KSAL Jelaskan Tujuan Pembentukan Komando Armada RI KSAL Laksamana Yudo Margono usai meresmikan Komando Armada RI, di Mako Koarmada I, Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (3/2). ANTARA/Syaiful Hakim.

MerahPutih.com - Pembentukan Komando Armada RI yang baru diresmikan bertujuan untuk menghadapi tantangan dan ancaman di perairan Indonesia, termasuk situasi di Laut China Selatan (LCS).

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengeakui bahwa sudah bukan rahasia lagi bahwa situasi di LCS akan menjadi tantangan bersama.

Pembentukan Koarmada RI sangat diperlukan karena ada beberapa wilayah "trouble spot" di wilayah barat. Sebut saja Laut Natuna, Selat Malaka, Selat Singapura, serta perbatasan dengan India.

"Dan di timur ada di Ambalat, Pasifik, kemudian di Laut Arafuru. Sehingga dengan adanya berbagai tantangan-tantangan ini Koarmada RI dibentuk," jelas Yudo usai meresmikan pembentukan Koarmada RI di Dermaga Koarmada I Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (3/2).

Baca Juga

KSAL Angkat Suara Soal Dugaan Prajuritnya Terlibat Pengiriman TKI Ilegal

Yudo mengatakan, Koarmada RI merupakan Komando Utama Operasional yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI dan Komando Utama Pembinaan yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada KSAL yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 66 tahun 2019 dan Peraturan Panglima TNI Nomor 23 tahun 2021 serta Peraturan Kepala Staf Angkatan Laut Nomor 3 tahun 2022.

Ia juga mengukuhkan dan mengambil sumpah Laksamana Madya (Laksdya) TNI Agung Prasetiawan sebagai Panglima Koarmada RI yang pertama.

Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan keputusan Panglima TNI Nomor Keputusan 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI.

Dalam melaksanakan fungsi organisasi, Pangkoarmada RI dibantu oleh Kepala Staf yang mengkoordinasikan tugas-tugas unsur pembantu pimpinan yang terdiri dari Inspektur, Kapok Sahli dan para Asisten, serta unsur pelayanan dan unsur badan pelaksana.

Baca Juga

KSAL Heran Media Luar Selalu Memojokkan Aksi Penindakan Kapal Asing

Sedangkan unsur pelaksana operasi dan pembinaan, Pangkoarmada RI membawahi Pangkoarmada I, Pangkoarmada II Pangkoarmada III, Dankoopskasel (satuan kapal selam), Dankoppeba, Dankolat, Dansatud, Dansatmar serta Dandenintel.

Sebagai kotama operasional dan pembinaan, yang wilayah kerjanya terbentang dari dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas hingga Pulau Rote, Koarmada RI memiliki tiga Koarmada yang bertanggung jawab membina dan mengoperasionalkan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri dari kapal perang (KRI), pesawat udara, Marinir dan pangkalan.

Komando Armada I yang berkedudukan di Jakarta dipimpin oleh Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah bertanggung jawab atas pembinaan dan operasional komandonya diwilayah Perairan Barat Indonesia yang terbentang dari Utara ke Selatan yang ditandai oleh garis imajiner yang membelah Kalimantan Bagian Barat hingga Cirebon.

Komando Armada Il yang berkedudukan di Surabaya dipimpin oleh Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto bertanggung jawab atas pembinaan dan operasional komandonya diwilayah Perairan Bagian Tengah Indonesia yang ditandai oleh garis imajiner berbatasan dengan wilayah kerja Koarmada I di sebelah barat dan garis imajiner yang terbentang dari Utara ke Selatan di ALKI III.

Baca Juga

Heboh, Benda Misterius Mirip Tank Mengapung di Tengah Laut Bintan

Komando Armada III yang berkedudukan di Sorong dipimpin Laksamana Muda TNI Irvansyah bertanggung jawab atas pembinaan dan operasional komandonya di wilayah Perairan Timur Indonesia yang sebelah baratnya ditandai oleh garis imajiner yang berbatasan dengan wilayah kerja Koarmada II di ALKI III.

