Kuasa Hukum Bantah Ada Rekayasa Akuntansi Jiwasraya Logo Jiwasraya (ANTARA)

Merahputih.com - Dugaan rekayasa akuntansi atau window dressing dalam pencatatan laba PT Asuransi Jiwasraya Tbk dibantah. Pasalnya, semua laporan dicatat sesuai harga pasar (current date).

Penasihat Hukum Mantan Direksi PT Asuransi Jiwasraya Tbk periode 2008-2018,Syahmirwan, Dion Pongkor menegaskan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) bahwa untung buku dipersepsikam untung semu sangat keliru.

“Jadi, tidak ada itu untung semu,” ujar Dion di Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Jakarta Pusat, Senin (13/7).

Baca Juga

Saksi Ungkap Eks Dirkeu Jiwasraya Pernah Beli Saham Anak Perusahaan Bakrie Group

Seperti diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Korupsi (Tipikor) Pada Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Jakarta Pusat kembali menggelar sidang lanjutan kasus Perkara Pidana Nomor : 33/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Jkt.Pst, Senin (6/7/2020).

Sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi dari internal Jiwasraya. Adapun mereka yang didengar keterangannya yaitu Hexana Tri Sasongko, Faisal Satria Gumay, Agustine, Rommy, Anggoro dan Gustia Dwipayana

Menurut Dion, tidak adanya laporan laba semu dalam pencatatan keuangan Jiwasraya sebenarnya diperkuat oleh saksi yang dihadirkan JPU, Lusiana.

Lusiana yang juga Mantan Bagian Pengembangan Dana PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menjelaskan tidak ada manipulasi harga saham pada hari dicatatkan. Hal ini mengkonfirmasikan semua yang dicatatkan sesuai dengan harga dibursa.

“Kalau direalise, untung secara cash. Kalau belum direalise, untung secara buku,” jelas Dion.

Logo Jiwasraya (ANTARA)

Mengutip Lusiana, Dion mengatakan tidak ada salahnya membukukan untung buku. Karena memang tidak ada manipulasi dalam pencatatannya. Dion juga menyanggah isi dakwan JPU.

Dalam dakwaan JPU, semua membukukan untung secara semu. Untung semu ini lalu diterjemahkan untung buku. Padahal, kenyataannya tidak demikian.

Lebih lanjut, Dion menegaskan, penegaskan bahwa untung buku dipersepsikan untung semu sebagai pembuktian dakwaan JPU.

“Jadi, nggak ada bedanya harga saham yang tercatat pada saat untung buku dengan harga di bursa. Kita mencatat sesuai dengan harga pasar. Itulah untung buku. Tidak ada salahnya kan untung buku,” jawab Lusiana.

Baca Juga

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Jiwasraya

Menurut Lusiana, tidak ada salahnya untung buku sepanjang harga itu tidak semu. Sebelumnya, manipulasi pembukuan keuntungan menjadi salah satu pangkal sebab PT Asuransi Jiwasraya mengalami gagal bayar.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan, aksi laba semu terjadi dalam laporan tahunan sejak 2006. Baru pada 2017 rekayasa akutansi tersebut terungkap. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda Metro Jaya Segera Panggil Manajemen Jakmania
Indonesia
Polda Metro Jaya Segera Panggil Manajemen Jakmania

Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya, Kombes Marsudianto mengatakan, pemeriksaan manajemen Jakmania baru sebatas sebagai saksi saja.

Pilkada Saat Pandemi Dinilai Lebih Menyeramkan Ketimbang Isu Musiman Kebangkitan PKI
Indonesia
Pilkada Saat Pandemi Dinilai Lebih Menyeramkan Ketimbang Isu Musiman Kebangkitan PKI

Isu PKI yang kerap muncul setiap tahun hanya menjadi komoditas politik jualan momentum yang sudah basi

Gempa Nias Bikin Masyarakat Panik dan Keluar Rumah
Indonesia
Gempa Nias Bikin Masyarakat Panik dan Keluar Rumah

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Nias Barat saat ini sedang melakukan kaji cepat

[HOAKS atau FAKTA] Masjid Ditutup Sementara Katedral Dibuka untuk Ibadah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Masjid Ditutup Sementara Katedral Dibuka untuk Ibadah

“#PenindasRakyatHarusTumbang Mesjid ditutup sementara, KATEDRAL BUKA UNTUK IBADAH MINGGU. rezim kurang ajar”

FOTO: Demo Tolak Omnibus Law Rusuh di Jakarta
Foto
FOTO: Demo Tolak Omnibus Law Rusuh di Jakarta

Ribuan massa aksi yang menolak pengesahan Undang-undang Cipta Kerja rusuh saat menyampaikan aspirasinya di jalan M.H Thamrin, Jakarta

Tolak Penjualan Saham PT Delta Djakarta, Ketua DPRD DKI: Uangnya Buat Pembangunan
Indonesia
Tolak Penjualan Saham PT Delta Djakarta, Ketua DPRD DKI: Uangnya Buat Pembangunan

"Salahnya apa? Kan enggak ada salahnya. Uangnya (keuntungan saham) kan bisa buat (pembangunan) RPTRA kek, atau apa," kata Prasetyo

KPK Sidik Dugaan Gratifikasi di Pemkab Lampung Utara
Indonesia
KPK Sidik Dugaan Gratifikasi di Pemkab Lampung Utara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait penerimaan gratifikasi di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara.

Menteri Edhy Tersangka Suap, Luhut Pimpin KKP
Indonesia
Menteri Edhy Tersangka Suap, Luhut Pimpin KKP

"Presiden menunjuk Menko Maritim dan Investasi sebagai Menteri KP ad interim," kata Juru Bicara Menko Maritim dan Investasi Jodi Mahardi dalam keterangan di Jakarta, Kamis (26/11).

Kasus Pesta Dihadiri Raffi Ahmad, Polisi: Mereka Tidak Diundang Tapi Datang Sendiri
Indonesia
Kasus Pesta Dihadiri Raffi Ahmad, Polisi: Mereka Tidak Diundang Tapi Datang Sendiri

Polisi menyebut belasan tamu yang menghadiri acara ulang tahun ayah Sean Gelael, Ricardo Gelael termasuk Raffi Ahmad tidak ada yang diundang. Namun, mereka inisiatif datang sendiri.

Imbas Larangan Mudik, Pengusaha Bus Harus Kembalikan Uang Penumpang
Indonesia
Imbas Larangan Mudik, Pengusaha Bus Harus Kembalikan Uang Penumpang

Organda siap mengikuti peraturan Pemerintah terkait larangan mudik ini demi mengurangi penularan COVID-19.