KSPI Minta PKS dan Demokrat Respon Legislative Review UU Ciptaker Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Foto: MP/Kanugrahan

MerahPutih.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) telah berkirim surat kepada seluruh fraksi yang ada di DPR untuk melakukan legislative review terhadap Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Presiden KSPI Saiq Iqbal mengatakan, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat, yang menolak UU Ciptaker, seharusnya mengajukan legislative review kepada pimpinan DPR.

Baca Juga

Ribuan Buruh Bakal Kepung Gedung DPR

"Jadi fraksi PKS dan fraksi Partai Demokrat seharusnya mengambil inisiatif atas surat yang kami kirim untuk menggiring, kan dari fraksi PKS berapa orang jumlah anggotanya, kan legislative review ini melekat pada diri anggota DPR bukan fraksi tapi melalui fraksi," kata Said Iqbal dalam keterangannya, Rabu (21/10).

Said Iqbal menekankan, dua fraksi di DPR, yakni PKS dan Demokrat yang menolak UU Cipta Kerja, sudah cukup untuk mengambil inisiatif merespons surat dari KSPI untuk melakukan legislative review.

Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers virtual dipantau dari Jakarta pada Rabu (21/10/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

Menurut Said Iqbal, legislative review sudah melekat dengan setiap anggota DPR dan tidak harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah.

Atas dasar itu, Said Iqbal menantang Fraksi PKS dan Demokrat, apabila betul-betul membela kepentingan buruh dan menolak UU Cipta Kerja, maka Fraksi PKS dan Demokrat mengajukan legislative review.

Baca Juga

KSPI Ajukan Legislative Review UU Ciptaker ke DPR

Said Iqbal menegaskan, jika Fraksi PKS dan Demokrat mendukung rakyat dan buruh yang berjuang menolak UU Cipta Kerja, seharusnya mengambil sikap politik secara konstitusional.

"Mulai saja dari tanda tangan anggota fraksi PKS, anggota fraksi Partai Demokrat mendukung surat yang diajukan oleh KSPI, permohonan tentang legislative review," tutup Said Iqbal. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PPP Belum Berencana Lakukan Pertemuan dengan PDIP
Indonesia
PPP Belum Berencana Lakukan Pertemuan dengan PDIP

PPP dan Golkar merupakan partai yang memiliki banyak kesamaan

Bamsoet Kritik Respon Lamban Kemenlu Terkait Kematian ABK WNI di Kapal Tiongkok
Indonesia
Bamsoet Kritik Respon Lamban Kemenlu Terkait Kematian ABK WNI di Kapal Tiongkok

"Akibat kelambanan dan sikap minimalis itu, para almarhum dan keluarganya tidak mendapatkan perlakuan yang layak," kata Bamsoet

Gaji dan THR Tak Kunjung Dibayar, Karyawan PT Tyfountex Datangi Kantor Bupati Sukoharjo
Indonesia
Gaji dan THR Tak Kunjung Dibayar, Karyawan PT Tyfountex Datangi Kantor Bupati Sukoharjo

Kondisi buruh saat ini sedang merana di tengah pendemi COVID-19.

Kompensasi Dampak Penerima Vaksin, Pemerintah Dituntut Konsisten
Indonesia
Kompensasi Dampak Penerima Vaksin, Pemerintah Dituntut Konsisten

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menandatangani Perpres Nomor 14 Tahun 2021 pada 9 Februari 2021.

Sepanjang 2020 Pembiayaan Utang Capai Rp1.226 Triliun
Indonesia
Sepanjang 2020 Pembiayaan Utang Capai Rp1.226 Triliun

Realisasi pembiayaan anggaran selama 2020 mencapai Rp1.190,9 triliun atau meningkat 196 persen dari 2019 yang hanya sebesar Rp402,1 triliun.

Wagub DKI Sebut Tambahan Jam Buka Mal 1 Jam Permintaan Pengusaha
Indonesia
Wagub DKI Sebut Tambahan Jam Buka Mal 1 Jam Permintaan Pengusaha

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk perpanjang kembali penerapan PSBB selama 14 hari mulai 26 Januari 2021 hingga 8 Februari 2021.

Juliari Batubara Disebut Kerap Gunakan Pesawat Pribadi Saat Kunjungan Kerja
Indonesia
Juliari Batubara Disebut Kerap Gunakan Pesawat Pribadi Saat Kunjungan Kerja

"Untuk penggunaan pesawat pribadi yang saya ikuti ada empat kali, ke Medan, Luwuk, Semarang, dan Malang," kata Eko

Wanita yang Mesum di Halte Bus Kramat Dibawa ke RS untuk Periksa Kejiwaan
Indonesia
Wanita yang Mesum di Halte Bus Kramat Dibawa ke RS untuk Periksa Kejiwaan

Polisi bakal membawa MA (21), wanita pelaku mesum di halte bus Kramat, Jakarta Pusat ke Rumah Sakit.

Cuaca Jakarta Hari Ini Diprediksi Berawan
Indonesia
Cuaca Jakarta Hari Ini Diprediksi Berawan

"Cuaca berawan akan bertahan hingga siang hari, kecuali di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan," tulis BMKG.

Jokowi Tekan Inpres 6/2020, Pelanggar Protokol Kesehatan Siap-Siap Kena Sanksi
Indonesia
Jokowi Tekan Inpres 6/2020, Pelanggar Protokol Kesehatan Siap-Siap Kena Sanksi

Mendagri diminta untuk melaksanakan sosialisasi secara masif