KSAL Heran Media Luar Selalu Memojokkan Aksi Penindakan Kapal Asing Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono saat menghadiri HUT ke-76 Korps Marinir. Foto: Dok Marinir.

MerahPutih.com - TNI Angkatan Laut diserang isu negatif dugaan oknum perwiranya menerima uang untuk membebaskan lusinan kapal asing di perairan Indonesia. Tudingan ini muncul setelah TNI AL menindak sejumlah kapal asing parkir di wilayah NKRI ketika antre untuk bersandar di pelabuhan Singapura. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono pun angkat suara atas tuduhan tersebut.

Yudo menjelaskan duduk perkara penahanan dan pengusiran kapal asing itu bagian dari penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia. Orang nomor satu di TNI AL itu mengaku heran setiap ada penegakan hukum di perairan Indonesia selalu dipelintir pihak media luar negeri. "Selalu luar negeri, dari luar selalu memberikan isu-isu yang negatif," ujar Yudo, dalam acara daring (HUT) Ke-76 Korps Marinir di Jakarta, Senin (15/11).

Baca Juga

Kasal Yudo Margono Sampaikan Pandangan Tentang RUU Landas Kontinen

KSAL menegaskan setiap kapal yang melakukan kegiatan ilegal di perairan Indonesia pasti akan diusir, apapun bentuknya, termasuk parkir. "Kalau di luar wilayah teritorial mungkin masih kita maklumi, tapi kalau ini di teritorial yang jelas UU Pelayaran mengharuskan untuk itu bisa diusir," ujar Yudo, yang tampil dengan seragam loreng khas Marinir.

Di depan awak media, Yudo meminta apabila perwira TNI AL benar meminta bayaran harusnya dijelaskan siapa orangnya, apa pangkatnya, tempat kejadian sekaligus di mana tempat dinas oknum tersebut. Sebaliknya, lanjut dia, jika hanya melempar isu tanpa ada penjelasan detail justru sulit akan sulit untuk dibuktikan kebenarannya.

"Kalau ada isu-isu seperi itu, ya silakan buktikan, siapa yang dikasih itu, jadi jangan hanya menyampaikan isu yang tidak jelas," tutup jenderal bintang empat TNI AL itu.

Baca Juga

Kapal Tiongkok Gentayangan di Natuna, Prabowo dan Luhut Harus Bersikap

Sebelumnya, media asing Al-Arabiya, Minggu (14/11), melansir kabar beredar yang menyebutkan dari selusin pemilik kapal mengklaim telah melakukan pembayaran masing-masing sekitar USD 300 ribu atau Rp 4,2 miliar untuk membebaskan kapal yang ditahan oleh TNI Angkatan Laut. Pembayaran dikarenakan kapal berlabuh secara ilegal di perairan Indonesia dekat Singapura.

Sumber berita itu mengatakan pembayaran dilakukan secara tunai. Khususnya kepada perwira angkatan laut atau melalui transfer bank ke perantara yang mengaku mewakili TNI Angkatan Laut. Namun, artikel tidak dapat memastikan siapa penerima akhir pembayaran tersebut dan apakah pembayaran dilakukan kepada perwira angkatan laut. Penahanan dan pembayaran pertama kali dilaporkan oleh Lloyd's List Intelligence, sebuah situs web industri pelayaran. (Knu)

Baca Juga

Kasal Ingatkan Bahayanya Penggunaan Pukat Harimau

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pusat Minta DKI Tingkatkan Pengetatan, PPKM Darurat?
Indonesia
Pusat Minta DKI Tingkatkan Pengetatan, PPKM Darurat?

Pemprov DKI Jakarta akan mengumumkan kebijakan ihwal peningkatan pengetatan PPKM, Rabu (30/6), menyusul lonjakan kasus COVID-19 secara drastis.

DMO Tidak Jalan, Dasco: Cabut HGU Perusahaan Sawit
Indonesia
DMO Tidak Jalan, Dasco: Cabut HGU Perusahaan Sawit

Dalam aturan pengganti yang tertuang dalam Permendag Nomer 11 tahun 2022, HET minyak goreng curah jadi Rp 14.000 per liter dan harga kemasan premium diserahkan kepada mekanisme pasar.

Ini Langkah Pemprov DKI Soal Putusan MA Terkait Izin Reklamasi Pulau H
Indonesia
Ini Langkah Pemprov DKI Soal Putusan MA Terkait Izin Reklamasi Pulau H

Pemprov DKI Jakarta akan menunggu putusan resmi dari Mahkamah Agung sebelum mengambil tindakan lebih lanjut terkait pencabutan izin reklamasi Pulau H.

Ketua DPRD DKI: Commitment Fee Formula E Dibayar Sebelum APBD Disahkan
Indonesia
Ketua DPRD DKI: Commitment Fee Formula E Dibayar Sebelum APBD Disahkan

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi rampung menjalani pemeriksaan KPK terkait dugaan korupsi pada ajang balap mobil listrik alias Formula E.

KPK Dalami Penganggaran PMD Perumda Sarana Jaya Lewat Prasetyo Edi
Indonesia
Megawati Mengenang Keteladanan Kapolri Hoegeng, Polisi Sekarang Harus Mencontoh
Indonesia
Megawati Mengenang Keteladanan Kapolri Hoegeng, Polisi Sekarang Harus Mencontoh

"Menurut saya, (dari keteladanan) Pak Hoegeng, mereka (polisi) harus punya dedikasi. Kalian disuruh mengatasi terorisme, radikalisme,” kata Mega.

Presiden Jokowi Beri 6 Arahan ke KPU Terkait Pemilu 2024
Indonesia
Presiden Jokowi Beri 6 Arahan ke KPU Terkait Pemilu 2024

Ia menjelaskan, ada enam hal yang disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut.

Cak Imin: Medan Untuk 2024 Sangat Terbuka Lebar
Indonesia
Cak Imin: Medan Untuk 2024 Sangat Terbuka Lebar

Saat ini kompetisi partai politik jelang Pemilu tahun 2024 sudah mulai terasa.

Perlombaan Macapat Semarakkan HUT Ke-265 Yogyakarta
Indonesia
Perlombaan Macapat Semarakkan HUT Ke-265 Yogyakarta

Perlombaan seni macapat (tembang puisi Jawa) kembali digelar untuk menyemarakkan HUT ke-265 Kota Yogyakarta.

Jumlah Pasien Dirawat di RSDC Wisma Atlet, Senin (13/9) Terendah dalam Setahun
Indonesia
Jumlah Pasien Dirawat di RSDC Wisma Atlet, Senin (13/9) Terendah dalam Setahun

Pandemi COVID-19 menunjukkan tanda-tanda melandai dan menuju titik akhir