPDB
Indonesia
Anak Buah Anies Diklaim Bantu Keuangan Anak-Anak Tertolak PPDB

Puluhan orang tua murid bersama anak-anaknya mendatangi Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta untuk berdiskusi

Update COVID-19 Jumat (9/10) 324.658 Positif, 247.667 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Jumat (9/10) 324.658 Positif, 247.667 Sembuh

Penambahan itu menyebabkan total kasus saat ini ada 324.658 orang, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Kiprah Indriyanto Seno Adji yang Bakal Dilantik Jadi Dewas KPK
Indonesia
Kiprah Indriyanto Seno Adji yang Bakal Dilantik Jadi Dewas KPK

Indriyanto Seno Adji dikabarkan bakal dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK.