Kuasa Hukum Dinar Candy Sebut Kliennya Menyesal Berbikini di Pinggir Jalan Dinar Candi. (Foto: MP/Instagram @dinar_candy)

Merahputih.com - Kuasa hukum DJ Dinar Candy, Acong Latif menyebut kliennya menyesal karena protes pemberlakukan PPKM dengan berbikini di jalan raya.

"Yang jelas kalau Dinar sekarang ya menyesal melakukan hal seperti itu. Dinar tadi juga apa yang dilakukan sudah menyesal," tegas Acong kepada wartawan, Jumat (6/8).

Baca Juga:

Berbikini di Jalan Buntut PPKM Diperpanjang, Dinar Candy Diamankan Polisi

Karena aksinya ini, Dinar Candy ditetapkan menjadi tersangka kasus pornografi. Tapi Dinar Candy tidak ditahan melainkan hanya melakukan wajib lapor.

Ia menyebut, aksi protes kliennya turun ke jalan sambil mengenakan bikini sebagai salah satu wujud kritik atas kebijakan pemerintah. "Bahwa dia juga terkena dampak PPKM,” singkat dia.

Acong mengakui, bukan hanya Dinar Candy yang terdampak PPKM. Dinar hanya menyampaikan aspirasinya sesuai dengan caranya.

“Kalau mahasiswa, mungkin pakai jas almamater. Nah karena dia seorang DJ, jadi cara menyampaikan penolakannya juga dengan pola dan gaya dia,” tutur sang kuasa hukum menambahkan.

Dinar Candy memakain bikin di jalanan saat protes perpanjangan PPKM Level 4. (Foto: MP/Twitter)
Dinar Candy memakai bikini di jalanan saat protes perpanjangan PPKM Level 4. (Foto: MP/Twitter)

Dinar Candy diamankan di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, pada 4 Agustus 2021.

Sang DJ diringkus tak lama setelah melangsungkan aksi protes terhadap perpanjangan PPKM di Lebak Bulus, dengan mengenakan bikini, kacamata hitam, dan masker.

Baca Juga:

Polisi Periksa Dinar Candy Terkait Aksi Berbikini di Pinggir Jalan

Oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, Dinar Candy kemudian ditetapkan sebagai tersangka tindak pornografi. Dia dikenakan Pasal 36 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

“Ancaman hukuman untuk Dinar Candy 10 tahun penjara dan atau denda Rp5 miliar,” tutur Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Azis Andriansyah. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: KTP Elektronik Dipasangi Chip GPS
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: KTP Elektronik Dipasangi Chip GPS

Video itu memperlihatkan seseorang yang menemukan chip di dalam KTP elektronik miliknya.

Polisi Pembanting Mahasiswa Masih Diperiksa Propam
Indonesia
Terawan Mundur dari Bursa Calon Dubes, DPR Minta Pemerintah Siapkan Pengganti
Indonesia
Terawan Mundur dari Bursa Calon Dubes, DPR Minta Pemerintah Siapkan Pengganti

Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mundur dari pencalonannya sebagai Dubes Indonesia untuk Spanyol.

Baru 62 Persen Legislator DKI Lapor LHKPN, Sekretaris DPRD: Mereka Lupa
Indonesia
Baru 62 Persen Legislator DKI Lapor LHKPN, Sekretaris DPRD: Mereka Lupa

“Mereka pada mau lapor, cuma kayak kemarin ada anggota dewan yang mengaku lupa. Jadi, nggak ada maksud dari mereka untuk tidak melapor,” ucap Augustinus.

IPS: Elektabilitas Ganjar Makin Populer, Melampaui Puan Maharani
Indonesia
IPS: Elektabilitas Ganjar Makin Populer, Melampaui Puan Maharani

Elektabilitas Pranowo sebesar 14,4 persen

Server Bermasalah, Disdik DKI Hentikan Sementara Pendaftaran PPDB 2021
Indonesia
Server Bermasalah, Disdik DKI Hentikan Sementara Pendaftaran PPDB 2021

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menghentikan sementara proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI tahun pengajaran 2021/2022.

Masuk Mal Wajib Tunjukan Surat Vaksin, Wagub DKI: Ada Pelonggaran
Indonesia
Masuk Mal Wajib Tunjukan Surat Vaksin, Wagub DKI: Ada Pelonggaran

Karena memang sudah sebagian besar masyarakat sudah mendapatkan vaksin

Pimpinan DPR Harap SKB 3 Menteri Wujudkan Toleransi Umat Beragma dan Bhineka Tunggal Ika
Indonesia
Legislator Ini Perkirakan Surpres Calon Panglima TNI Keluar Setelah PON Papua
Indonesia
Legislator Ini Perkirakan Surpres Calon Panglima TNI Keluar Setelah PON Papua

DPR RI melaksanakan reses pada tanggal 8 Oktober sampai 7 November

[HOAKS atau FAKTA]: Helikopter Kibarkan Bendera Tiongkok di Malang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Helikopter Kibarkan Bendera Tiongkok di Malang

Sebuah akun Facebook bernama Afif Kusdianto memposting video yang mengklaim sebuah helikopter mengibarkan bendera Tiongkok dan ditengarai berada di Kota Malang, Jawa timur.