Dalam aspek operasional, ketiga Koarmada ini membawahi Gugus Tempur Laut dan Gugus Keamanan Laut, sedangkan dalam aspek pembinaan membawahi Lantamal, Lanal, Satuan Kapal yang terdiri dari Satuan Kapal Eskorta, Satuan Kapal Selam, Satuan Kapal Amfibi, Satuan Kapal Cepat, Satuan Kapal Ranjau, dan Satuan Kapal Bantu.

Sedangkan Satuan Kapal Patroli berada di bawah jajaran Lantamal. Ketiga Koarmada ini juga membawahi Satuan Udara, Satuan Marinir dan Komando Latihan serta Denintel. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Indonesia Minta Jepang Bebaskan Bea Masuk Tuna, Pisang dan Nanas
Indonesia
Indonesia Minta Jepang Bebaskan Bea Masuk Tuna, Pisang dan Nanas

Airlangga mengapresiasi peningkatan komitmen investasi swasta Jepang hasil pertemuan Presiden Jokowi dengan CEOs Jepang sebesar USD 5,2 miliar.

KPU Jabar Bersiap Klarifikasi Data Keanggotaan Parpol
Indonesia
KPU Jabar Bersiap Klarifikasi Data Keanggotaan Parpol

KPU kabupaten/kota di Jawa Barat menyatakan kesiapannya menghadapi proses Pemilu Tahun 2024.

Pelajar Hanyut Saat Kegiatan Lapangan Sekolah di Curug Kembar Bogor
Indonesia
Pelajar Hanyut Saat Kegiatan Lapangan Sekolah di Curug Kembar Bogor

Tercatat, empat pelajar yang terdiri dari tiga orang perempuan dan satu orang anak laki-laki terbawa arus dari 105 orang yang ikut kegiatan lapangan.

Survei Kepuasan Publik terhadap Jokowi Menurun, KSP: Untuk Intropeksi
Indonesia
Survei Kepuasan Publik terhadap Jokowi Menurun, KSP: Untuk Intropeksi

"Survei merupakan bagian dari masukan kepada pemerintah untuk introspeksi dan meningkatkan kinerja," jelas Juri dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (28/4).

Kemenhub Siapkan Skema Penerapan Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan
Indonesia
Kemenhub Siapkan Skema Penerapan Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan sedang menyiapkan aturan dan mekanisme penerapan vaksin ketiga (booster) sebagai syarat perjalanan transportasi.

Anies Nyatakan Grand Launching JIS Dilaksanakan Juli
Indonesia
Anies Nyatakan Grand Launching JIS Dilaksanakan Juli

Acara grand launching atau pembukaan Jakarta International Stadium (JIS) dipastikan batal dilaksanakan pada 25 Juni 2022.

Anies Diminta Bikin Pergub Retribusi Helipad dan Sandar Kapal di Kepulauan Seribu
Indonesia
Anies Diminta Bikin Pergub Retribusi Helipad dan Sandar Kapal di Kepulauan Seribu

"Sekarang kan ternyata belum ada dasar hukumnya. Makanya perlu dibuatkan dasar hukum seperti pergub, lah, mengenai itu," ujar Mujiyono.

Tinggi Kolom Erupsi Gunung Anak Krakatau Capai 2.000 M, Warga Diminta Waspada
Indonesia
Tinggi Kolom Erupsi Gunung Anak Krakatau Capai 2.000 M, Warga Diminta Waspada

Secara historis, potensi bahaya longsoran tubuh Gunung Anak Krakatau merupakan ancaman bahaya permanen yang perlu selalu diwaspadai dan diantisipasi.

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Pfizer Miliki Kandungan Berbahaya
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Pfizer Miliki Kandungan Berbahaya

Kandungan potasium atau kalium memiliki manfaat bagi tubuh manusia sebagai mineral yang membantu membawa sinyal elektrik ke sel di dalam tubuh.

[HOAKS atau FAKTA]: Waspadai Modus Kejahatan Anak Menangis di Jalanan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Waspadai Modus Kejahatan Anak Menangis di Jalanan

Informasi yang beredar itu berisi modus perampokan, pemerkosaan, maupun penculikan