KSP Bantah Ada Pembakaran Surat Suara Pemilu di Puncak Jaya Menurut Deputi V Kepala Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardani. (Foto/kps.go.id)

MerahPutih.com - Kepala Staf Presiden membantah terkait adanya pembakaran kotak dan surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) di Distrik Tiganambut, Puncak Jaya Papua.

Menurut Deputi V Kepala Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardani petugas Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Puncak Jaya memusnahkan kertas suara yang tidak terpakai.

"Pemusnahan ini dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan kertas suara tersebut," tuturnya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (24/4).

Jaleswari menegaskan, pihaknya telah mengecek kabar peristiwa itu. Dari keterangan yang didapat, benda yang dibakar itu bukanlah dokumen pemilu. Dokumen penting sudah diamankan ke kantor KPU Mulia, Puncak Jaya untuk dilakukan rekapitulasi.

"Yang dibakar itu dokumen yang tidak diperlukan lagi, agar tidak disalahgunakan," katanya.

Jelaswari juga menjelaskan bahwa pemilu di distrik Tingginambut menggunakan sistem noken yang tidak membutuhkan kertas suara. Penggunaan sistem ini telah disahkan Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa tahun lalu.

"Puncak Jaya merupakan satu dari 12 kabupaten yang diizinkan menggunakan sistem noken itu," katanya.

Seperti ketahui, dalam video yang beredar berdurasi kurang lebih 5 menit, terlihat tumpukan kotak suara dan surat suara yang tengah dibakar dan diduga sebagai logistik Pemilu 2019. (Asp)

Baca Juga: KSP Sebut Penyebaran Hoaks Semakin Gencar Jelang Pemilu 2019

Kredit : asropih


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH