Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia
Polusi udara di Jakarta. Foto: Twitter/@BanyuSadewa
MerahPutih.com - Kualitas udara Jakarta menempati terburuk di dunia. Hal ini telihat dari indeks kualitas udara (AQI) dari website IQAir.
Berdasarkan laman IQAir, Jakarta menduduki nomor dua indeks kualitas udara tertinggi pada Jumat 16 Juni 2023 pukul 10.35 WIB.
Baca Juga:
Konsentrasi PM2.5 (partikel udara terkecil) di Jakarta mencapai 64.4 microgram/meter³. Konsentrasi 12.9 kali lebih besar dibandingkan yang ditetapkan dalam panduan kualitas udara dari organisasi kesehatan dunia (WHO).
Peringkat kualitas udara Jakarta saat ini berada pada indikator merah merujuk pada kualitas udara yang tidak sehat dibandingkan dengan kota lainnya di dunia.
Kualitas udara di Jakarta telah berada di tingkat tidak sehat sejak Rabu (14/6). Pada hari itu indeks kualitas udara menyentuh angka 153.
Baca Juga:
Adapun 10 kota di dunia dengan kualitas udara terburuk pada Jumat 16 Juni 2023:
1. Lahore, Pakistan - indeks 157
2. Jakarta, Indonesia - indeks 156
3. Delhi, India - indeks 137
4. Wuhan, China - indeks 133
5. Dubai, Uni Emirat Arab - indeks 122
6. Hangzhou, China - indeks 121
7. Santiago, Cile - indeks 116
8. Kuwait City, Kuwait - indeks 107
9. Kolkata, India - indeks 107
10. Shanghai, China - indek 107
Berdasarkan keterangan WHO, dampak dari buruknya kualitas udara bisa menyebabkan penyakit jantung iskemik, stroke, infeksi saluran pernapasan bagian bawah, penyakit paru obstruktif kronik, dan kanker paru-paru. (Asp)
Baca Juga:
Pemprov DKI Gencar Lakukan Penataan Kawasan untuk Perbaiki Kualitas Udara Jakarta
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Penuhi Pasokan Daging di 2026, Pemprov DKI bakal Impor 7.500 Sapi dari Australia
Bukan Rp 100 Miliar, Gubernur Pramono Tegaskan Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said hanya Rp 254 Juta
Warga Pesisir Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob hingga 20 Januari 2026
El Clasico Barcelona vs Real Madrid Siap Digelar di Jakarta, Gubernur Pramono Siap Berikan Dukungan
Sejumlah Warga Asrama Polisi di Mampang Terjebak Banjir Besar, Prioritas Evakuasi
Gubernur Pramono Jawab Tuntutan Buruh soal Subsidi Upah Rp 200 Ribu
Pemprov DKI Tata Kawasan Pasar Baru Hingga Kota Tua pada Pertengahan 2026
PSI Soroti Kurangnya Pengolaan Sampah di Jakarta
Pakar Sebut Operasional RDF Rorotan yang Dilaksanakan secara Bertahap sudah Tepat
Dinkes DKI Jakarta Minta Warga Tak Panik Terkait Virus Super Flu, Tapi Tetap Waspada